Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kurangi Kecanduan Gawai, Disdik Jabar Wajibkan Pelajar SMA Ikut Teater
Ilustrasi Pelajar. (IDN Times/Mardya Shakti)
  • Disdik Jawa Barat mewajibkan siswa SMA dan SMK mengikuti Teater Masuk Sekolah sejak tahun ini melalui Surat Edaran Nomor 107/PK.03.03/DISDIK.

  • Program ini ditujukan mengurangi kecanduan gawai dan risiko perundungan, sekaligus melatih karakter, olah rasa, berpikir, komunikasi, ekspresi, serta interaksi langsung siswa.

  • Sekolah bebas mengatur pelaksanaan, termasuk berkolaborasi dengan komunitas teater dan mengintegrasikan lintas pelajaran, dengan tetap menjaga keamanan, inklusivitas, perlindungan siswa, dan pembelajaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun ini

Disdik Jawa Barat mulai menerapkan kewajiban kegiatan Teater Masuk Sekolah bagi pelajar SMA dan SMK melalui Surat Edaran Nomor 107/PK.03.03/DISDIK.

22 September 2026

Kepala Disdik Jawa Barat Purwanto menyatakan program teater wajib diterapkan untuk memperkuat karakter siswa dan mengurangi dampak kecanduan gawai, termasuk perundungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Disdik Jawa Barat mewajibkan pelajar SMA dan SMK mengikuti kegiatan Teater Masuk Sekolah sebagai bagian penguatan pendidikan dan kegiatan kokurikuler.
  • Who?
    Disdik Provinsi Jawa Barat, dipimpin Kepala Disdik Purwanto, menerapkan kebijakan bagi siswa SMA dan SMK serta memberi ruang kolaborasi dengan komunitas teater dan seniman.
  • Where?
    Kebijakan berlaku di SMA dan SMK di seluruh wilayah Jawa Barat, dengan pelaksanaan teknis diserahkan kepada masing-masing sekolah.
  • When?
    Program mulai diterapkan pada 2026 melalui Surat Edaran Nomor 107/PK.03.03/DISDIK. Purwanto menyampaikan penjelasan kebijakan pada Selasa, 22 September 2026.
  • Why?
    Program ditujukan untuk mengurangi kecanduan gawai dan risiko perundungan, serta mengembangkan karakter, olah rasa, olah pikir, komunikasi, ekspresi, dan interaksi langsung siswa.
  • How?
    Sekolah dapat mengadakan latihan, apresiasi, produksi, atau pementasan teater mandiri maupun bersama komunitas. Pelaksanaannya harus aman, inklusif, melindungi siswa, sesuai usia, dan tidak mengganggu pembelajaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sekolah SMA dan SMK di Jawa Barat sekarang wajib ikut teater. Dinas Pendidikan ingin anak-anak tidak terlalu sering main gawai dan tidak saling mengejek. Anak-anak bisa bermain, bicara, dan belajar seni bersama. Sekolah boleh latihan sendiri atau mengajak kelompok teater. Kegiatannya harus aman dan tidak mengganggu pelajaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Program Teater Masuk Sekolah membuka ruang bagi pelajar untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan berekspresi langsung melalui kegiatan yang dapat disesuaikan oleh masing-masing sekolah. Dengan kolaborasi lintas pelajaran serta komunitas seni setempat, kebijakan ini berpotensi memperkaya pengalaman belajar sambil tetap menempatkan keamanan, inklusivitas, dan perlindungan siswa sebagai perhatian utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat membuat kewajiban para pelajar di SMA dan SMK untuk ikut kegiatan teater. Hal ini dilakukan guna mengurangi kecanduan gawai yang berdampak pada hal negatif seperti terjadinya perundungan.

Kebijakan itu mulai diterapkan sejak tahun ini dan tertuang dalam Surat Edaran Nomor 107/PK.03.03/DISDIK tentang Teater Masuk Sekolah sebagai Bagian dari Penguatan Pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengklaim, melalui program Teater Masuk Sekolah, para murid bisa mengolah rasa dan pikiran. Para pelajar juga nantinya bisa memaksimalkan sisi kesenian.

"Teater masuk sekolah itu upaya kita untuk membuat anak-anak punya karakter yang baik. Pendidikan karakter itu kan olahraga, olah rasa, olah pikir, olah hati. Jadi pendidikan teater masuk sekolah itu untuk menghaluskan budi, seni estetika mereka," ujar Purwanto, Selasa (22/9/2026).

1. Mencegah perundungan di media sosial

ilustrasi pelajar(IDN Times/Mardya Shakti)

Selain itu, menurut dia, kegiatan teater juga bisa meminimalisir aktivitas negeri dari pelajar dalam bermain gawai yang memiliki kecendrungan negatif hingga akhirnya berujung pada perundungan. Sejumlah peristiwa dari perundungan pun kini sudah banyak ditemukan di Jabar.

"Karena itu penting di kala anak-anak kita hari ini kecanduan HP kemudian banyaknya siswa-siswa yang bullying semacam itu kalau di sekolah," ucapnya.

Dia mengungkapkan, teater memberi ruang bagi siswa untuk melakukan aktivitas bersama, berkomunikasi, berekspresi dan berinteraksi secara langsung. Karena itu, kegiatan tersebut tidak harus selalu berbentuk pementasan besar.

"Teknisnya itu ya diserahkan ke sekolah. Kan sekolah mempunyai otonomi untuk menerapkan pembelajaran mendalam dari Kementerian. Pembelajaran mendalam itu salah satunya adalah kemitraan belajar," ujarnya.

2. Sekolah bisa melibatkan sanggar teater di daerah masing-masing

Ilustrasi Pelajar SD (IDN Times/Mardya Shakti)

Disdik Jabar memberikan kesempatan untuk seluruh sekolah bisa berkolaborasi dengan komunitas teater yang ada di daerah masing-masing dalam menindaklanjuti Surat Edaran tersebut.

"Nah itu bisa menggandeng komunitas sanggar teater atau apapun untuk membuat produksi pementasan atau mengapresiasi sekadar mengapresiasi gitu ya atau latihan, nanti bisa diserahkan ke sekolah menjadi kokurikuler," ungkapnya.

Lebih lanjut, Purwanto mengungkapkan, Bahasa Indonesia, seni budaya, PPKn hingga pendidikan agama dapat dikolaborasikan melalui sebuah pertunjukan teater.

"Karena di kebijakan Kementerian itu sekarang salah satu untuk mencapai kelulusan salah satunya menggunakan kokurikuler. Kokurikuler itu ada lintas mata pelajaran, nanti di situ ada pelajaran kesenian, seni budaya, Bahasa Indonesia, PKN, agama bisa dikemas dalam satu pertunjukan namanya teater. Itu keren banget kalau diterapkan dengan baik," kata dia.

3. Sekolah wajib menindaklanjuti SE tersebut

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Purwanto memastikan, Teater Masuk Sekolah bukan sekadar kegiatan tambahan yang boleh dipilih sekolah. Program tersebut menjadi kebijakan yang wajib diterapkan SMA dan SMK di Jawa Barat.

"Ya karena itu sudah bersifat surat edaran ke sekolah ya dan kebijakan Pak Gubernur, sekolah-sekolah wajib menerapkan ini ya dalam bentuk mandiri, guru seni budaya boleh di situ membuat pentas pertunjukan, produksi pertunjukan atau apresiasi atau berkolaborasi dengan komunitas-komunitas atau seniman-seniman dari luar gitu," katanya.

Dalam surat edaran, pelaksanaan Teater Masuk Sekolah tetap harus memperhatikan keamanan, inklusivitas dan perlindungan siswa. Kegiatan juga harus disesuaikan dengan usia serta tahap perkembangan peserta didik dan tidak boleh mengganggu pembelajaran.

Curated For You

Editorial Team

Related Article