Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Robert Alberts Beberkan Kronologi Tunggakan Persib hingga Sanksi FIFA
Potret Pelatih Persib Robert Alberts (instagram.com/robertrenealberts)
  • Mantan pelatih Persib Robert Alberts menjelaskan tunggakan berawal dari kontrak 2021 hingga Mei 2025; ia mengundurkan diri dan menempuh mekanisme resmi FIFA.
  • Robert mengaku menyepakati cicilan Maret–Desember 2025 dengan nominal lebih rendah, tetapi kesepakatan gagal berjalan hingga FIFA memutuskan Persib wajib membayar dan menjatuhkan sanksi pendaftaran pemain.
  • Persib disebut telah melunasi seluruh tunggakan sehari sebelum klarifikasi Robert, yang kemudian meminta FIFA mencabut sanksi dan menyatakan tidak akan berkomentar lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Mantan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, buka suara mengenai polemik tunggakan pembayaran yang melibatkan dirinya dengan klub. Robert mengungkap kronologi persoalan tersebut setelah mengaku mendengar sejumlah pernyataan yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta.

Robert mengatakan dirinya selama ini memilih diam karena tidak ingin sengketa pribadi tersebut masuk ke ruang publik. Ia juga menyebut proses penyelesaian masalah telah ditempuh melalui mekanisme resmi FIFA.

“Saya tidak pernah ingin membawa sengketa pribadi ke ranah publik atau menciptakan masalah yang tidak perlu bagi siapa pun. Saya memilih untuk mengikuti proses yang tepat dan membiarkan FIFA menangani masalah ini," kata dia dikutip dari akun Instagramnya, Rabu (12/8/2026).

Robert menjelaskan, persoalan bermula dari kontraknya bersama Persib yang ditandatangani pada 2021 dan berlaku hingga Mei 2025. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan diberhentikan oleh Persib, melainkan mengundurkan diri dari posisi sebagai pelatih kepala.

Menurut Robert, hubungan dengan manajemen Persib saat itu berjalan baik. Ia menyebut pihak klub juga terbuka mengenai persoalan pembayaran yang kemudian mulai dibahas untuk mencari penyelesaian.

Setelah terjadi pergantian manajemen, Robert kembali berkomunikasi dengan pihak klub terkait pembayaran yang masih tertunda. Pada Januari 2025, ia mengaku bertemu dengan Aditia dari manajemen baru Persib untuk membahas penyelesaian kewajiban tersebut.

“Kami duduk berhadapan, mencoba menyelesaikan semuanya bersama-sama; sebuah solusi yang seharusnya lebih baik bagi kedua belah pihak," kata dia.

1. Sepakati pembayaran cicilan hingga Desember 2025

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. IDN Times/Galih Persiana

Dari pertemuan tersebut, Robert mengatakan dirinya dan manajemen Persib mencapai kesepakatan mengenai pembayaran secara bertahap. Pembayaran disepakati dilakukan mulai Maret hingga Desember 2025.

Robert juga mengklaim telah memberikan kelonggaran kepada Persib dengan bersedia menerima nominal yang lebih rendah dibandingkan nilai yang menjadi haknya berdasarkan kontrak awal.

Ia menyebut keputusan tersebut diambil karena memahami kondisi klub dan ingin membantu Persib menyelesaikan persoalan secara baik-baik.

“Saya setuju untuk mengurangi jumlah awal, dan saya bersedia berkompromi, menerima kurang dari jumlah kontrak asli karena saya juga memahami situasi klub dan benar-benar berusaha membantu Persib juga.”

Karena itu, Robert membantah anggapan bahwa dirinya secara tiba-tiba menuntut sesuatu yang tidak masuk akal dari Persib. Ia menegaskan tuntutannya didasarkan pada kesepakatan yang sebelumnya telah dibuat bersama manajemen klub.

Robert kemudian membawa persoalan tersebut ke FIFA setelah kesepakatan pembayaran yang dibuat pada Januari 2025 tidak berjalan sebagaimana mestinya. Menurutnya, kasus tersebut bukan sekadar klaim pribadi karena prosesnya telah melalui mekanisme resmi FIFA. Ia mengatakan dokumen dan bukti terkait kewajiban pembayaran telah disampaikan dalam proses tersebut.

Robert menyebut FIFA kemudian memutuskan Persib memiliki kewajiban pembayaran yang belum diselesaikan kepadanya. Setelah perintah pembayaran tidak segera dipenuhi, FIFA menjatuhkan konsekuensi berupa sanksi pendaftaran pemain.

“Ini bukan sekadar klaim pribadi saya atau sesuatu yang saya putuskan sendiri. Ini adalah proses resmi FIFA; bukti-bukti telah diserahkan dan FIFA telah membuat keputusannya.”

Robert mengatakan setelah sanksi tersebut dijatuhkan, Persib kemudian melakukan pembayaran. Namun, menurut versinya, pembayaran tersebut baru mencakup sebagian kewajiban, sementara masih terdapat pembayaran lain yang harus diselesaikan hingga Desember 2025.

Ia mengaku tetap berusaha menyelesaikan persoalan tersebut secara langsung dengan menghubungi pihak klub dan memberikan kesempatan kepada Persib untuk memperbaiki keadaan.

2. Bantah ingin merugikan Persib

Robert Alberts Dok. persib.co.id

Robert juga membantah anggapan bahwa dirinya sengaja memperburuk kondisi Persib atau bertindak karena keserakahan. Ia menilai tudingan tersebut muncul karena pihak yang berkomentar tidak mengetahui keseluruhan kronologi.

Robert mengatakan dirinya sengaja tidak berbicara kepada media selama proses berlangsung karena masih ingin menjaga hubungan baik dengan klub.

“Saya diam cukup lama karena ingin melindungi hubungan baik, dan juga karena saya sungguh berharap kita bisa menyelesaikan semuanya tanpa harus melalui FIFA.”

Ia meminta publik menilai persoalan tersebut berdasarkan dokumen dan proses yang telah berlangsung, bukan berdasarkan rumor atau asumsi.

3. Kini sudah dibayar tuntas

Potret Pelatih Persib Robert Alberts twitter.com (@ayobandungcom)

Dalam pernyataan terbarunya, Robert mengungkapkan bahwa Persib telah menyelesaikan seluruh pembayaran yang sebelumnya masih tertunda. Ia mengatakan pembayaran penuh tersebut dilakukan sehari sebelum dirinya menyampaikan klarifikasi. Setelah menerima pembayaran, Robert juga mengaku telah menginformasikan kepada FIFA agar sanksi yang sebelumnya dijatuhkan terhadap Persib dicabut.

“Kemarin Persib telah membayar penuh seluruh jumlah yang tertunda, dan kemarin saya juga sudah menginformasikan kepada FIFA untuk mencabut sanksi tersebut.”

Setelah persoalan tersebut dinyatakan selesai, Robert mengatakan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai sengketa pembayaran dengan Persib.

Ia pun menutup pernyataannya dengan pesan agar publik tidak lagi menyebarkan asumsi maupun tudingan terhadap dirinya dan keluarganya.

“Nilailah situasi berdasarkan fakta, jangan berasumsi, jangan mendengarkan rumor, dan tolong jangan berbicara buruk tentang saya atau keluarga saya karena sekarang Anda sudah mengetahui faktanya," kata dia.

Editorial Team

Related Article