Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM tidak menolak atau membenarkan mengenai rumor duet bersama Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka untuk maju sebagai kontestan di Pilpres 2026. Sikap orang nomor satu di Jabar ini dinilai sedang melakukan co-branding politik.
Hal ini disampaikan oleh Guru Besar sekaligus Pakar Komunikasi Ilmu Politik Universitas Islam Bandung (Unisba), Prof Setiawan Santana Kurnia. Dia menilai, komunikasi KDM terkait isu tersebut dapat dibaca sebagai bagian dari strategi co-branding politik.
"Ini adalah sebuah strategi co-branding politik. Secara teori personalisasi politik, KDM sedang membangun brand sebagai pemimpin teknokratis, populis Jawa Barat dengan blusukannya, responsifnya menghadapi persoalan masyarakat," ujar Setiawan saat dihubungi, Rabu (23/9/2026).
