Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gubernur Jabar KDM Berpeluang Batalkan Tarik Utang Rp3,4 T ke PT SMI
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Pemprov Jawa Barat belum memutuskan pinjaman Rp3,4 triliun ke PT SMI; Gubernur Dedi Mulyadi menyebut peluangnya makin kecil setelah evaluasi kemampuan keuangan daerah.

  • Angka Rp3,4 triliun bukan defisit APBD, melainkan proyeksi pendapatan yang tidak tercapai dan terkait kegiatan baru, bukan program yang sedang berjalan.

  • Kas daerah dinilai cukup hingga September 2026 jika tidak ada proyek baru; Pemprov dapat menggeser belanja kurang strategis ke tahun berikutnya untuk menghindari utang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
September 2026

Hasil perhitungan Pemprov Jabar menunjukkan anggaran masih cukup untuk membiayai kegiatan berjalan jika tidak ada proyek baru berbiaya besar.

22 September 2026

KDM menyatakan Pemprov Jabar belum menarik pinjaman Rp3,4 triliun dari PT SMI. Kemungkinan pinjaman tersebut semakin mengecil setelah peninjauan kemampuan keuangan daerah.

hingga kini

Pemprov Jabar belum melakukan pinjaman kepada PT SMI dan masih mengupayakan penyesuaian belanja untuk menekan kebutuhan pembiayaan tambahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov Jawa Barat belum memutuskan rencana pinjaman Rp3,4 triliun kepada PT Sarana Multi Infrastruktur dan kemungkinan pinjaman tersebut semakin kecil.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang menghitung ulang kemampuan keuangan daerah; PT SMI menjadi calon pemberi pinjaman.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jawa Barat.
  • When?
    KDM menyampaikan kondisi tersebut pada Selasa, 22 September 2026, berdasarkan perhitungan anggaran Pemprov Jabar hingga September 2026.
  • Why?
    Pinjaman semula dipertimbangkan untuk menutup proyeksi target pendapatan yang tidak tercapai, bukan defisit APBD, serta membiayai kegiatan baru yang belum berjalan.
  • How?
    Pemprov Jabar mengupayakan penyesuaian belanja, termasuk menggeser kegiatan yang tidak strategis ke tahun berikutnya, dan tidak menambah proyek baru agar kas mencukupi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Jawa Barat belum jadi meminjam uang Rp3,4 triliun ke PT SMI. Gubernur Dedi Mulyadi bilang uang yang ada masih cukup untuk kegiatan yang sudah berjalan. Kalau tidak ada proyek baru, mereka tidak perlu pinjam. Kegiatan yang belum penting bisa dipindah ke tahun depan. Sekarang mereka masih berusaha tidak berutang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perhitungan ulang keuangan Jawa Barat membuka ruang bagi pengelolaan anggaran yang lebih hati-hati: kegiatan berjalan dinilai tetap dapat dibiayai tanpa tambahan proyek besar, sementara program yang belum strategis dapat dijadwalkan ulang. Dengan pinjaman PT SMI belum ditempuh dan kebutuhannya berpotensi mengecil, pemerintah provinsi menunjukkan upaya menekan pembiayaan tambahan melalui penyesuaian belanja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum mengambil keputusan soal rencana menarik pinjaman Rp3,4 triliun ke PT. Sarana Multi Infrastruktur untuk menutup proyeksi kekurangan pendapatan daerah. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi alias KDM menyatakan kemungkinan tersebut saat ini sudah semakin mengecil.

Mengecilnya kemungkinan tersebut diketahui setelah pemerintah provinsi menghitung kembali kemampuan keuangan daerah. KDM menegaskan, angka Rp3,4 triliun tersebut bukan merupakan defisit APBD, melainkan proyeksi target pendapatan yang tidak tercapai.

"Belum. Sampai sekarang Pemprov Jabar belum berutang (terkait PT SMI)," kata KDM di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (22/9/2026).

1. KDM sebut kemungkinan pinjam ada namun jumlahnya kecil

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Menurut dia, Pemprov Jabar masih memiliki ruang untuk menyesuaikan belanja apabila target pendapatan tidak mencapai angka yang telah ditetapkan. Salah satunya dengan menggeser kegiatan yang dinilai tidak terlalu strategis untuk dilaksanakan pada tahun berikutnya.

"Kalau Rp3,4 triliun, nanti bisa. Kalau dalam pandangan kita misalnya alokasi belanjanya sudah ada tapi dinilai tidak terlalu strategis dilaksanakan tahun ini, ya sudah geser saja tahun depan," katanya.

2. Tak ada proyek baru, kas dinilai cukup

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

KDM mengatakan hasil perhitungan pemerintah hingga September 2026 menunjukkan anggaran yang tersedia masih cukup untuk membiayai kegiatan yang telah berjalan. Syaratnya, Pemprov Jabar tidak menambah proyek atau kegiatan baru yang membutuhkan anggaran besar.

"Hitungan kami sampai bulan sekarang, andai kata kami tidak membuat proyek baru, sudah cukup uangnya," ucapnya.

Karena itu, KDM menegaskan proyeksi Rp3,4 triliun tersebut berkaitan dengan kegiatan baru yang belum dilaksanakan. Bukan anggaran untuk kegiatan yang sudah berjalan.

"Jadi Rp3,4 triliun itu sebenarnya kegiatan-kegiatan yang baru, bukan kegiatan yang sudah dilaksanakan," katanya.

3. Utang ke PT SMI belum jadi pilihan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Sebelumnya, opsi pinjaman melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menjadi salah satu alternatif pembiayaan Pemprov Jabar untuk menghadapi tekanan fiskal.

Namun, KDM mengatakan hingga kini pemerintah belum melakukan pinjaman tersebut. Pemerintah masih mengupayakan penyesuaian belanja agar kebutuhan pembiayaan tambahan dapat ditekan.

KDM pun menegaskan dirinya lebih memilih untuk tidak menambah utang daerah selama kebutuhan belanja masih dapat dipenuhi melalui pengelolaan anggaran yang ada.

"Tapi saya berusaha untuk tidak pinjam," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article