Kemensos Sebut Agen Perlinsos Tembus 300 Ribu, Pendaftar Hampir 5 Juta

- Kemensos mencatat lebih dari 300 ribu Agen Perlinsos telah terbentuk, sementara pendaftar program secara nasional hampir mencapai 5 juta orang.
- Pemutakhiran data bansos dapat dilakukan setiap hari secara digital, tetapi BPS menetapkan hasilnya tiap tiga bulan mengikuti periode penyaluran bansos.
- Agen Perlinsos membantu warga yang kesulitan mengakses layanan digital, berstatus relawan tanpa gaji atau pungutan, serta mendukung verifikasi data penerima bansos.
Bandung, IDN Times - Kementerian Sosial (Kemensos) terus mengembangkan program Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk membantu masyarakat dalam proses pemutakhiran data penerima bantuan sosial (bansos).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan, hingga saat ini jumlah Agen Perlinsos yang telah terbentuk mencapai lebih dari 300 ribu orang. Sementara itu, jumlah masyarakat yang telah mendaftar secara nasional hampir mencapai 5 juta orang.
"Jumlah agen Perlinsos sudah lebih dari 300 ribu per hari ini. Sudah hampir lima juta lebih yang mendaftar secara nasional," ujar Gus Ipul saat menghadiri wisuda Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung di Sabuga ITB, Kota Bandung, Senin (28/9/2026).
1. Bansos disalurkan setiap triwulan keempat

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf. Dok. IDN Times-Azis Zulkhairil Gus Ipul menjelaskan, sistem digitalisasi bansos memungkinkan masyarakat melakukan pemutakhiran data setiap hari. Namun, penetapan hasil pemutakhiran dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) secara berkala.
Menurutnya, BPS menetapkan hasil pemutakhiran data setiap tiga bulan sekali, mengikuti periode penyaluran bansos Kemensos.
"Januari kami salurkan untuk periode Januari, Februari, Maret. April kami salurkan untuk April, Mei, Juni. Juli kami salurkan untuk periode Juli, Agustus, September. Triwulan keempat adalah Oktober, November, Desember," katanya.
"Jadi setiap triwulan kami salurkan. Hasil pemutakhirannya kita terima setiap tanggal 10 pada bulan penyaluran," kata Gus Ipul.
2. Pemutakhiran data dilakukan setiap hari

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf. Dok. IDN Times-Azis Zulkhairil Meski penetapan dilakukan setiap tiga bulan, kata dia, proses pemutakhiran data dapat berlangsung setiap hari melalui sistem yang disediakan pemerintah.
"Tetapi pemutakhiran bisa dilakukan setiap hari. Penetapannya oleh BPS tiga bulan sekali, sedangkan untuk PBI sebulan sekali," katanya.
Gus Ipul mengatakan, keberadaan Agen Perlinsos dibutuhkan karena belum seluruh masyarakat mampu mengakses layanan digital secara mandiri. Sebagian masyarakat belum memiliki smartphone.
"Ada juga yang sudah memiliki smartphone tetapi belum tahu caranya. Ada yang sudah punya smartphone dan tahu caranya, tetapi belum percaya diri," ujarnya.
Gus Ipul menyebut pengalaman uji coba di Banyuwangi menunjukkan peran agen cukup besar. Saat itu, kurang dari 10 persen masyarakat disebut dapat melakukan pendaftaran secara mandiri.
"Kurang dari 10 persen masyarakat yang bisa mendaftar secara mandiri. Sisanya dibantu oleh Agen Perlinsos," katanya.
3. Perlinsos bersifat sukarela

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf. Dok. IDN Times-Azis Zulkhairil Gus Ipul menegaskan, Agen Perlinsos merupakan relawan yang tidak menerima gaji dari pemerintah. Mereka juga dilarang meminta pungutan kepada masyarakat yang dibantu. Agen ini diharapkan dapat membantu masyarakat di lingkungan terdekat.
"Kami mengundang masyarakat luas untuk bersedia menjadi relawan atau Agen Perlinsos," kata Gus Ipul.
Digitalisasi bansos yang dikembangkan saat ini juga dirancang terhubung dengan berbagai sumber data pemerintah. Gus Ipul mengatakan sistem tersebut antara lain terhubung dengan data kependudukan Dukcapil, Samsat, Kementerian ATR/BPN, data usaha, serta data konsumsi listrik dari PLN.
"Sehingga kami tahu apakah seseorang memiliki perusahaan atau tidak, memiliki aset tanah atau tidak, memiliki kendaraan atau tidak, dan mungkin aset-aset yang lain," katanya.
Menurut Gus Ipul, data yang masuk kemudian diproses untuk menentukan apakah seseorang memenuhi kriteria sebagai penerima bansos.
"Data kami harapkan yang masuk itu diproses sehingga kami memiliki data yang lebih akurat untuk menentukan apakah seseorang layak mendapatkan bansos atau tidak," ujar dia.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)















