Polisi Razia Tempat Hiburan di Bandung, Tujuh Orang Positif Narkotika

Bandung, IDN Times - Aparat gabungan dari Ditresnarkoba Polda Jawa Barat, TNI, BNN, serta Beacukai melakukan razia di sejumlah tempat hiburan di Kota Bandung. Sejumlah pengunjung pun terpaksa digiring polisi untuk dilakukan pemeriksaan karena terbukti positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urin.
Direktur Ditresnarkoba Polda Jawa Barat, Kombes Johanes R Manalu mengatakan, operasi gabungan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya peredaran narkoba di Polda Jawa Barat.
"Ada empat tempat hiburan yang kami lakukan. Dalam operasi ini tergabung dari BNN, Beacukai, dan TNI," ucap Johanes didampingi Wakil Direktur Ditresnakoba Polda Jawa Barat, AKBP Herry Afandi, usai melakukan razia di salah satu tempat hiburan di Kota Bandung, Jumat, (2/7/2024).
1. Ada tujuh orang yang diamankan

Dia mengatakan, sebanyak tujuh orang telah diduga menggunakan narkotika setelah dilakukan tes urin. Polisi kemudian akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk melacak peredaran narkotika.
"Dari empat tempat yang kita razia ada tujuh orang yang diduga ada keterlibatan pemakaian narkotika. Selanjutnya akan kita dalami sampai sejauh mana proses barang yang didapat sehingga nanti bisa dikembangkan," kata dia.
2. Pastikan kegiatan ini dilakukan secara rutin

Dia menambahkan, kegiatan razia tersebut akan terus dilakukan di seluruh tempat hiburan di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Hal itu dilakukan untuk mencegah peredaran narkotika yang terjadi di tempat-tempat hiburan.
"Ini adalah kegiatan rutin yang terus kami lakukan untuk mencegah peredaran narkotika di wilayah Jawa Barat," kata dia.
3. Remaja sangat rentan jadi sasaran sindikat narkoba

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Marthinus Hukom menyoroti fenomena sindikat narkoba yang belakangan marak menyasar kalangan remaja. Hal tersebut disampaikan Marthinus dalam aksi Deklarasi Pelajar Antinarkoba dan Tawuran di Taman Elektrik Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Banten.
Melalui aksi deklarasi ini, BNN mengimbau para pelajar dan remaja agar menyeleksi kelompok pertemanan, sehingga tidak salah memilih pergaulan. BNN juga menekankan para pengajar terus menciptakan kondisi lingkungan pendidikan yang kondusif bagi tumbuh kembang nilai moral dan etika di kalangan pelajar.
Marthinus mengatakan kelompok usia remaja merupakan salah satu kelompok yang paling rentan terpengaruh penyalahgunaan narkoba.
"Remaja dengan pola perkembangan psikologi dan moralnya menjadi sasaran empuk para sindikat narkoba," kata Marthinus.




















