26 Ribu Bobotoh Bakal Padati Stadion GBLA saat Persib Jamu Persija
- Harga tiket dinaikkan karena laga Persib vs Persija masuk kategori big match dengan tingkat animo yang sangat tinggi.
- Penyesuaian harga merupakan bagian dari penerapan dynamic pricing untuk memastikan pertandingan berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh Bobotoh.
- Tim Persib meminta maaf atas kendala di aplikasi dan mengajak seluruh Bobotoh untuk bersama-sama menjaga atmosfer pertandingan yang aman, tertib, dan positif melalui kampanye.
Bandung, IDN Times - Antusiasme Bobotoh jelang laga antara Persihb Bandung menghadapi Persija Jakarta kembali terlihat dari tingginya permintaan tiket pertandingan. Bahkan, hanya dalam satu hari saja tiket laga tersebut sudah ludes terjual.
Jelang pertandingan, Persib menetapkan kuota penjualan sebanyak 26.000 lembar. Angka tersebut ditentukan berdasarkan rekomendasi dari pihak kepolisian serta hasil koordinasi lintas pihak terkait.
Head of Communications PT PERSIB Bandung Bermartabat Adhi Pratama menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan utama pada aspek keamanan dan kenyamanan penonton.
“Penetapan jumlah tiket ini bukan semata soal kapasitas, tetapi hasil koordinasi yang matang dengan berbagai pihak. Faktor keselamatan, kenyamanan Bobotoh, serta pengelolaan arus masuk dan keluar stadion menjadi prioritas kami,” ujar Adhi, Selasa (6/1/2026).
1. Harga tiket dinaikkan

Mengenai adanya penyesuaian harga tiket, Adhi menjelaskan bahwa laga Persib melawan Persija masuk dalam kategori big match dengan tingkat animo yang sangat tinggi. Dalam konteks tersebut, penyesuaian harga merupakan bagian dari penerapan dynamic pricing yang lazim digunakan dalam industri olahraga profesional.
“Dynamic pricing adalah mekanisme yang umum diterapkan, terutama pada pertandingan dengan permintaan yang sangat tinggi. Di saat yang sama, big match juga membawa konsekuensi pada peningkatan biaya operasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pengamanan tambahan, pengaturan lalu lintas, penambahan steward, hingga kesiapan teknis dan layanan penonton di dalam stadion.
“Penyesuaian harga dilakukan secara terukur dan tetap mempertimbangkan keterjangkauan, dengan tujuan utama memastikan pertandingan berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh Bobotoh,” lanjut Adhi.
2. Minta maaf atas kendala di aplikasi

Sementara itu, terkait keluhan sebagian Bobotoh mengenai aplikasi Persib yang sempat mengalami kendala, Adhi menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan. Menurutnya, lonjakan akses yang sangat tinggi dalam waktu bersamaan menjadi tantangan tersendiri pada momen big match.
“Pada pertandingan seperti ini, jutaan pengguna bisa mengakses aplikasi dalam waktu yang hampir bersamaan. Kondisi tersebut tentu berdampak pada performa sistem,” ungkapnya.
Meski demikian, Adhi memastikan bahwa tim Persib terus melakukan pemantauan dan perbaikan secara bertahap agar layanan kembali stabil.
“Masukan dari Bobotoh menjadi evaluasi penting bagi kami. Ini menjadi bahan pembelajaran agar ke depan kualitas layanan digital semakin siap menghadapi lonjakan animo yang tinggi,” tuturnya.
Adhi menyampaikan apresiasi atas dukungan, kepercayaan, dan kesabaran Bobotoh yang terus mengalir.
“Antusiasme luar biasa dari Bobotoh adalah energi besar bagi tim. Di saat yang sama, ini juga menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pertandingan, baik di stadion maupun melalui layanan digital,” pungkasnya.
3. Mari jaga keamanan dan kenyamanan bersama

Sejalan dengan hal tersebut, Persib juga mengajak seluruh Bobotoh untuk bersama-sama menjaga atmosfer pertandingan yang aman, tertib, dan positif melalui kampanye. Stadion Gelora Bandung Lautan Api bukan hanya tempat bertanding, tetapi rumah bersama yang mencerminkan identitas dan kebanggaan Kota Bandung.
Persib mengimbau Bobotoh untuk hadir dengan tiket resmi, mematuhi aturan dan arahan petugas, menjaga kebersihan, serta saling menghormati sesama penonton. Dengan dukungan yang dewasa dan bertanggung jawab, Persib percaya laga ini dapat berlangsung dengan lancar, nyaman, dan menjadi cerminan Bandung sebagai kota sepak bola yang bermartabat.















