Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Disdik Jabar Telusuri Kasus Sekolah Telat Lapor Keracunan MBG Sukabumi

Kota Bandung
3 min read
Disdik Jabar Telusuri Kasus Sekolah Telat Lapor Keracunan MBG Sukabumi
ilustrasi MBG (bgn.go.id)
  • Disdik Jabar menelusuri dugaan keracunan MBG menu dimsum ayam jamur yang dialami 151 siswa dan guru SMKN 1 Gunungguruh, Sukabumi.

  • Menurut Disdik, sekolah baru mengetahui kasus pada Senin setelah banyak murid absen usai libur; sekolah mengaku kemudian melapor ke polsek dan puskesmas.

  • Data Puskesmas Cibolang mencatat 125 siswa dan 26 guru terdampak; mayoritas menjalani rawat jalan, sementara seorang guru sempat dirawat intensif dan kini kembali mengajar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat angkat bicara mengenai dugaan 151 murid serta guru SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu dimsum ayam jamur. Adapun peristiwa ini baru diketahui pada Rabu (7/10/2026).

Disdik Jabar meluruskan kabar pihak sekolah yang disebut tidak melaporkan kejadian ini ke pihak kewilayahan. Kepala Disdik Provinsi Jabar, Purwanto mengatakan, berdasarkan keterangan dari Kantor Cabang Dinas (KCD) peristiwa ini diketahui setelah dua hari makan MBG.

"Berdasarkan laporan ke saya. Jadi kan kejadiannya hari Jumat makannya (MBG), nah, pihak sekolah itu karena kan langsung libur Sabtu-Minggu, kan. Tahunya itu Senin," ujar Purwanto saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).

  1. 1. Sekolah baru tahu kejadian di hari Senin

    Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
    Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

    Menurut dia, pihak sekolah memang awalnya tidak mengetahui secara jelas soal kejadian ini, karena terpotong waktu libur hari Sabtu dan Minggu. Ketika hari Senin, kata Purwanto, jajaran guru baru mengetahui adanya dugaan keracunan ini.

    "Jadi pihak sekolah itu tahunya itu dari hari Senin banyak yang enggak masuk. Ketika banyak yang enggak masuk, baru terkonfirmasi," ucapnya.

    "Berdasarkan laporan, kayak gitu kronologinya. Jadi yang 151 itu, baru terkonfirmasi diakur-akurin hari Senin. Pas hari Sabtu mungkin ada yang mules sendiri di rumah, ada yang ke puskesmas gitu," katanya.

  2. 2. Kejadian ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian

    Ilustrasi MBG. (IDNTimes/Tunggul Damarjat)
    Ilustrasi MBG. (IDNTimes/Tunggul Damarjat)

    Kemudian, mendengar banyak murid yang mengalami dugaan keracunan tersebut, sekolah langsung melaporkan ke kepolisian setempat. Namun, hal tersebut, kata Purwanto baru sebatas informasi dari KCD.

    "Nah, tapi setelah ketahuan itu, kata pihak sekolah, kata KCD juga tadi laporan ke saya, itu langsung laporan ke polsek, juga ke puskesmas pada hari Senin itu katanya," jelasnya.

    Karena kejadiannya tidak secara massal, pihak sekolah, kata Purwanto, sebelumnya tidak mengetahui mengenai adanya keracunan ini. Wali murid pun tidak melaporkan soal kejadian ini ke sekolah karena terpotong waktu libur Sabtu dan Minggu.

    "Langsung saat itu, mereka laporan ke polsek, karena kan hari Sabtu-Minggu itu libur, mungkin kan. Jadi dikira pada gejalanya bukan gejala massal kan, masing-masing ada yang diare, ada yang kayak gitu katanya," katanya.

  3. 3. Disdik Jabar melakukan penelusuran lebih lanjut

    IMG-20250807-WA0046.jpg
    Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

    Kendati begitu, Disdik Jabar masih akan menelusuri lebih lanjut mengenai fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Sebab, perkara keracunan MBG ini seharusnya bisa langsung ditangani pihak sekolah dengan melaporkan ke pihak berwajib.

    "Ya ini kita masih konfirmasi. Kan kalau yang kayak gitu-kayak gitu kan kalau ketahuan harus langsung. Kami masih cek nanti seperti apa gitu," ujar Purwanto.

    Sebelumnya, peristiwa keracunan ini diketahui oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama kepala Puskesmas pada Rabu (7/10/2026). Plt Camat Gunungguruh, Ridwan Agus Mulyawan mengatakan, pihak sekolah tertutup lantaran tidak melaporkan insiden ini pada saat kejadian.

    "Pihak SMK tidak melaporkan kejadian tersebut kepada berbagai pihak kecuali ke SPPG," kata Ridwan.

    Berdasarkan data dari Puskesmas Cibolang yang berkoordinasi langsung dengan pihak SMKN 1 Gunungguruh, total korban mencapai 151 orang yang mencakup 125 siswa dan 26 guru. Sebagian besar korban menjalani pengobatan jalan di rumah, sementara satu orang guru sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

    "Sebagian siswa dan guru masih merasakan gejala tersebut dan menjalani pengobatan jalan di rumah masing-masing. Sementara satu orang guru yang sempat dirawat kini sudah dapat melaksanakan tugas mengajar kembali," kata Ridwan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More