Re-energizing listrik PLN di Jampangkulo, Kabupaten Sukabumi. IDN Times/Debbie Sutrisno
Sebelumnya, PLN menyebut pengoperasian kembali GI Jampang Kulon memang tidak hanya ditujukan untuk pelanggan rumah tangga. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi, termasuk industri yang membutuhkan daya listrik lebih besar di wilayah Sukabumi Selatan.
Manfaat listrik yang lebih andal juga bisa menjalar ke sektor lain. Dessy menilai penguatan kelistrikan perlu berjalan bersama peningkatan konektivitas komunikasi dan internet. Bagi pelaku UMKM, internet kini menjadi bagian dari aktivitas usaha. Produk yang dibuat di kawasan Jampang dapat dipasarkan melalui platform digital sehingga jangkauan konsumen tidak lagi terbatas pada wilayah sekitar.
Konektivitas tersebut juga penting bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan mendukung kegiatan pendidikan. Anak-anak dapat belajar pada malam hari dengan penerangan yang memadai. Perangkat digital pun dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran maupun mengakses berbagai sumber pengetahuan.
Hal ini menjadi semakin relevan karena persoalan akses listrik di sejumlah wilayah Jawa Barat masih menjadi perhatian. Dalam pemberitaan IDN Times Jabar pada Agustus 2026, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyinggung masih adanya sekitar 500 warga Jawa Barat yang belum menikmati listrik. Ia juga menyoroti tantangan infrastruktur di sejumlah wilayah, termasuk Sukabumi.
Di Jampang Kulon sendiri, pengoperasian kembali GI 150 kV diharapkan dapat memperbaiki kualitas pasokan sekaligus mengurangi persoalan drop tegangan yang sebelumnya dirasakan pelanggan. PLN menyiapkan empat penyulang untuk mendukung distribusi listrik dari gardu tersebut.
Dessy mendorong pemerintah daerah bersama PLN dan masyarakat melakukan pemetaan lebih detail mengenai potensi ekonomi serta kebutuhan infrastruktur di kawasan Jampang. Menurut dia, pemetaan tersebut penting agar pembangunan kelistrikan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi benar-benar terhubung dengan kebutuhan masyarakat.
"Jika pasokan listrik semakin andal, ruang untuk mengembangkan usaha juga semakin terbuka. Dari cold storage nelayan, pengolahan singkong dan hanjeli, industri frozen food, hingga UMKM yang mulai menjangkau pasar digital," pungkas Dessy.