Mission Impossible Persib Bandung Lolos Semifinal AFC Champions League

- Persib Bandung jarang mencetak lebih dari tiga gol dalam satu pertandingan, dengan catatan 31 gol dari 21 laga.
- Lini depan Persib belum optimal, dengan penyerang yang masih kurang berkontribusi dan kehadiran penyerang anyar Sergio Castel dari Spanyol.
- Pelatih Bojan Hodak tetap optimis bahwa timnya bisa bangkit dan melupakan kekalahan sebelumnya untuk fokus pada pertandingan berikutnya.
Bandung, IDN Times - Pekan depan Persib Bandung akan melakoni laga kandang menjamu Ratchaburi F.C, Rabu (18/2/2026). Pertandingan ini akan menjadi sebuah Mission Impossible untuk pasukan Maung Bandung karena untuk 90 menit pertandingan minimal mereka bisa melesakan tiga gol tanpa balas agar bisa melanjutkan pertandingan ke babak tambahan.
Dalam leg pertama yang dihelat di Thailand, Persib tumbang dengan skor telak, 3-0. Laga tersebut membuat Persib harus unggul empat gol jika ingin lolos ke babak semifinal AFC Champions League Two.
Langkah ini jelas tidak mudah bagi Persib yang selama ini sangat minim dalam membobol gawang lawan. Lini depan Pangeran Biru belum bisa berkontribusi banyak dalam urusan gol sehingga untuk bisa mendapatkan gol lebih dari dua tidak mudah untuk Persib.
1. Jarang mencetak lebih dari tiga gol

Sepanjang musim ini, Persib menjadi salah satu tim yang sedikit mencetak gol di kompetisi lokal dengan catatan 31 gol dari 21 laga. Sebagai pemuncak klasemen sementara angka ini masih sedikit di mana rival terdekat seperti Borneo dan Persija mencetak gol masing-masing capai 36.
Persib hanya bisa mencetak empat gol ketika berhadapan dengan Madura United, itu pun harus kemasukan satu gol dengan skor akhir 1-4, serta menundukkan PSBS Biak 3-0. Setelahnya, Persib mampu mencetak tiga gol tapi tetap harus kemasukan ketika melawan Borneo (3-1) dan Selangor FC (3-2).
2. Lini depan Persib belum optimal

Para penyerang Persib Bandung saat ini memang belum memperlihatkan keahliannya dalam mencetak gol. Sudah memiliki dua penyerang di awal musim, yaitu Andrew Jung dan Ramon, kedua pemain tersebut dianggap masih kurang berkontribusi.
Ini bisa terlihat dengan mendatangkan penyerang anyar, yaitu Sergio Castel dari Spanyol. Pemain yang sempat bermain di Malaga itu diharap bisa menjadi pencetak gol yang gacor untuk Persib. Sayang pada pertandingan melawan Ratchaburi F.C kemarin, sejumlah peluang Sergio belum maksimal sehingga tak ada gol untuk Persib.
3. Masih optimis bisa balikkan keadaan

Pelatih Persib, Bojan Hodak menegaskan, kondisi fisik dan mental anak asuhnya tetap terjaga menjelang laga melawan Ratchaburi FC pada leg kedua. Hodak menyadari, timnya baru saja menerima hasil yang kurang memuaskan berupa kekalahan 0-3 pada leg pertama. Namun, ia meminta timnya untuk segera melupakan kekalahan tersebut dan mengalihkan fokus sepenuhnya ke laga kandang nanti.
"Kondisi para pemain, secara fisik tidak apa-apa, secara mental tidak apa-apa," ujar Hodak, Sabtu (14/2/2026).
Pelatih asal Kroasia tersebut mengatakan, kekalahan adalah risiko yang tak terpisahkan dalam sepak bola. Baginya, yang terpenting saat ini adalah respon tim untuk bangkit dari situasi sulit.
"Tetapi kadang-kadang Anda harus kalah. Kadang-kadang itu perlu terjadi dalam permainan yang buruk. Sekarang, kita hanya perlu untuk fokus pada permainan berikutnya," tambahnya.
Hodak menilai skor 3-0 tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan. Ia menyebut ada beberapa faktor non-teknis, seperti perbedaan cuaca, yang mempengaruhi performa tim, meski ia meyakini timnya sempat mendominasi.
"Kami sedikit tidak beruntung dalam beberapa hal, cuacanya berbeda, banyak hal, tetapi hasilnya masih terlalu tinggi (skor kekalahan terlalu besar). Karena babak pertama saya percaya kami adalah tim yang lebih baik. Kami kalah, tetapi kami adalah tim yang lebih baik," katanya
















