Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cerita Ibu Tio Tak Saksikan Asian Games, Rayakan Medali dengan Doa
Cerita Ibu Tio Hatauruk Tak Saksikan Asian Games, Rayakan Medali dengan Doa. dok Istimewa
  • Tio Hatauruk meraih medali perunggu Asian Games 2026 bersama tim soft tenis Indonesia; ibunya, Tita Hendrawati, mengetahui kabar itu dari istri Tio karena tidak bisa menyaksikan pertandingan.
  • Tita bersyukur atas pencapaian Tio meski target maksimal belum tercapai, serta berharap perjuangan tim soft tenis Indonesia berlanjut untuk memenuhi target yang ditetapkan.
  • Tio mengenal tenis sejak usia tujuh tahun melalui ayahnya yang pelatih, dan sebelum berangkat bertanding ia meminta doa keluarga untuk kelancaran, kesehatan, serta tetap beribadah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Medali perunggu yang diraih Tio Hatauruk bersama tim soft tenis Indonesia di Asian Games 2026 menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga. Sang ibu, Tita Hendrawati, memang tak bisa menyaksikan langsung perjuangan anaknya saat bertanding, tetapi kabar keberhasilan Tio tetap dinantikan dari jauh.

Tita mengaku tidak dapat mengikuti pertandingan Tio secara daring maupun melalui televisi. Ia hanya mendapatkan kabar dari istri Tio mengenai perkembangan pertandingan hingga akhirnya mengetahui sang anak berhasil membawa pulang medali perunggu.

"Enggak, ya. Kita enggak bisa, cuma dikasih tahu sama istrinya aja. Karena enggak bisa buka, ya kita gaptek lah," ujar Tita saat berbincang dengan IDN Times, Senin (21/9/2026).

1. Bersyukur Tio kembali membawa pulang medali

Cerita Ibu Tio Hatauruk Tak Saksikan Asian Games, Rayakan Medali dengan Doa. dok Istimewa

Meski Tio belum berhasil mencapai target maksimal, Tita tetap bersyukur atas medali perunggu yang diraih anaknya. Baginya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari perjuangan panjang yang telah dilalui Tio sebagai atlet.

"Tanggapannya sih senang ya, meskipun belum mencapai maksimal ya. Segitu juga sudah alhamdulillah," katanya.

Tita berharap perjuangan Tio dan tim soft tenis Indonesia masih berlanjut hingga mampu memenuhi target yang telah ditetapkan.

"Mudah-mudahan target yang tim dari Indonesia itu harapkan terwujud," ujarnya.

2. Sejak usia 7 tahun, Tio sudah dikenalkan dengan tenis

Cerita Ibu Tio Hatauruk Tak Saksikan Asian Games, Rayakan Medali dengan Doa. dok Istimewa

Perjalanan Tio sebagai atlet ternyata sudah dimulai sejak masih kecil. Tita mengatakan, keluarga mereka memang memiliki latar belakang olahraga. Ayah Tio merupakan pelatih tenis sehingga olahraga sudah dikenalkan kepada Tio sejak usia tujuh tahun.

"Tio kan sebetulnya kita keluarga itu memang keluarga dari atlet. Karena dulu papahnya kan pelatih tenis. Dari umur 7 tahun lah dia sudah ibu masukin ke bidang olahraga tenis itu," tutur Tita.

Menurut Tita, pengalaman tersebut menjadi dasar bagi Tio untuk terus berkembang hingga akhirnya menekuni soft tenis. Tak hanya Tio, sang kakak juga sempat menekuni dunia olahraga. Namun, karier sang kakak hanya sampai ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) sebelum kemudian bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Kini, Tita berharap perjalanan Tio juga dapat membawanya pada kesempatan serupa setelah menyelesaikan karier sebagai atlet.

"Abangnya dulu juga kan sama, namanya, tapi dia hanya sampai PON. Dia sudah masuk ASN, sudah kerja. Nah, ibu juga berharap mudah-mudahan Tio juga bisa masuk lah ASN. Zaman sekarang kan sulit ya," katanya.

3. Seminggu sebelum bertanding, Tio pulang untuk meminta doa

ilustrasi doa (freepik.com/freepik)

Di balik perjuangan Tio di arena pertandingan, ada doa keluarga yang terus menyertainya. Tita mengatakan, sekitar satu minggu sebelum keberangkatan, Tio sempat datang menemui keluarga.

Kedatangannya bukan sekadar untuk berpamitan. Tio juga meminta doa kepada sang ibu agar diberikan kelancaran selama mengikuti kompetisi.

"Iya jelas, dia seminggu sebelum berangkat juga datang ke sini ke kita. Gitu dia minta doa ya sedikit-sedikit lah. Mudah-mudahan Allah berikan yang terbaik. Terutama sehat walafiat, itu aja dulu," ucap Tita.

Tita pun memiliki pesan sederhana yang selalu disampaikan kepada Tio sebelum bertanding. Ia meminta anaknya untuk tetap menjalankan ibadah dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan.

"Iya, saya suruh salat aja terus tawakal kepada Allah. Enggak mau apa lagi, semua kan yang menggerakkan tuh bukan apa-apa ya. Segimana bagusnya, tapi kalau lupa diri kepada agamanya sendiri, ya, ya," kata Tita.

Kini, medali perunggu Asian Games 2026 menjadi buah dari perjalanan panjang Tio sejak mengenal tenis di usia tujuh tahun. Bagi Tita, medali tersebut bukan sekadar pencapaian di arena olahraga, tetapi juga menjadi alasan untuk kembali bersyukur dan terus mendoakan perjalanan anaknya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article