Bandung, IDN Times - Jagat media sosial saat ini tengah ramai mengulas perbandingan APBD 2026 Pemprov Jawa Barat dan DKI Jakarta. Warganet banyak membandingkan pendapatan daerah dari dua provinsi tersebut. Pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan, Acuviarta Kartubi pun membeberkan pandangannya mengenai struktur fiskal dari dua provinsi ini.
Berdasarkan data yang dihimpun, rancangan Perubahan APBD 2026, pendapatan DKI Jakarta turun dari Rp71,45 triliun menjadi Rp69,36 triliun atau berkurang sekitar Rp2,09 triliun. Sementara belanja justru naik dari Rp74,28 triliun menjadi Rp75,08 triliun.
Dari postur tersebut, terdapat selisih sekitar Rp5,72 triliun antara pendapatan dan belanja DKI Jakarta. Untuk kebutuhan pembiayaan, DKI mencantumkan penerimaan pembiayaan Rp10,24 triliun yang antara lain berasal dari SiLPA 2025 sebesar Rp5,82 triliun dan penerimaan pembiayaan utang daerah Rp4,41 triliun.
Kondisi tersebut berbeda dengan Jawa Barat yang memiliki skala anggaran lebih kecil. Dalam Perubahan APBD 2026, pendapatan Jabar ditetapkan sekitar Rp27,85 triliun, sedangkan belanja mencapai Rp30,82 triliun. Kondisi itu menghasilkan defisit sekitar Rp3,26 triliun.
Belum lagi, Pemprov Jabar saat ini tengah menyiapkan opsi pinjaman daerah sekitar Rp3,4 triliun. Namun, rencana tersebut masih belum terealisasi karena beberapa pertimbangan.
