TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Berbisnis Arwana di Tengah Pandemi, Warga Bandung Mendulang Untung

Bisnis ikan arwana di tengah pandemi

pinterest

Bandung, IDN Times -- Kondisi pandemi COVID-19 saat ini membuat banyak orang banting setir, dari pegawai beralih berbisnis, atau dari satu bisnis ke bisnis lainnya. Salah satunya yang sedang hits adalah bisnis jual beli ikan hias.

Bagaimana lagi, toh pandemi COVID-19 nyatanya berdampak pada semua sektor hingga membuat banyak pegawai dirumahkan sementara, penjualan merosot, hingga PHK yang tak terhindarkan. dalam kondisi itu, memulai bisnis terdengar menjadi solusi terbaik.

Di sisi lain, masyarakat Bandung dan sekitarnya tengah menyukai memelihara ikan hias untuk menemani selama di rumah saja karena pembatasan sosial. Noor Yudistira (29 tahun) merespons peluang tersebut sebagai bisnis barunya selama wabah COVID-19.

1. Bisnis ikan arwana saat pandemi mulai diseriuskan

Foto pribadi / Noor Yudistira pebisnis ikan arwana

Menurutnya, ia sudah memelihara ikan arwana sejak 2015 lalu, meski baru serius dijadikan bisnis pada 2018. Awalnya, ia sekadar iseng agar up-to-date jenis ikan arwana yang lebih berkelas. Tujuan itu berakhir pada memulai jual beli ikan arwana sendiri.

"Kan arwana juga ada tingkatannya, dari yang biasa sampai mahal. Saya pengen upgrade aja, jadinya jual beli yang agak mahal tapi lama-lama lumayan ada duitnya. Jadi saya seriusin sampai bikin nama (brand) Noor Arowana," kata Yudi sapaannya saat dihubungi, Jumat (20/11/2020).

2. Koleksi ikan yang dijual dan harga yang fantastis

pinterest

Ada beberapa koleksi jenis ikan yang dijual di antaranya Banjar Red, Super Red, dan Golden Red. "Kalau liat market di Bandung saya main yang menengah ke atas jadi nggak terlalu yang atas banget. Misal Banjar red dan golden red, itu yang rame," ungkapnya.

Untuk harga Banjar Red, ia menjual ikan-ikannya di kisaran harga Rp750-800 ribu, sementara Golden Red ia jual dengan harga Rp1-1,5 juta per ikan. Selain itu, ada koleksi lain seperti Super Red dengan harga Rp3-5 juta.

"Bahkan pernah juga permintaan di atas Rp10 juta. Jadi untuk permintaan yang di atas Rp5 juta sih, saya  enggak nyetok. By order saja," ucapnya.

3. Ikan dari luar pulau

instagram.com/arowanasuperred

Untuk ikan-ikan yang sementara ini ia pelihara, sebenarnya didatangkan dari Kalimantan dan Riau. Ikan didapat dari peternaknya langsung, komunitas ikan arwana dan pedagang besar di Jakarta.

"Cuma saya harus ke Jakarta dulu semuanya. Melalui proses karantina setelah di bandara," katanya.

4. Penjualan via online

pexels/ Giftpundits.com

Untuk penjualan, lanjutnya dilakukan melalui Facebook. Di sana terdapat komunitas arwana Bandung dan Jakarta, yang mana menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli.

"Jual via online, kalau di Bandung orang datang ke rumah kalau di luar pulau dikirim. Waktu awal saja saya COD karena dulu enggak mikir ongkos bensin. Kalau COD ada minimal pesanan," kata dia.

5. Omset puluhan juta

Ilustrasi Uang (IDN Times/Arief Rahmat)

Yudi mengaku, dalam satu minggu ia bisa menjual sekitar 7-20 ikan arwana. Dengan angka penjualan itu, ia mengklaim bahwa bisnis ikan arwana ialah sesuatu yang menguntungkan.

Bahkan diperkirakan, omzetnya dalam satu bulan bisa mencapai sekitar Rp12-17 juta di hari biasa. Sementara di masa pandemi, dengan permintaan yang lebih tinggi, penghasilannya bisa mencapai Rp17-30 juta dalam satu bulan.

"Permintaan lebih banyak saat pandemi karena orang banyak di rumah nyari hobi. Alhamdulillah," syukurnya.

Berita Terkini Lainnya