Cawalkot Arfi Ingin Jalanan Bandung Lebih Terang Demi Tekan Kejahatan

Bandung, IDN Times - Kondisi penerangan jalanan di Kota Bandung pada malam hari dianggap tidak layak. Masih banyak kawasan yang gelap dan bisa berdampak pada tingginya angka kejahatan di malam hari.
Cawalkot Arfi Rafnialdi pun mengusung program Bandung Caang. Program itu bermaksud meminimalisasi kerawanan gangguan keamanan sekaligus efisiensi penggunaan energi maupun biaya. Hal itu bermuara pada peningkatan keamanan dan kenyamanan bagi warga Kota Bandung maupun wisatawan.
Arfi meneruskan informasi dari Forum Warga Bandung, warga dari sejumlah wilayah Kota Bandung mengeluhkan kondisi jalan yang minim penerangan. Dia bahkan sempat meninjau sejumlah ruas jalan yang minim penerangan seperti di kawasan Tamansari. Ia mengamati kondisi penerangan jalan di area itu yang cenderung redup, padahal kawasan tersebut jalur aktif dan area aktivitas mahasiswa.
"Program Bandung Caang merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan estetika kota dengan memperbaiki serta memperbanyak penerangan jalan umum di seluruh wilayah kota. Melalui program itu, kami berencana mengganti lampu jalan yang rusak dan menerangi wilayah-wilayah yang selama ini minim pencahayaan, terutama di daerah pinggiran dan kawasan rawan kejahatan," ucap Arfi melalui siaran pers dikutip, Minggu (13/10/2024).
1. Pencahayaan yang lebih baik memberikan rasa aman

Menurut Dinas Perhubungan Kota Bandung, total kebutuhan penerangan jalan -termasuk penerangan jalan lingkungan (PJL)- sekitar 67 ribu titik. Sementara itu, jumlah eksisting penerangan di Kota Bandung berjumlah sekitar 41 ribu titik. Tak semua dari penerangan jalan yang ada pun berkondisi baik. Banyak di antaranya yang tak berfungsi optimal.
Arfi turut menyampaikan hasil studi dari National Bureau of Economic Research (NBER) di New York yang menemukan, bahwa penambahan lampu jalan dapat mengurangi kejahatan jalanan malam hari hingga 36-60%. Penelitian itu pun menunjukkan, bahwa pencahayaan yang lebih baik memberikan rasa aman bagi masyarakat dan membuat pelaku kejahatan berpikir dua kali sebelum bertindak di area yang terang. Lampu jalan berfungsi sebagai pencegah, karena meningkatkan visibilitas dan membuat warga lebih mudah memonitor lingkungan masing-masing.
"Fungsi itu sangat relevan di kota-kota seperti Bandung, di mana beberapa wilayah masih memiliki penerangan yang minim dan sering dikeluhkan karena menjadi lokasi rawan kejahatan," ucapnya.
2. Kondisi aman bisa tingkatkan perekonomian

Arfi menyampaikan, revitalisasi penerangan jalan merupakan bagian dari rencana besar Bandung untuk menjadi kota yang ramah bagi semua, penduduk maupun wisatawan. Dalam istilah lain, Bandung menjadi liveable dan lovable city.
Dengan pencahayaan yang lebih baik, Bandung akan menjadi kota yang lebih hidup di malam hari, mendorong warga untuk merasa aman dan nyaman saat berjalan atau berkendara kapan pun. Harapannya, program itu mampu mendukung pertumbuhan ekonomi malam hari dan menciptakan suasana kota yang lebih nyaman dan aman.
Tak hanya mengoptimalisasi untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga, gagasan Kang Arfi melalui program itu turut mengupayakan efisiensi konsumsi energi maupun biaya operasional. Pasangan ini pun siap mengganti lampu lama dengan LED yang lebih efisien.
Dengan teknologi pencahayaan modern, tutur Kang Arfi, program itu mampu memberikan pencahayaan yang lebih terang dan tahan lama, sekaligus mengurangi konsumsi energi hingga 50%. "Hal tersebut menjadi langkah untuk mendukung komitmen kota terhadap keberlanjutan lingkungan, bukan hanya meningkatkan keamanan di jalanan," ucap Kang Arfi.
3. Harus ada penggantian lampu yang lebih bagus

Kementerian ESDM bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Environment Programme (UNEP) melaksanakan proyek Advancing Indonesia's Lighting Market to High Efficient Technologies (ADLIGHT). Beberapa waktu lalu, National Project Manager ADLIGHT menyampaikan, lampu konvensional masih menggunakan merkuri. Sementara itu, berlaku pelarangan penggunaan merkuri mulai 2025.
ADLIGHT melaksanakan proyek percontohan penggunaan lampu LED pada APJ di sejumlah daerah. Capaian keseluruhan proyek percontohan ADLIGHT melampaui target penghematan energi dan reduksi emisi karbon dioksida (CO2) atas pemberian hibah dan komitmen replikasi, APJ pada 21 kabupaten atau kota, serta lampu di 5 bangunan gedung dan 2 residensial.
Realisasi penghematan energi mencapai 86,41 GWh, lebih tinggi dari target di akhir proyek yang 77,45 GWh. Sementara itu, realisasi reduksi CO2 mencapai 80,96 kTCO2, melebihi target yang 62,58 kTCO2.


















