Puting Beliung, Lima Rumah di Jatitujuh Majalengka Rusak

Majalengka, IDN Times- Bencana alam hidrometeorologi terjadi di Kabupaten Majalengka selama dua hari berturut-turut, Rabu dan Kamis (10-11/1/2024). Bahkan, pada Rabu kemarin, bencana alam cuaca ekstrim menimbulkan korban jiwa.
Bencana hidrometeorologi terjadi di beberapa titik, setalah banyak daerah diguyur hujan pada sore hari.
"Kami menerima laporan ada bencana angin puting yang menyebabkan pohon roboh dan menimpa rumah di Kecamatan Jatitujuh," kata Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Majalengka Reza Permana, Kamis (11/1/2024).
1. Puting beliung, lima rumah di Jatitujuh rusak ringan-sedang

Istimewa/ penanganan setelah musibah puting beliung Untuk kasus angin puting beliung, kata Reza, terjadi di Desa Pasindangan, Kecamatan Jatitujuh pada Kamis sore. Bencana tersebut mengakibatkan lima rumah mengalami rusak dengan level kerusakan ringan hingga sedang.
"Empat rumah rusak sedang, satu rumah rusak ringan," kata RezaÂ
Selain itu, jelas dia, akibat tertimpa pohon, satu kios milik warga juga mengalami rusak sedang.
"Kemudian kabel listrik putus," ujarnya.Â
2. Satu rumah warga dikosongkan

Istimewa/ pohon tumbang menimpa kios Ia menjelaskan, dari lima rumah yang terdampak, satu di antaranya terpaksa harus dikosongkan. Hal itu sengaja dilakukan untuk menghindari hal negatif terhadap penghuninya.
"Ada satu warga yang diungsikan dulu," kata Reza.
Menurutnya, warga sengaja diungsikan setelah rumahnya tertimpa pohon yang tumbang. Selain itu, pohon tersebut juga menimpa kabel yang berada di depan rumah.
"Ada pohon yang menimpa rumah tersebut dan tim gabungan tidak bisa melakukan penanganan," ujar Reza.
Karena pohon tersebut juga menimpa jalur utama listrik, kondisinya tidak aman untuk dilakukan penanganan pada malam hari.
Demi keamanan, penanganan pohon tumbang itu akhirnya dihentikan, dan akan dilanjutkan besok pagiÂ
"Jadi kami dari tim gabungan, BPBD, Polsek Jatitujuh, Koramil Jatitujuh dan aparat desa sepakat untuk melakukan penanganan pohon itu besok. Penghuninya untuk sementara diungsikan ke rumah kerabat yang dekat,' kata diaÂ
3. Satu orang meninggal tersambar petir

Ilustrasi petir (Pixabay/oimheidi) Pada Rabu (10/1/2024), warga Kabupaten Cirebon atas nama Andrea meninggal setelah tersambar petir. Musibah itu terjadi saat korban bersama temannya berteduh di salah satu saung di Desa Kertasari, Kecamatan Ligung.
"Korban merupakan warga Cirebon yang sedang bertugas. Saat akan pulang, mereka berteduh di Saung. Saat itulah musibah itu terjadi," kata dia.
"Satu orang meninggal di tempat, dan satu lagi mengalami luka," ujar Reza.














![[WANSUS] Tantangan HIlirisasi Nilam di Balik Industri Parfum](https://image.idntimes.com/post/20260915/whatsapp-image-2026-09-15-at-12_2b8d5aba-8503-4881-be6f-f66b31d42f09_watermarked_idntimes-2.jpeg)






