Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Disdik Jabar Telusuri Kasus Sekolah Telat Lapor Keracunan MBG Sukabumi
ilustrasi MBG (bgn.go.id)
  • Disdik Jabar menelusuri dugaan keracunan MBG menu dimsum ayam jamur yang dialami 151 siswa dan guru SMKN 1 Gunungguruh, Sukabumi.

  • Menurut Disdik, sekolah baru mengetahui kasus pada Senin setelah banyak murid absen usai libur; sekolah mengaku kemudian melapor ke polsek dan puskesmas.

  • Data Puskesmas Cibolang mencatat 125 siswa dan 26 guru terdampak; mayoritas menjalani rawat jalan, sementara seorang guru sempat dirawat intensif dan kini kembali mengajar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
hari Jumat

Murid dan guru SMKN 1 Gunungguruh menyantap MBG menu dimsum ayam jamur.

hari Senin

Sekolah mengetahui dugaan keracunan setelah banyak murid tidak masuk. Sebanyak 151 korban terkonfirmasi dan sekolah disebut melapor ke polsek serta puskesmas.

Rabu (7/10/2026)

Forkopimcam dan kepala Puskesmas mengetahui kasus dugaan keracunan. Data Puskesmas Cibolang mencatat 151 korban, terdiri dari 125 siswa dan 26 guru.

Kamis (8/10/2026)

Disdik Jabar menyatakan masih menelusuri fakta kasus dan mengonfirmasi kronologi pelaporan sekolah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Diduga 151 siswa dan guru SMKN 1 Gunungguruh mengalami keracunan setelah menyantap MBG menu dimsum ayam jamur. Disdik Jawa Barat menelusuri laporan sekolah yang dinilai terlambat.
  • Who?
    Korban mencakup 125 siswa dan 26 guru SMKN 1 Gunungguruh. Disdik Jawa Barat, KCD, Puskesmas Cibolang, Forkopimcam Gunungguruh, kepolisian, dan sekolah terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Insiden terjadi di lingkungan SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Korban juga mendapatkan penanganan melalui Puskesmas Cibolang dan sebagian menjalani pengobatan di rumah.
  • When?
    MBG dikonsumsi pada Jumat, sebelum libur Sabtu-Minggu. Sekolah mengetahui banyak siswa tidak masuk pada Senin dan melapor ke polsek serta puskesmas. Peristiwa diketahui Forkopimcam pada Rabu, 7 Oktober 2026.
  • Why?
    Per saat ini penyebab dugaan keracunan masih ditelusuri. Sekolah disebut baru mengetahui setelah banyak siswa tidak masuk pada Senin, sementara gejala awal muncul terpisah selama akhir pekan.
  • How?
    Sebagian korban mengalami gejala seperti diare dan sakit perut, lalu berobat jalan di rumah atau puskesmas. Seorang guru sempat dirawat intensif di rumah sakit dan kini kembali mengajar. Disdik masih melakukan konfirmasi lapangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sebanyak 151 murid dan guru di SMKN 1 Gunungguruh, Sukabumi, diduga sakit setelah makan dimsum ayam jamur dari Makan Bergizi Gratis hari Jumat. Sekolah baru tahu hari Senin karena Sabtu dan Minggu libur. Sekolah lalu memberi tahu polisi dan puskesmas. Disdik Jawa Barat masih mengecek kejadian ini. Satu guru sudah pulih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah dugaan keracunan yang menimpa warga sekolah, terdapat tanda respons penanganan yang mulai berjalan: pihak sekolah disebut segera menghubungi kepolisian dan puskesmas setelah informasi terkumpul pada Senin. Sebagian besar korban menjalani pengobatan di rumah, sementara guru yang sempat dirawat intensif telah kembali menjalankan tugas mengajar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat angkat bicara mengenai dugaan 151 murid serta guru SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu dimsum ayam jamur. Adapun peristiwa ini baru diketahui pada Rabu (7/10/2026).

Disdik Jabar meluruskan kabar pihak sekolah yang disebut tidak melaporkan kejadian ini ke pihak kewilayahan. Kepala Disdik Provinsi Jabar, Purwanto mengatakan, berdasarkan keterangan dari Kantor Cabang Dinas (KCD) peristiwa ini diketahui setelah dua hari makan MBG.

"Berdasarkan laporan ke saya. Jadi kan kejadiannya hari Jumat makannya (MBG), nah, pihak sekolah itu karena kan langsung libur Sabtu-Minggu, kan. Tahunya itu Senin," ujar Purwanto saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).

1. Sekolah baru tahu kejadian di hari Senin

Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Menurut dia, pihak sekolah memang awalnya tidak mengetahui secara jelas soal kejadian ini, karena terpotong waktu libur hari Sabtu dan Minggu. Ketika hari Senin, kata Purwanto, jajaran guru baru mengetahui adanya dugaan keracunan ini.

"Jadi pihak sekolah itu tahunya itu dari hari Senin banyak yang enggak masuk. Ketika banyak yang enggak masuk, baru terkonfirmasi," ucapnya.

"Berdasarkan laporan, kayak gitu kronologinya. Jadi yang 151 itu, baru terkonfirmasi diakur-akurin hari Senin. Pas hari Sabtu mungkin ada yang mules sendiri di rumah, ada yang ke puskesmas gitu," katanya.

2. Kejadian ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian

Ilustrasi MBG. (IDNTimes/Tunggul Damarjat)

Kemudian, mendengar banyak murid yang mengalami dugaan keracunan tersebut, sekolah langsung melaporkan ke kepolisian setempat. Namun, hal tersebut, kata Purwanto baru sebatas informasi dari KCD.

"Nah, tapi setelah ketahuan itu, kata pihak sekolah, kata KCD juga tadi laporan ke saya, itu langsung laporan ke polsek, juga ke puskesmas pada hari Senin itu katanya," jelasnya.

Karena kejadiannya tidak secara massal, pihak sekolah, kata Purwanto, sebelumnya tidak mengetahui mengenai adanya keracunan ini. Wali murid pun tidak melaporkan soal kejadian ini ke sekolah karena terpotong waktu libur Sabtu dan Minggu.

"Langsung saat itu, mereka laporan ke polsek, karena kan hari Sabtu-Minggu itu libur, mungkin kan. Jadi dikira pada gejalanya bukan gejala massal kan, masing-masing ada yang diare, ada yang kayak gitu katanya," katanya.

3. Disdik Jabar melakukan penelusuran lebih lanjut

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Kendati begitu, Disdik Jabar masih akan menelusuri lebih lanjut mengenai fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Sebab, perkara keracunan MBG ini seharusnya bisa langsung ditangani pihak sekolah dengan melaporkan ke pihak berwajib.

"Ya ini kita masih konfirmasi. Kan kalau yang kayak gitu-kayak gitu kan kalau ketahuan harus langsung. Kami masih cek nanti seperti apa gitu," ujar Purwanto.

Sebelumnya, peristiwa keracunan ini diketahui oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama kepala Puskesmas pada Rabu (7/10/2026). Plt Camat Gunungguruh, Ridwan Agus Mulyawan mengatakan, pihak sekolah tertutup lantaran tidak melaporkan insiden ini pada saat kejadian.

"Pihak SMK tidak melaporkan kejadian tersebut kepada berbagai pihak kecuali ke SPPG," kata Ridwan.

Berdasarkan data dari Puskesmas Cibolang yang berkoordinasi langsung dengan pihak SMKN 1 Gunungguruh, total korban mencapai 151 orang yang mencakup 125 siswa dan 26 guru. Sebagian besar korban menjalani pengobatan jalan di rumah, sementara satu orang guru sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

"Sebagian siswa dan guru masih merasakan gejala tersebut dan menjalani pengobatan jalan di rumah masing-masing. Sementara satu orang guru yang sempat dirawat kini sudah dapat melaksanakan tugas mengajar kembali," kata Ridwan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article