Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Usai Kecelakaan Siswi SMKN 9, Akhirnya Zebra Cross Dibuat di Jalan Soetta
Usai Kecelakaan di Jalan Soetta, Dishub Bandung akan Buat Zebra Cross
  • Dishub Kota Bandung memasang zebra cross di Jalan Soekarno-Hatta depan ATR/BPN Jabar setelah kecelakaan yang melibatkan dua pelajar SMKN 9 saat menyeberang.
  • Pemasangan dilakukan setelah BPTD Jabar memberi izin; Dishub juga akan menempatkan personel pada jam sekolah, sementara rencana JPO terkendala anggaran dan perizinan.
  • Kecelakaan 21 Agustus 2026 melukai empat orang, termasuk dua pelajar dan dua pengendara motor; polisi menduga pengemudi kurang konsentrasi, tanpa korban jiwa atau luka berat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Setelah dua anak SMKN 9 Bandung tertabrak motor saat menyeberang, petugas membuat zebra cross di Jalan Soekarno Hatta. Empat orang terluka, yaitu dua anak sekolah dan dua orang di motor. Mereka dirawat di rumah sakit dan tidak ada yang meninggal. Sekarang petugas akan membantu anak-anak menyeberang saat jam sekolah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons pemasangan zebra cross di Jalan Soekarno Hatta menunjukkan tindak lanjut nyata terhadap kebutuhan keselamatan penyeberang, terutama pelajar. Sebagai langkah awal, marka ini didukung penempatan personel Dishub pada jam berangkat dan pulang sekolah, sementara kecelakaan sebelumnya tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka berat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Dinas Perhubungan Kota Bandung akhirnya membuat rambu atau marka jalan berupa zebra cross atau penyebrangan jalan di depan ATR/BPN Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Senin (24/8/2026) pagi. Pembuatan marka jalan ini menyusul adanya kecelakaan pekan lalu yang korbannya adalah dua pelajar SMKN 9 Bandung ketika hendak menyeberang jalan.

Kasi Perlengkapan Jalan Dinas Perhubungan Kota Bandung, Dimas Sodik menuturkan, marka jalan zebra cross ini lantaran banyak kejadian kecelakaan lalu lintas di kawasan itu.

"Sebenarnya permintaan untuk pemasangan zebra cross itu sudah sejak lama dan kami pun sudah melakukan permohonam mengajukan ke Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) kelas 1 Jabar yang memiliki kewenangan di Jalan Nasional, namun baru kemarin kami mendapatkan surat balasan untuk memasang marka dan kelengkapannya zona selamat sekolah," ujarnya, Senin (24/8/2026).

1. Belum bisa bangun JPO

Kondisi JPO MT Haryono, Kamis (13/8/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Pembuatan marka jalan ini pun, lanjutnya, untuk mengantisipasi kecelakaan terulang kembali di kawasan tersebut. Untuk pembanguna jembatan penyeberangan orang (JPO) yang lebih ideal, Dishub Bandung akan berkoordinasi dengan bidang terkait untuk pembangunannya membutuhkan anggaran besar dan proses perizinannya ke Kementerian Perhubungan serta Kementerian PUPR.

"Jadi, untuk antisipasi awal kami pasang marka zebra cross sebagai upaya meminimalisasi kecelakaan atau jangka pendeknya dahulu sekaligus pak Kadishub pun telah menginstruksikan akan tempatkan personel Dishub di kawasan ini, utamanya di jam sekolah seperti berangkat dan pulang guna membantu penyeberangan anak-anak sekolah," katanya.

2. Empat orang jadi korban kecelakaan

ilustrasi kecelakaan motor (unsplash.com/Mehmet Talha Onuk)

Sebelumnya, dua pelajar dari SMKN 9 Bandung tertabrak sepeda motor di Jalan Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Bandung, Jumat (21/8/2026). Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Fiekry Adi Perdana mengatakan, kecelakaan terjadi ketika sepeda motor Kawasaki Ninja bernomor polisi D 5350 AAA melintas di jalur cepat dari arah timur menuju barat. Saat berada di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai RR (16) dengan membonceng SS (15) menabrak AR (17) dan TW (16).

"Pengemudi sepeda motor Kawasaki Ninja melaju dari arah timur ke barat melalui jalur cepat. Setiba di TKP kurang konsentrasi sehingga menabrak penyebrang jalan," ujar Fiekry.

Benturan tersebut menyebabkan empat orang, yakni pengendara, penumpang sepeda motor dan dua pelajar, mengalami luka-luka. Mereka kemudian mendapat perawatan di RS Al Islam Kota Bandung.

Polisi menduga faktor kelalaian menjadi penyebab utama kecelakaan. Berdasarkan pemeriksaan awal, RR diduga kurang berkonsentrasi ketika mengendarai sepeda motor di jalur cepat.

"RR diduga lalai dalam berkendara dan tidak berkonsentrasi," katanya.

3. Tidak ada korban jiwa

Ilustrasi kecelakaan motor. IDN Times/Mia Amalia

Fiekry memastikan kecelakaan itu tidak menimbulkan korban jiwa, tidak ada juga korban yang mengalami luka berat. Adapun nilai kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan sekitar Rp1 juta.

Setelah menerima laporan, petugas Satlantas Polrestabes Bandung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi turut mengamankan sepeda motor yang terlibat serta melakukan pendataan terhadap korban dan saksi.

Editorial Team

Related Article