TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

37 Ribu Kendaraan Pemudik Terjaring di Jawa Barat

Masih banyak masyarakat yang memaksakan mudik lebaran 2021

Abdul Halim/IDN Times

Purwakarta, IDN Times - Sebanyak 37 ribu unit kendaraan pemudik diputar balik di wilayah Jawa Barat. Jumlah tersebut berdasarkan data kepolisian selama masa larangan mudik lebaran 2021 yang dimulai pada Kamis (6/5/2021) lalu hingga 17 Mei mendatang.

Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono mengakui masih banyak masyarakat yang memaksakan mudik. Padahal, pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik untuk mencegah penularan COVID-19.

1. Penyekatan mudik untuk menyelamatkan masyarakat dari bahaya COVID-19

Ilustrasi (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Gatot beserta sejumlah pejabat Polri dan pemerintah daerah melakukan pengecekan langsung ke Pos Polisi Cikopo Kabupaten Purwakarta. Pada kesempatan itu, ia menegaskan komitmen polisi dalam Operasi Ketupat Lodaya 2021.

"Tujuan kita mengadakan operasi selain mengamankan kelancaran arus lalu lintas, utamanya, menjaga masyarakat melalui kegiatan-kegiatan penyekatan kepada masyarakat yang akan pergi mudik," kata Gatot seusai menggelar pertemuan tertutup di lokasi.

2. Sekitar 37 ribu kendaraan diputar balik di wilayah Jawa Barat

Ilustrasi Rambu Putar Balik (Unsplash.com/Jim Wilson)

Gatot menyebutkan penyekatan mudik dilakukan di 381 lokasi di seluruh Indonesia. Sedangkan, penyekatan di wilayah Jawa Barat disebar di 158 titik dan difokuskan di wilayah Kabupaten Karawang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bekasi.

"Bagi mereka yang tidak memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), tidak membuat surat keterangan VCR (hasil tes COVID-19) maka akan diputar balik. Untuk Jawa Barat, 37 ribu yang sudah diputar balik oleh jajaran Polda Jabar," tutur Gatot.

3. Penyekatan mudik dinilai masih berjalan lancar

Pemerintah larang mudik, petugas berjaga di salah satu wilayah Banten untuk mengawasi pemudik. ANTARA FOTO/Fauzan

Gatot mengklaim pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2021 masih berjalan lancar. Hal itu dinilai dari kejadian menonjol yang tidak terjadi selama pelaksanaannya. Di antaranya seperti kecelakaan lalu lintas dan tindak kejahatan.

Kelancaran tersebut dinilai sebagai hasil dari persiapan panjang yang dilakukan petugas sebelumnya. "Tujuanya untuk menyelamatkan masyarakat itu sendiri untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19," ujar Gatot menegaskan.

Berita Terkini Lainnya