Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Isak Tangis Warnai Pemakaman Korban Kecelakaan Maut di KBB
(Bangkit Rizki/IDN Times)

Bandung Barat, IDN Times - Isak tangis keluarga mengiringi prosesi pemakaman tiga korban kecelakaan maut minibus jenis Daihatsu Sigra yang tertabrak Kereta Api Feeder di perlintasan tanpa palang pintu di Kampung Sumur Bor, RT 02/04, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Korban Neneng Rosmayanti (49) dan dua anaknya yakni Muhammad Putra Nugraha (2), Reina Rafika Putri (6) dikebumikan di pemakaman di wilayah Kampung Sukamanah, RT 01/02, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, KBB, daerah asal suami Neneng, Arief Solihin (34) pada Jumat (15/12/2023).

"Iya dimakamkan daerah sini, asal suaminya Bu Neneng. Dimakamkan tadi berjejeran. Yang jelas kami keluarga sangat kehilangan, apalagi Pak Arief (suami korban)," tutur Dita Aryani (22) kerabat korban.

1. Kronologi kecelakaan maut

(Bangkit Rizki/IDN Times)

Dita mengatakan, ketika itu Neneng bersama tiga anaknya yakni Riena Rafika Putri (6) dan M Putra Nugraha (3), Ratih Anggraeni (13) serta cucunya Syakila Lisdia Putri (5) akan pergi ke rumah orang tuanya di wilayah Cangkorah, Batujajar, KBB pada Kamis (14/12/2023).

"Ibu Neneng bersama anak dan cucunya itu mau ke rumah neneknya di Cangkorah," ucap Dita.

Keluarga tersebut akhirnya memesan angkutan online minibus jenis Daihatsu Sigra yang dikemudikan Ponidi (45). Dita mengatakan, angkutan online tersebut dipesan oleh anak yang paling besar. Mereka bertujuan untuk ikut mencuci baju di rumah orang tua korban Neneng.

"Jadi dipesenin angkutan online itu sama anaknya yang paling gede. Katanya pergi ke rumah neneknya itu mau ikut nyuci karena di rumahnya lagi kurang air," ucap dia.

2. Keluarga dapat informasi lewat telepon

(Bangkit Rizki/IDN Times)

Namun nahas saat melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu, minibus itu tertabrak Kereta Api Feeder Whoosh yang melaju dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Bandung untuk mengantarkan penumpang Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung. Minibus tersebut hingga 500 meter.

Dita mengatakan pihak keluarga menerima infomasi kecelakaan maut yang dialami keluarganya itu sekitar pukul 13.30 WIB. "Dapat telepon jam 1 lebih, suaminya lagi di sini, kemudian disuruh ke sana (TKP), korban udah dibawa ke rumah sakit," ujar Dita.

3. Jumlah korban ada lima orang

(Bangkit Rizki/IDN Times)


Hingga Jumat (15/12/2023) total korban yang meninggal dunia berjumlah lima orang. Yakni Rosmayanti (49), Riena Rafika Putri (6) dan M Putra Nugraha (3), Syakila Lisdia Putri (5) dan Ponidi (45). Sedangkan seorang korban lainnya, Ratih Anggraeni (13) yang masih mendapat perawatan intensif.

"Pasien atas nama Ratih sampai sekarang masih dalam pengawasan ketat karena cedera kepala berat juga, keadaannya juga kurang baik. Mudah-mudahan (membaik), kami sudah berusaha seoptimal mungkin," kata Direktur Utama RSUD Cibabat, Sukwanto Gamalyono

Editorial Team

Related Article