Saya sering mengatakan kepada mahasiswa, jangan menunggu memiliki bisnis besar untuk mulai belajar bisnis.
"Mulailah dari masalah kecil yang bisa kalian selesaikan."
Carilah UMKM di sekitar kampus. Tawarkan bantuan. Kelola media sosial mereka. Bantu membuat konten. Belajar menawarkan jasa. Rasakan bagaimana menghadapi pelanggan yang tidak membalas pesan, melakukan negosiasi harga, menerima kritik, bahkan mengalami penolakan.
Semua pengalaman itu adalah bagian dari proses pembelajaran yang tidak selalu bisa diperoleh di dalam ruang kelas. Di situlah semangat entrepreneurship yang sesungguhnya terbentuk.
Karena itu, pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi menurut saya tidak cukup berhenti pada penyusunan business plan. Mahasiswa perlu bertemu langsung dengan pasar dan mengalami sendiri bagaimana sebuah ide berkembang menjadi produk yang memiliki nilai. Mereka perlu menguji gagasan kepada konsumen, memahami kebutuhan pasar, serta membangun portofolio nyata yang kelak akan menjadi modal penting ketika memasuki dunia kerja maupun dunia usaha.
Saya percaya mahasiswa Program Studi Sekretaris, khususnya di Taruna Bakti University, tidak harus meninggalkan kompetensi kesekretarisan untuk menjadi entrepreneur. Justru kompetensi tersebut dapat menjadi fondasi yang kuat untuk membangun bisnis.
Hari ini mereka mungkin sedang belajar mengatur agenda seorang pimpinan. Namun beberapa tahun ke depan, bukan tidak mungkin mereka justru sedang mengatur agenda bisnis yang mereka bangun sendiri.
Sejalan dengan misi Taruna Bakti University untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi digital, berkarakter unggul, serta mampu berkiprah sebagai entrepreneur di tataran global, mahasiswa sekretaris tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja. Mereka juga memiliki peluang besar untuk menjadi pencipta lapangan kerja.
Pada akhirnya, di era ketika teknologi semakin canggih dan perubahan berlangsung begitu cepat, kemampuan berkomunikasi, membangun relasi, dan menciptakan kepercayaan akan tetap menjadi modal yang bernilai. Dan bagi mahasiswa sekretaris, modal itu sesungguhnya sudah mereka miliki sejak berada di bangku kuliah.
Artikel ini merupakan Opini dari: Roni Mulyana, M.I.Kom., CI,
Dosen Taruna Bakti University, Praktisi Bisnis, Founder VokasiHub