- Main: 170
- Gol: 16
- Assist: 22
- Menit Bermain: 12.888 menit
Ini Statisik Layvin Kurzawa dan Dion Marx, Dua Pemain Anyar Persib

- Kurzawa adalah pemain multi-posisi dengan pengalaman bermain di klub Eropa seperti PSG, Fulham, AS Monaco, dan Boavista.
- Dion Markx memiliki pengalaman bermain di Divisi II Liga Belanda bersama TOP Oss dan akademi klub-klub ternama Belanda seperti Vitesse Arnhem dan NEC Nijmegen.
- Persib Bandung tidak ingin merekrut banyak pemain baru lagi untuk menghindari masalah di ruang ganti skuad, sesuai dengan kebijakan pelatih Bojan Hodak.
Bandung, IDN Times - Persib Bandung dipastikan tersenyum lebar pada Minggu (25/1/2026) malam WIB. Mereka mendapat dua kado tambahan, setelah Pangeran Biru membungkam PSBS Biak dengan 1-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Kado tersebut adalah gebrakan besar di bursa transfer paruh musim, dengan menyiarkan dua pemain anyar. Salah satunya adalah eks bintang Paris Saint-Germain dan Timnas Prancis, Layvin Kurzawa.
Kurzawa didatangkan untuk menambah daya tempur Persib dalam perburuan gelar Super League dan berbicara banyak di Liga Champions Asia Two (ACL 2). Ia diperkenalkan langsung di GBLA, tepat setelah Persib membungkam PSBS.
"Kami berharap pemain bersangkutan dapat berkontribusi sesuai ekspektasi klub, baik di Super League maupun di AFC Champions League Two," kata Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan dalam keterangan resmi klub.
Kejutan dari Persib tak sampai di situ. Mereka juga mendatangkan pemain diaspora Timnas Indonesia U-23, Dion Markx. Markx menambah daftar pemain diaspora Timnas saat ini yang merumput di Indonesia.
"Coach Bojan Hodak merekomendasikan penambahan pemain di sektor pertahanan. Dion adalah pemain muda dengan pengalaman Eropa dan latar belakang Timnas. Ini langkah strategis untuk menambah kedalaman skuad dan menjaga konsistensi performa hingga akhir musim," ujar Adhitia.
1. Kurzawa lama bermain di PSG

Kurzawa merupakan pemain kelahiran Fréjus, 4 September 1992. Dia dikenal sebagai pemain multi-posisi, di mana bek kiri adalah posisi utamanya. Namun, ia juga nyaman bermain sebagai sayap kiri maupun bek tengah. Fleksibilitas ini memberi banyak opsi bagi tim pelatih, terutama dalam situasi rotasi pemain, perubahan skema, atau kebutuhan spesifik di tengah pertandingan.
Secara karakter bermain, Kurzawa memiliki beberapa atribut yang relevan dengan kebutuhan Persib saat ini. Umpan akurat dari sisi kiri, kemampuan sweeping ball yang rapi, serta keberanian naik membantu serangan menjadi nilai tambah yang dicari. Ia bukan hanya bertahan, tetapi juga aktif dalam transisi permainan.
Sebelum bermain di Persib Kurzawa malang melintang bermain di klub Eropa seperti PSG, Fulham, AS Monaco, dan Boavista. Berikut rincian statistiknya:
Liga Perancis:
Liga Inggris:
- Main: 3
- Gol: -
- Assist: -
- Menit Bermain: 136 menit
Liga Portugal:
- Main: 4
- Gol: -
- Assist: -
- Menit bermain: 170 menit
2. Dion Markx jadi pemain junior di klub Belanda

Sebelum bergabung dengan Persib, Dion bermain di Divisi II Liga Belanda bersama TOP Oss. Ia juga menghabiskan masa pembinaan di akademi klub-klub ternama Belanda seperti Vitesse Arnhem dan NEC Nijmegen. Pengalaman tersebut membentuk karakter bermainnya sejak usia dini, terutama dalam membaca permainan dan duel di lini belakang.
Di level internasional, Dion telah mengenakan seragam Tim Nasional Indonesia kelompok usia, termasuk tampil bersama Timnas U20 dan masuk dalam radar regenerasi Timnas U23. Ia turut ambil bagian dalam babak kualifikasi Piala Asia, menegaskan statusnya sebagai salah satu bek muda potensial Indonesia. Berikut statistiknya:
Kekeun Kampion Divisie:
- Main: -
- Gol: -
- Assist: -
- Menit Bermain: -
U21 Div. 2 Fall:
- Main: 4
- Gol: 1
- Assist: -
- Menit bermain: 350
3. Persib tak ingin banyak pemain baru lagi

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak buka-bukaan soal pergerakan timnya di bursa transfer pemain paruh musim 2025-2026 ini. Dengan sedikitnya pemian baru, Bojan menghindari masalah di ruang ganti skuad Persib Bandung. Sehingga, satu atau dua pemain tambahan sudah lebih dari cukup.
“Banyak yang menanyakan kepada saya, kenapa Persib tidak mendatangkan banyak pemain. Dua musim lalu, kami hanya membawa Kevin (Mendoza) dan Stefano Beltrame. Pada musim lalu, kami hanya melakukan satu perubahan, Gervane Kastaneer,” kata Bojan Hodak.
ia merasa minimnya perekrutan pemain ini sudah menjadi hal yang biasa dilakukannya setiap musimnya. Hasilnya, Persib Bandung berhasil menyabet gelar juara Liga back to back pada musim 2023-2024 dan 2024-2025.
“Jadi saya tidak mengerti, apalagi kami sekarang ada di urutan pertama, kenapa harus merekrut 5-6 pemain, karena malah bisa menimbulkan masalah di ruang ganti,” tegasnya.
Selain itu, pelatih asal Kroasia ini harus mengikuti anggaran yang dimiliki Persib Bandung. Sebab, perubahan pemain bisa mempengaruhi ketepatan waktu saat mendapatkan gaji.
“Kami harus mengikuti anggaran, gaji tepat waktu. Kami harus mengikuti anggaran dan semua akan baik-baik saja,” kata dia
















