Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG: Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Jabar Sepekan ke Depan
ilustrasi petir (pexels.com/Yaser Arafath)
  • BMKG Jawa Barat memprakirakan hujan ringan hingga sedang pada 28 September-4 Oktober 2026, dengan potensi petir dan angin kencang lokal akibat dinamika atmosfer.
  • Potensi hujan sedang disertai petir dan angin kencang mencakup sejumlah wilayah, terutama Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Tasikmalaya, Ciamis, Garut, dan Majalengka pada hari tertentu.
  • BMKG mengimbau warga serta instansi waspada banjir, longsor, dan pohon tumbang, serta berhati-hati merencanakan perjalanan karena cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BMKG bilang Jawa Barat mungkin sering hujan dari 28 September sampai 4 Oktober 2026. Hujannya bisa sedang, ada petir, dan anginnya kencang di beberapa tempat, seperti Bogor, Sukabumi, Bandung, dan Cianjur. Orang-orang diminta hati-hati karena bisa ada banjir, longsor, atau pohon jatuh. Cuaca bisa berubah cepat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Prakiraan rinci BMKG untuk sepekan mendatang memberi ruang bagi warga dan instansi terkait di Jawa Barat untuk memahami wilayah serta waktu yang berpotensi menghadapi hujan, petir, dan angin kencang. Ketersediaan pembaruan melalui kanal resmi juga mencerminkan adanya informasi cuaca yang dapat dipantau ketika kondisi atmosfer berubah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat memprakirakan sejumlah wilayah Jawa Barat masih berpotensi diguyur hujan pada pekan ini. Hujan diprediksi terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang pada 28 September hingga 4 Oktober 2026.

Selain hujan, BMKG mengingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut dapat terjadi secara lokal akibat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.

1. Sejumlah wilayah Jabar berpotensi diguyur hujan

Ilustrasi Hujan Deras. (IDN Times/Anjani Asra)

Kepala BMKG Jabar Rakhmat Prasetia menyebut, beberapa fenomena atmosfer masih mendukung peningkatan pertumbuhan awan konvektif dan curah hujan di Jawa Barat dalam sepekan ke depan.

Salah satu faktor yang berpengaruh yakni gelombang ekuatorial Rossby yang diprakirakan melintasi wilayah Jawa Barat. Kelembapan udara pada lapisan 850–700 mb juga masih cukup basah, yakni berada pada kisaran 40–95 persen.

"Ditambah labilitas atmosfer yang berada pada kategori ringan hingga kuat, dapat mendukung terbentuknya awan konvektif dan hujan lokal di sejumlah wilayah," kata dia melalui siaran pers, Minggu (27/9/2026).

2. Ini wilayah yang berpotensi hujan pada 28 September-1 Oktober

Ilustrasi hujan (pexels.com/tu nguyen)

Pada Senin, 28 September 2026, hujan dengan intensitas sedang disertai potensi kilat atau petir dan angin kencang secara lokal diprakirakan terjadi di Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kota Cimahi, Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Ciamis, Sukabumi, Cianjur, Garut, serta Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

Kemudian pada Selasa, 29 September, potensi tersebut terdapat di Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Majalengka, Ciamis, Sukabumi, serta Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

Pada Rabu, 30 September, wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut yakni Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

Sementara pada Kamis, 1 Oktober, potensi hujan sedang disertai kilat atau petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di Kabupaten Bogor, Purwakarta, Subang, Cianjur, Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Majalengka, dan Garut.

Untuk Jumat, 2 Oktober, potensi cuaca tersebut tercatat di Kabupaten Bogor. Kemudian pada Sabtu, 3 Oktober, terdapat di Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Sedangkan pada Minggu, 4 Oktober, BMKG mencatat tidak ada wilayah yang masuk dalam daftar potensi tersebut.

3. BMKG minta warga waspada bencana hidrometeorologi

ilustrasi hujan deras (pexels.com/Rain Photography)

BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait tetap waspada karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Cuaca tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

"Masyarakat juga diminta berhati-hati saat merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara. Informasi cuaca terkini dapat dipantau melalui aplikasi InfoBMKG maupun kanal informasi resmi BMKG," ungkap Rakhmat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article