Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Puluhan Jiwa Masih Tertimbun, Basarnas Perluas Area Pencarian Longsor

IMG_20260127_095219.jpg
Pencarian korban longsor Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya sih...
  • Fokus pencarian bergeser ke Sektor B2
  • Tambah personel dan alat berat
  • Tantangan kontur tanah dalam operasi SAR
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Tim SAR gabungan memperluas area pencarian korban longsor dengan menggeser fokus operasi dari sektor A ke sektor B. Direktur Operasi dan Siaga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bramantyo mengatakan, pola pencarian pada hari ini secara umum masih sama seperti hari sebelumnya, namun dengan perluasan wilayah kerja.

“Pola pencarian hari ini saya kira tidak jauh berbeda seperti kemarin. Karena kemarin kita hampir sampai pukul 17.55 berhasil mengevakuasi 13 body pack, dan ada beberapa yang sudah kita tandai karena sudah waktu gelap sehingga tidak bisa kita evakuasi,” ujar Bramantyo, Selasa (27/1/2026).

Menurut dia, tim SAR memaksimalkan operasi pencarian sejak pagi dengan harapan kondisi cuaca mendukung. Meski sempat panas, Bramantyo berharap cuaca tidak berubah agar proses evakuasi berjalan optimal.

“Kita maksimalkan hari ini dan berharap cuaca juga mendukung. Tadi panas, mudah-mudahan tidak bergeser lagi sehingga harapan kita pagi ini yang kita kerjakan bisa maksimal,” katanya.

1. Fokus bergeser ke Sektor B2

IMG_20260127_100046.jpg
Pencarian korban longsor Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Bramantyo menjelaskan, perluasan pencarian dilakukan dengan menggeser sebagian kekuatan dari sektor A2 ke sektor B2. Langkah ini diambil setelah evaluasi lapangan menunjukkan adanya potensi korban di wilayah tersebut.

“Yang perlu saya sampaikan, mungkin kita akan bergeser. Kalau kemarin kita hanya berada di A1 dan A2 secara maksimal, kemudian pagi ini kita akan merambah ke B2. Jadi beberapa kekuatan yang ada di sektor A2 kita geser ke B2,” jelasnya.

Sebagian personel dari Batalion 312 turut dipindahkan untuk memperkuat sektor B2, ditambah unsur potensi SAR lainnya.

“Kalau tidak salah, yang lebih banyak digeser adalah dari Batalion 312 yang tadinya 200 orang di sini, seratusnya kita geser ke B2, ditambah rekan-rekan potensi lain termasuk dari Brimob. Karena setiap hari potensi terus bertambah,” ujar Bramantyo.

Ia menambahkan, indikasi awal menunjukkan sektor B2 memiliki lebih banyak bangunan terdampak.

“Kemarin potensi terbanyak ada di A2, namun kemarin juga terlihat B2 cukup banyak. Mudah-mudahan di B2 ini kita bisa memaksimalkan kegiatan karena ada indikasi rumah-rumah lebih banyak di sana,” katanya.

2. Tambah personel dan alat berat

IMG_20260127_095208.jpg
Pencarian korban longsor Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Selain perluasan area, Basarnas juga menambah kekuatan personel dan alat berat. Saat ini, hampir seribu personel SAR gabungan dikerahkan di lokasi.

“Untuk kekuatan personel, setiap hari terus bertambah. Sekitar hampir seribu orang hari ini, kalau kemarin sekitar 800-an,” kata Bramantyo.

Dari sisi peralatan, jumlah ekskavator juga ditambah meski sempat terkendala akses jalan. Saat ini, total terdapat 13 unit ekskavator yang beroperasi di lokasi.

3. Tantangan kontur tanah

IMG_20260127_100046.jpg
Pencarian korban longsor Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Bramantyo menegaskan, tantangan terbesar dalam operasi SAR masih berasal dari kondisi alam dan kontur tanah yang labil.

“Tantangan terbesar hari ini masih sama seperti kemarin, selain faktor alam juga kontur tanah. Karena di lapangan, begitu kita angkat satu bagian, kadang langsung terjadi pergerakan tanah lagi,” katanya.

Terkait potensi longsor susulan, ia menegaskan Basarnas tetap mengedepankan aspek keselamatan.

“Untuk potensi longsor susulan, saya tidak berani menjawab. Itu kewenangan tim terkait. Yang penting kita tetap berdoa dan di setiap lokasi sudah ditempatkan safety officer. Organisasi sudah kita atur agar pelaksanaan maksimal,” ucap Bramantyo.

Penanganan jenazah, lanjut dia, dilakukan sesuai prosedur dengan dukungan tenaga medis. Sementara itu, akses keluarga korban ke area terdampak masih dibatasi demi keselamatan.

“Terkait kondisi jenazah, kita upayakan penanganan sebaik mungkin. Kita siapkan vaksin, ada dukungan dari tenaga kesehatan dan dokter. SOP di lapangan tetap ketat dari awal sampai sekarang,” katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Kurzawa dan Dion Tak akan Dibawa Saat Persib Melawat ke Persis

27 Jan 2026, 14:01 WIBNews