Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rp800 Juta Beasiswa Pancawaluya Tak Cair, Ini Kata Disdik Jabar
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Disdik Jabar menjelaskan temuan BPK pada Beasiswa Pancawaluya terkait penerima yang tidak mencairkan bantuan karena telah memperoleh Program Indonesia Pintar dari pemerintah pusat.

  • Program Beasiswa Pancawaluya beralokasi Rp33,8 miliar, menyasar pelajar DTSEN Desil I dengan bantuan Rp3,6 juta per siswa per tahun melalui rekening bank bjb.

  • Sekitar Rp800 juta bantuan tidak dicairkan, termasuk karena penerima mendapat PIP, meninggal, atau keluar sekolah; dana tersebut dikembalikan bank bjb ke kas daerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
28 September 2026

Disdik Jabar menjelaskan sekitar Rp800 juta Beasiswa Pancawaluya tidak dicairkan karena sebagian penerima telah memperoleh Program Indonesia Pintar, meninggal, atau keluar. Dana yang tidak diambil telah dikembalikan oleh bank bjb ke kas daerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Temuan BPK mencatat sekitar Rp800 juta dana Beasiswa Pancawaluya Jawa Barat tidak dicairkan penerima dan telah dikembalikan ke kas daerah.
  • Who?
    Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, BPK, penerima Beasiswa Pancawaluya, Bank bjb, serta pelajar penerima Program Indonesia Pintar terlibat dalam proses penyaluran dan pengembalian dana.
  • Where?
    Program berlangsung di Jawa Barat, dengan dana bantuan disalurkan melalui rekening Bank bjb dan dana yang tidak diambil dikembalikan ke kas daerah.
  • When?
    Purwanto menyampaikan penjelasan pada Senin, 28 September 2026. Waktu pencairan dan pengembalian masing-masing dana per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Sejumlah penerima tidak mencairkan beasiswa karena telah memperoleh Program Indonesia Pintar dari pemerintah pusat. Sebagian penerima juga dilaporkan meninggal dunia atau keluar dari sekolah.
  • How?
    Beasiswa senilai Rp3,6 juta per siswa per tahun disalurkan melalui rekening Bank bjb kepada pelajar DTSEN Desil I. Dana yang tidak diambil langsung dikembalikan bank ke kas daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sekitar Rp800 juta beasiswa Pancawaluya tidak diambil oleh beberapa murid di Jawa Barat. Mereka tidak bisa mengambil uang itu karena sudah mendapat bantuan PIP dari pemerintah pusat. Ada juga murid yang meninggal atau keluar sekolah. Pak Purwanto dari Disdik Jabar bilang uang di bank sudah dikembalikan ke kas daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penjelasan Disdik Jabar menunjukkan adanya upaya menjaga ketepatan penyaluran bantuan ketika sebagian penerima telah memperoleh Program Indonesia Pintar atau tidak lagi memenuhi kondisi penerimaan. Dana yang tidak dicairkan, sekitar Rp800 juta menurut temuan BPK, dipastikan tidak sampai kepada penerima dan telah dikembalikan langsung dari bank ke kas daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat baru saja memberikan penjelasan mengenai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Program Beasiswa Pancawaluya yang tidak tepat sasaran.

Adapun alokasi belanja untuk program Beasiswa Pancawaluya sebesar Rp 33,8 miliar. Namun, dalam perjalanannya terdampak beberapa penerima yang tidak mencairkan bantuan tersebut.

Penerima bantuan ini khusus pelajar yang masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil I, dengan nilai bantuan Rp 3,6 juta per siswa per tahun melalui rekening Bank bjb.

1. Jadi temuan karena banyak yang tidak mengambil

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Kepala Disdik Provinsi Jabar, Purwanto mengatakan, adanya temuan dari BPK ini terjadi karwna para beberapa penerima turut mendapatkan bantuan dari program pemerintah pusat. Sehingga, beasiswa Pancawaluya tidak bisa dicairkan.

"Oh kan itu kan sudah. Karena kan itu ada data yang anak-anak tidak mengambil. Karena mereka ternyata mendapatkan PIP (Program Indonesia Pintar)," kata Purwanto, Senin (28/9/2026).

2. Bentrok dengan bantuan pemerintah pusat

Kepala Disdik Jabar, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Karena sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, bantuan dari pemerintah provinsi yang seharusnya dikirim, tidak bisa diberikan. Hal itu kemudian menjadi temuan BPK. Namun, Purwanto memastikan uangnya sudah dikembalikan ke kas daerah.

"Pas itu sudah keluar, mereka juga dapat, jadi tidak diambil. Dan itu semuanya sudah dikembalikan ke kas daerah lagi. Kan itu mah belum sampai ke anak. Uangnya di Bank bjb langsung dikembalikan lagi karena tidak diambil, dikembalikan lagi ke kas daerah," ujarnya.

3. Ada Rp800 juta yang menjadi temuan BPK

Kepala Disdik Jabar, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Disinggung mengenai jumlah berapa banyak uang yang dikembalikan ke kas daerah, Purwanto mengungkapkan, angkanya sesuai dengan yang diungkapkan dalam berkas temuan dari BPK tersebut.

"Totalnya, sesuai dengan temuan. Sesuai dengan yang ada datanya. Iya, itu total anggaran. Temuannya sekitar Rp800 juta atau berapa gitu," ucapnya.

"Temuannya yang tidak diambil oleh anak-anaknya karena mereka dapat PIP. Ada yang meninggal, atau anak-anaknya keluar gitu," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article