Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemprov Jabar Buat Program Yatim Piatu COVID-19 Pakai Uang APBD

Kota Bandung
Pemprov Jabar Buat Program Yatim Piatu COVID-19 Pakai Uang APBD
Ilustrasi anak yatim piatu di Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)
Share Article

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mencatat ada 7.222 anak menjadi yatim piatu karena COVID-19. Melalui kondisi itu, Pemprov Jabar membuat program Perlindungan dan Pemberdayaan Anak Yatim Piatu COVID-19.

Program perlindungan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan bantuan dari berbagai lembaga dan individu filantropi.

  1. 1. Anak yatim piatu harus mendapatkan pelindung oleh pemerintah

    IDN Times/Wayan Antara
    IDN Times/Wayan Antara

    Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, Pemprov Jabar menaruh perhatian terhadap anak-anak korban COVID-19. Menurutnya, anak yang kehilangan orangtuanya mempunyai tempat istimewa, sehingga harus disantuni, dikasihi, dihormati.

    "Mereka juga perlu diakui eksistensinya secara khusus. Visi Jabar Juara Lahir Batin bisa terwujud salah satunya dengan mengharap berkah dari anak- anak yatim piatu," ujar Uu, Rabu (29/9/2021).

    Anak yatim, piatu, dan yatim piatu harus mendapatkan perlindungan sebagaimana amanat undang-undang. Ia juga mengajak agar lembaga di luar Pemprov Jabar turut memberikan bantuan untuk mereka.

  2. 2. Program ini akan membantu pendidikan anak yatim, piatu, dan yatim piatu

    www.yatimmandiri.org
    www.yatimmandiri.org

    Kemudian, Dodo Suhendar, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jabar mengatakan, program ini berupaya menjamin kebutuhan dasar anak seperti pendidikan, kesehatan, termasuk santunan yang sifatnya jangka pendek.

    "Pemberdayaan akan disesuaikan dengan rentang usia anak mulai dari SD, SMP, SMA," ujar Dodo.

  3. 3. Bagi yang mau kuliah, Pemprov Jabar akan memberikan bantuan

    Dok.IDN Times/Istimewa
    Dok.IDN Times/Istimewa

    Bagi yang sudah di berusia 18 tahun ke atas, Dodo bilang, anak itu akan diupayakan melanjutkan kuliah atau jika tidak akan diberi keterampilan. Program ini juga menjangkau istri yang suaminya meninggal COVID-19 dan harus menghidupi anaknya seorang diri.

    "Termasuk ibunya akan diberdayakan, namanya program Perempuan Rawan Sosial Ekonomi. Mereka akan diberdayakan, dilatih. Kalau mereka punya kemampuan akan diberikan alat dan modal," kata dia.

  4. 4. Pihak swasta akan membantu mensukseskan program ini

    IDN Times/Wayan Antara
    IDN Times/Wayan Antara

    Sedangkan, Ketua Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia (APSAI), Feny Mustafa mengata, sebagai perkumpulan pengusaha yang cinta anak-anak, APSAI berjanji akan menghimpun bantuan dari pengusaha yang lain yang sifatnya jangka panjang.

    "Kami akan menghimpun pengusaha - pengusaha untuk berkontribusi memberikan beasiswa. Kami juga akan membuat program seperti lomba- lomba untuk anak- anak untuk membangkitkan motivasi," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More