Peta wilayah terdampak gempa Flores. (BMKG)
Menurut Irwan, besarnya dampak gempa tidak hanya ditentukan oleh magnitudo. Kedalaman sumber gempa, jarak pusat gempa dengan permukiman, kondisi tanah, hingga kualitas bangunan turut menentukan tingkat kerusakan.
Gempa M7,7 yang relatif dangkal membuat guncangan perlu menjadi perhatian serius, terlebih jika sumber gempa berada dekat dengan kawasan yang dihuni masyarakat. Kondisi tanah tertentu juga dapat memperkuat guncangan melalui proses amplifikasi.
“Gempa ini magnitudonya pun signifikan, M7,7, kemudian kedalamannya dari beberapa sumber sekitar 10 sampai 15 kilometer. Dengan dua kombinasi ini dan ada kombinasi yang ketiga, yaitu lokasinya dekat dengan pemukiman,” jelasnya.
Menurut dia, kondisi bangunan menjadi faktor berikutnya yang menentukan apakah guncangan besar akan berubah menjadi kerusakan berat. Karena itu, bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan akibat gempa sebaiknya tidak langsung ditempati sebelum dinyatakan aman.
Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada fasilitas yang menjadi tumpuan masyarakat saat bencana, seperti sekolah, fasilitas kesehatan dan gedung pemerintahan.
“Kalau kita melihat sekilas lokasi, magnitudonya, kemudian kedalamannya, lokasi dengan kota, kemungkinan besar gempa ini bisa mengakibatkan dampak kerusakan yang cukup signifikan pada infrastruktur strategis,” tutur Irwan.
“Kami memberikan perhatian sangat serius terutama pada bangunan sekolah dan fasilitas kesehatan, selain juga fasilitas pemerintahan,” lanjutnya.
Peringatan tersebut menjadi penting karena fasilitas strategis justru dibutuhkan ketika bencana terjadi. Kerusakan pada sekolah, rumah sakit atau fasilitas pemerintahan dapat menghambat proses evakuasi, pelayanan masyarakat hingga pemulihan pascabencana.