Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Persib Kawal Kasus Kekerasan di Batang, Polisi Minta Bobotoh Tenang
Seorang pria ditangkap karena terlibat perusakan bus Persib. (IDN Times/Dok Polres Batang)
  • Manajemen Persib berkoordinasi dengan Polresta Batang untuk mengawal penyidikan kekerasan, perusakan bus, dan dugaan penjarahan terhadap rombongan, termasuk pemain EPA U-18, di Rest Area KM 360.
  • Persib meminta fakta diungkap objektif dan pelaku diproses hukum, sementara polisi menyatakan dukungan manajemen memotivasi penyidikan yang transparan serta meminta terduga pelaku kooperatif.
  • Polresta Batang dan Persib mengimbau Bobotoh serta Jakmania tidak terprovokasi atau melakukan aksi balasan, melainkan mempercayakan kasus kepada kepolisian dan menjaga rivalitas tetap sportif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rombongan Persib kena kekerasan di tempat istirahat Batang. Bus mereka rusak dan beberapa koper diduga diambil. Persib datang ke polisi untuk melihat kasus ini. Polisi sedang mencari pelakunya. Polisi minta Bobotoh dan Jakmania tetap tenang, tidak membalas, dan menyerahkan semuanya kepada polisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons Persib dan Polresta Batang memperlihatkan komitmen bersama untuk menempatkan keselamatan serta penegakan hukum di atas emosi sesaat. Koordinasi manajemen dengan penyidik, dorongan agar proses berlangsung transparan, dan ajakan kepada suporter untuk tidak terprovokasi menjaga ruang bagi penanganan yang objektif serta rivalitas yang tetap berada dalam koridor sportivitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Manajemen Persib terus mengawal penanganan kasus kekerasan yang menimpa rombongan tim di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah. Manajemen klub mendatangi Polresta Batang untuk berkoordinasi terkait perkembangan penyidikan kasus tersebut.

Kunjungan dilakukan di Kantor Polresta Batang, Jalan Gajah Mada No. 200, Kabupaten Batang, Kamis (15/10/2026). Manajemen Persib bertemu dengan jajaran penyidik untuk memastikan kasus yang menimpa rombongan Persib, termasuk pemain Elite Pro Academy (EPA) U-18, terus ditangani sesuai prosedur hukum.

Insiden tersebut sebelumnya terjadi pada Minggu (11/10/2026). Rombongan Persib dilaporkan mengalami kekerasan fisik, kerusakan bus hingga dugaan penjarahan sejumlah koper milik ofisial dan perlengkapan pertandingan pemain EPA U-18.

1. Persib ingin kasus dikawal hingga tuntas

Bus Pemain Muda Persib Diserang di Rest Area Batang, Ofisial Dipukuli. IDN Times/Istimewa

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengatakan kunjungan tersebut menjadi bentuk komitmen manajemen untuk memastikan penanganan kasus tidak berhenti pada laporan awal.

Menurutnya, komunikasi dengan aparat penegak hukum akan terus dilakukan sambil tetap menghormati kewenangan kepolisian dalam proses penyidikan.

"Bagi kami, persoalan ini tidak boleh berhenti menjadi perhatian sesaat. Kami ingin memastikan komunikasi dengan pihak kepolisian terus berjalan dan penanganannya dikawal hingga tuntas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Keselamatan personel, ofisial, dan para pemain, termasuk pemain muda Persib EPA U-18, merupakan hal yang sangat penting bagi kami," ujar Adhitia dikutip dari siaran pers, Jumat (16/10/2026).

Ia berharap seluruh fakta dalam insiden tersebut dapat terungkap secara objektif dan pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai hukum. Adhitia menegaskan persoalan tersebut bukan hanya menyangkut Persib, tetapi juga keselamatan seluruh insan sepak bola.

"Kami menghormati proses dan kewenangan aparat penegak hukum dalam menangani perkara ini. Kami berharap seluruh fakta dapat terungkap secara objektif dan pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum," katanya.

2. Polisi minta Bobotoh dan Jakmania tidak terprovokasi

Bus tim EPA U-18 Persib diserang di Batang. (Dok. Istimewa)

Kehadiran manajemen Persib di Polresta Batang juga mendapat respons positif dari tim penyidik. Kanit 3 Satreskrim Polresta Batang, IPDA Pipin Setyo Utomo, mengatakan dukungan tersebut menjadi motivasi bagi penyidik untuk mengungkap perkara secara transparan.

"Terima kasih kepada manajemen Persib yang hari ini telah bersilaturahmi ke Satreskrim Polresta Batang untuk menanyakan perkembangan daripada tindak pidana penganiayaan yang dialami oleh pemain Persib U18 di Rest Area 360 kemudian memberikan support supaya Polresta Batang dalam melakukan penyidikan tindakan pidana ini dapat dengan transparan dan seterang-terangnya," ujar Pipin.

Polisi juga mengingatkan kedua kelompok suporter, baik Bobotoh maupun pendukung Persija Jakarta, agar tidak mengambil tindakan sendiri maupun terprovokasi akibat insiden tersebut. Pipin secara khusus meminta Bobotoh tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada Polresta Batang.

"Satreskrim Polresta Batang mengimbau kepada yang pertama untuk supporter atau pendukung dari Persib Bandung agar jangan terprovokasi atau terpengaruh dengan adanya kejadian tersebut di Rest Area 360," katanya.

Polisi juga meminta pihak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut untuk kooperatif dalam proses hukum.

"Kami mohon supaya tetap tenang, serahkan kepada kami dari pihak kepolisian Polresta Batang untuk dapat mengusut tuntas perkara ini dan untuk menemukan pelaku-pelaku yang lain. Untuk supporter dari Persija atau Jakmania yang menjadi terduga, kami minta menyerahkan diri ke Polresta Batang atau menghubungi pihak kami sehingga akan lebih membuat dunia sepak bola ini lebih damai," lanjut Pipin.

3. Persib ajak Bobotoh hindari aksi balasan

Bobotoh memamerkan koreo bergambar pelatih Persib Bijan Hodak saat laga pekan terakhir Super League 2025/26 di Stadion GBLA. (IDN TImes/Ilyas Mujib)

Manajemen Persib juga mengajak Bobotoh tidak membalas insiden tersebut dengan tindakan yang berpotensi memperluas persoalan. Manajemen memahami kekecewaan dan keprihatinan Bobotoh, tetapi meminta seluruh pendukung tetap memberikan dukungan secara positif serta menyerahkan proses hukum kepada aparat.

Bagi Persib, rivalitas antarklub seharusnya tetap berada dalam koridor kompetisi dan sportivitas. Persaingan di lapangan tidak semestinya berujung pada tindakan yang mengancam keselamatan pemain, ofisial, suporter maupun masyarakat.

"Bagi kami, persoalan ini tidak boleh berhenti menjadi perhatian sesaat. Kami ingin memastikan komunikasi dengan pihak kepolisian terus berjalan dan penanganannya dikawal hingga tuntas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata Adhitia.

Manajemen berharap penanganan kasus di Rest Area Batang KM 360 dapat berlangsung secara profesional dan objektif hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab terungkap.

Kasus tersebut juga diharapkan menjadi pengingat bahwa keselamatan manusia harus menjadi prioritas dalam setiap pertandingan dan aktivitas sepak bola, termasuk ketika rombongan tim melakukan perjalanan menuju maupun meninggalkan lokasi pertandingan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article