Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Re-Energize Jampang Kulon Sukabumi Buka Potensi Ekonomi bagi Warga
Tempat penyimpanan (cold storage) milik Ade Farhrudin di Jampang Kulon. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Pengoperasian kembali GI 150 kV Jampang Kulon diharapkan memperbaiki pasokan listrik dan mengurangi drop tegangan, dengan empat penyulang disiapkan PLN untuk distribusi di Sukabumi Selatan.
  • Listrik stabil dinilai mendukung nelayan memakai cold storage serta memperpanjang rantai usaha perikanan, dari penyimpanan, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran hasil laut bernilai tambah.
  • Penguatan kelistrikan juga membuka pengembangan UMKM singkong, hanjeli, dan frozen food, sekaligus mendukung internet, pemasaran digital, akses informasi, serta pembelajaran masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Listrik di Jampang Kulon, Sukabumi, sedang diperbaiki supaya lebih kuat dan tidak mudah mati. Bu Dessy bilang listrik bagus bisa bantu nelayan menyimpan ikan dingin. Warga juga bisa membuat makanan dari singkong dan hanjeli. Anak-anak bisa belajar malam hari. PLN menyalakan lagi gardu listrik untuk membantu warga dan usaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengoperasian kembali GI Jampang Kulon memberi ruang baru bagi warga untuk mengolah potensi lokal dengan lebih leluasa. Pasokan yang lebih andal dapat menopang penyimpanan hasil laut, produksi pangan berbasis singkong dan hanjeli, serta aktivitas UMKM yang memanfaatkan internet. Pada saat yang sama, penerangan dan perangkat digital dapat mendukung kegiatan belajar masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukabumi, IDN Times - Bagi pelaku usaha di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, listrik bukan sekadar soal lampu yang menyala di rumah. Pasokan listrik yang stabil bisa menentukan apakah mesin produksi berjalan, ikan hasil tangkapan tetap beku, hingga produk UMKM bisa dibuat dan disimpan lebih lama.

Kondisi itu menjadi perhatian Anggota DPRD Jawa Barat Dessy Susilawaty. Ia menilai penguatan infrastruktur kelistrikan di kawasan Jampang Kulon dapat menjadi modal penting untuk membuka potensi ekonomi masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini menghadapi tantangan geografis.

“Terakhir kali saya ke daerah Pajampangan, listrik memang belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama sampai ke wilayah-wilayah pedalaman,” kata Dessy melalui siaran pers dikutip IDN Times, Minggu (4/10/2026).

1. Listrik stabil bisa bantu nelayan simpan hasil tangkapan

Re-energizing listrik PLN di Jampangkulo, Kabupaten Sukabumi. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dessy melihat sektor perikanan sebagai salah satu bidang yang berpeluang mendapat manfaat dari penguatan kelistrikan di Jampang. Kawasan Pajampangan memiliki wilayah pesisir yang membentang hingga Ujung Genteng dan Ciletuh. Potensi hasil laut yang besar membutuhkan dukungan infrastruktur agar produk yang dihasilkan masyarakat tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, salah satunya melalui fasilitas pendingin.

“Kalau listriknya bagus dan stabil, pelaku UMKM bisa memiliki alat pendingin untuk menyimpan hasil laut. Jadi hasil tangkapan bisa disimpan lebih lama dan tidak harus langsung dijual,” ujarnya.

Ketersediaan listrik yang lebih andal memungkinkan pelaku usaha menggunakan cold storage maupun peralatan pengolahan lainnya. Dengan begitu, hasil tangkapan bisa memiliki umur simpan lebih panjang sebelum dipasarkan. Kondisi ini menjadi penting karena persoalan listrik sebelumnya memang dirasakan langsung pelaku usaha perikanan di Jampang Kulon.

Dengan penguatan sistem kelistrikan, peluang untuk mengembangkan rantai usaha perikanan menjadi lebih panjang. Hasil laut tidak harus langsung dijual, tetapi bisa disimpan, diolah, dikemas, kemudian dipasarkan sebagai produk dengan nilai tambah.

2. Dari singkong hingga hanjeli, banyak produk lokal yang bisa dikembangkan

Hari Terakhir! Diskon Tambah Daya PLN 50 Persen Berakhir 25 Agustus. Dok PLN

Potensi ekonomi Jampang tidak hanya berasal dari laut. Sektor pertanian juga memiliki peluang untuk tumbuh apabila didukung infrastruktur yang memadai. Dessy mencontohkan komoditas singkong yang dapat diolah menjadi berbagai produk makanan. Begitu pula dengan produk lokal seperti opak ketan, opak ubi, dan kecimpring yang dapat dikembangkan dengan dukungan peralatan produksi yang lebih baik.

Jampang juga memiliki komoditas hanjeli. Keberadaan Desa Hanjeli, menurut Dessy, menjadi salah satu contoh bagaimana komoditas lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Peluang lainnya adalah pengembangan industri makanan beku atau frozen food. Jenis usaha ini membutuhkan fasilitas pendingin yang membutuhkan pasokan listrik yang memadai.

Karena itu, Dessy melihat penguatan listrik tidak semestinya berhenti pada persoalan memenuhi kebutuhan penerangan rumah tangga. Infrastruktur tersebut juga perlu dilihat sebagai bagian dari ekosistem ekonomi masyarakat.

“Kalau listriknya bagus dan stabil, pelaku UMKM bisa memiliki alat pendingin untuk menyimpan hasil laut. Jadi hasil tangkapan bisa disimpan lebih lama dan tidak harus langsung dijual,” katanya.

3. Bukan hanya ekonomi, listrik juga membuka akses pendidikan dan digital

Re-energizing listrik PLN di Jampangkulo, Kabupaten Sukabumi. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sebelumnya, PLN menyebut pengoperasian kembali GI Jampang Kulon memang tidak hanya ditujukan untuk pelanggan rumah tangga. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi, termasuk industri yang membutuhkan daya listrik lebih besar di wilayah Sukabumi Selatan.

Manfaat listrik yang lebih andal juga bisa menjalar ke sektor lain. Dessy menilai penguatan kelistrikan perlu berjalan bersama peningkatan konektivitas komunikasi dan internet. Bagi pelaku UMKM, internet kini menjadi bagian dari aktivitas usaha. Produk yang dibuat di kawasan Jampang dapat dipasarkan melalui platform digital sehingga jangkauan konsumen tidak lagi terbatas pada wilayah sekitar.

Konektivitas tersebut juga penting bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan mendukung kegiatan pendidikan. Anak-anak dapat belajar pada malam hari dengan penerangan yang memadai. Perangkat digital pun dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran maupun mengakses berbagai sumber pengetahuan.

Hal ini menjadi semakin relevan karena persoalan akses listrik di sejumlah wilayah Jawa Barat masih menjadi perhatian. Dalam pemberitaan IDN Times Jabar pada Agustus 2026, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyinggung masih adanya sekitar 500 warga Jawa Barat yang belum menikmati listrik. Ia juga menyoroti tantangan infrastruktur di sejumlah wilayah, termasuk Sukabumi.

Di Jampang Kulon sendiri, pengoperasian kembali GI 150 kV diharapkan dapat memperbaiki kualitas pasokan sekaligus mengurangi persoalan drop tegangan yang sebelumnya dirasakan pelanggan. PLN menyiapkan empat penyulang untuk mendukung distribusi listrik dari gardu tersebut.

Dessy mendorong pemerintah daerah bersama PLN dan masyarakat melakukan pemetaan lebih detail mengenai potensi ekonomi serta kebutuhan infrastruktur di kawasan Jampang. Menurut dia, pemetaan tersebut penting agar pembangunan kelistrikan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi benar-benar terhubung dengan kebutuhan masyarakat.

"Jika pasokan listrik semakin andal, ruang untuk mengembangkan usaha juga semakin terbuka. Dari cold storage nelayan, pengolahan singkong dan hanjeli, industri frozen food, hingga UMKM yang mulai menjangkau pasar digital," pungkas Dessy.

Curated For You

Editorial Team

Related Article