Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemprov Jabar Bongkar Perpustakaan Gasibu, Akibat Proyek Revitalisasi
Halaman Gedung Sate Bandung (Vecteezy.com/Jhon Paul)
  • Pemprov Jawa Barat membongkar Perpustakaan Gasibu sebagai bagian dari proyek revitalisasi kawasan Gedung Sate-Gasibu yang ditargetkan selesai pada Agustus mendatang.
  • Biro Umum Setda Jabar tengah mengkaji konsep baru fasilitas literasi agar tetap nyaman, mudah diakses, dan berkelanjutan bagi masyarakat setelah penataan ruang publik selesai.
  • Pemerintah menjamin semangat literasi tetap hidup melalui transformasi digital dan layanan perpustakaan keliling menggantikan bangunan fisik Perpustakaan Gasibu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
11 Juli 2026

Kepala Dispusipda Jawa Barat Kusmana Hartadji menjelaskan bahwa pembongkaran Perpustakaan Gasibu merupakan bagian dari proyek penataan ruang publik di kawasan Gedung Sate-Gasibu. Ia menyebut Biro Umum Setda Jabar sedang mengkaji penempatan fasilitas literasi baru yang lebih sesuai dengan konsep revitalisasi.

Agustus mendatang

Proyek penataan Lapangan Gedung Sate-Gasibu ditargetkan rampung pada bulan ini, termasuk penyelesaian area bekas Perpustakaan Gasibu sebagai bagian dari desain lanskap baru.

kini

Pemprov Jawa Barat memastikan komitmen penguatan literasi tetap berjalan melalui transformasi digital dan layanan perpustakaan keliling di sekitar Lapangan Gasibu.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat membongkar bangunan Perpustakaan Gasibu sebagai bagian dari proyek revitalisasi dan penataan kawasan Gedung Sate–Gasibu yang tengah berlangsung.
  • Who?
    Pembongkaran dilakukan oleh Pemprov Jawa Barat melalui Biro Umum Setda Jabar, dengan penjelasan dari Kepala Dispusipda Kusmana Hartadji dan Sekretaris Daerah Herman Suryatman.
  • Where?
    Kegiatan pembongkaran berlangsung di sisi utara Lapangan Gasibu, Kota Bandung, yang terhubung langsung dengan area depan Gedung Sate.
  • When?
    Pembongkaran dilakukan pada Juli 2026 dan proyek penataan ditargetkan selesai pada Agustus tahun yang sama.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk menyesuaikan desain lanskap baru kawasan Gedung Sate–Gasibu agar lebih rapi, fungsional, serta mendukung kenyamanan ruang publik dan estetika lingkungan pemerintahan.
  • How?
    Pemprov Jabar terlebih dahulu menyelesaikan administrasi penghapusan aset daerah sebelum pembongkaran. Fasilitas literasi akan dialihkan ke konsep digital dan layanan perpustakaan keliling di sekitar kawasan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemerintah di Jawa Barat membongkar gedung perpustakaan di dekat Lapangan Gasibu karena mau dibuat tempat yang lebih rapi dan indah. Katanya nanti akan ada tempat baca baru yang lebih modern dan bisa dipakai banyak orang. Sekarang mereka lagi pikir-pikir di mana tempat bacanya dibuat supaya orang tetap bisa membaca dengan nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pembongkaran Perpustakaan Gasibu mencerminkan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menata ruang publik secara lebih nyaman, fungsional, dan estetis tanpa mengabaikan semangat literasi masyarakat. Dengan kajian penempatan fasilitas baru serta rencana transformasi menuju ekosistem digital dan layanan perpustakaan keliling, kebutuhan membaca publik tetap dijaga dalam wajah kawasan yang lebih harmonis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut membongkar perpustakan yang ada di sisi utara Lapangan Gasibu. Pembongkaran ini menyesuaikan dengan proyek penataan Lapangan Gedung Sate-Gasibu yang ditargetkan rampung pada Agustus mendatang.

Adapun perpustakaan ini merupakan aset milik Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Pemprov Jawa Barat. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat Kusmana Hartadji mengatakan, pembongkaran perpustakaan merupakan bagian dari penataan ruang publik yang tengah dilakukan Pemprov Jabar.

"Ya itu kan terkait dengan penataan ruang publik. Jadi untuk lebih nyaman, juga lebih sesuai dengan fungsi, lebih optimal sebagai peruntukannya. Jadi intinya pasti berdampak kepada perpustakaan," kata Kusmana dikutip, Sabtu (11/7/2026).

"Bukan berarti tidak ada keberpihakan. Jadi sebetulnya saya juga sudah koordinasi dengan Biro Umum, sedang dikaji nanti apakah pembagian ruang itu secara proporsional," ujarnya.

1. Biro Umum masih melakukan kajian soal pembangunan perpustakaan di Gasibu

Gedung Sate (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Biro Umum Setda Jabar, dikatakan dia, masih mengkaji konsep penempatan fasilitas literasi yang baru agar selaras dengan wajah baru kawasan Gedung Sate dan Gasibu. Kajian tersebut, mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kenyamanan pengunjung, kemudahan akses, hingga keberlanjutan layanan membaca bagi masyarakat.

"Jadi sedang dikaji oleh Biro Umum sebetulnya, hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan aspek kenyamanan, termasuk juga kemudahan akses, serta keberlanjutan pemanfaatan oleh masyarakat," ujarnya.

Kusmana mengakui keberadaan Perpustakaan Gasibu selama ini memiliki nilai tersendiri bagi masyarakat. Selain menjadi tempat membaca, perpustakaan tersebut juga menjadi ruang berkumpul, terutama saat akhir pekan. Bahkan, jumlah pengunjungnya mencapai sekitar seribu orang setiap bulan.

"Bahwa perpustakaan memiliki nilai dan kenangan bagi masyarakat di sana ya. Banyak juga sebetulnya pengunjungnya, hampir rata-rata sekitar per bulan itu ada yang 1.000, apalagi Sabtu-Minggu ya," katanya.

2. Berharap masih bisa ditempatkan perpustakan

Ilustrasi Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Saat disinggung kemungkinan perpustakaan kembali dibangun di kawasan Gasibu, Kusmana mengaku optimistis fasilitas tersebut tetap akan dihadirkan, meski dengan konsep yang menyesuaikan hasil penataan ruang publik.

"Mudah-mudahan ya, mudah-mudah ada lagi. Tapi juga kan ini juga sama-sama ruang publik dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekosistem literasi, sehingga keduanya dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Jadi semangat literasinya mah tetap," ungkapnya.

"Kalau kami menunggu saja nanti karena kan pastilah ada beberapa pemustaka juga yang bertanya seperti itu," tambahnya.

3. Perpustakaan kemungkinan diganti dengan sistem digital

Sekda Jabar Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, pembongkaran fisik bangunan Perpustakaan Gasibu dilakukan untuk mendukung proyek penataan ruang publik yang terintegrasi langsung dengan Halaman Depan Gedung Sate.

"Perpustakaan Gasibu menyesuaikan desain lanskap penataan halaman Gedung Sate yang terintegrasi dengan lapangan," kata Herman.

Herman bilang, penyesuaian rancangan ini untuk menyesuaikan fungsionalitas dan estetika kawasan pusat pemerintahan agar tampak jauh lebih rapi serta indah. Kata dia, seluruh pemenuhan administrasi penghapusan aset barang milik daerah telah diselesaikan secara legal sebelum konstruksi berlangsung.

"Ini untuk harmonisasi elemen alam dan buatan yang ada area Gasibu, sehingga lebih indah, rapi, dan fungsional. Sudah kami lengkapi dulu administrasi penghapusan barang milik daerah," ujarnya.

Kendati bangunan fisik yang lama telah tiada, Pemprov Jawa Barat menjamin komitmen penguatan literasi bagi publik di area tersebut tidak akan hilang. Sebagai solusi jangka panjang, fasilitas membaca konvensional di kawasan Gasibu akan beralih menuju ekosistem digital yang modern.

"Transformasi dari Perpustakaan Gasibu menjadi digital. Warga yang butuh koleksi fisik, kami sediakan perpustakaan keliling di sekitar Lapangan Gasibu," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article