Bandung, IDN Times - Persoalan korupsi saat ini menjadi momok untuk Kota Bandung. Musababnya, beberapa tahun ke belakangan dua pejabat tinggi di kota ini, yaitu wali kota dan sekretaris daerah terjerat kasus korupsi.
Untuk menangani persoalan ini, calon wali kota Dandan menyebut bahwa prilaku korupsi khususnya oleh aparatur sipil negara (ASN) salah satunya karena ada kesempatan. Untuk itu selain memperbaikan standar operasional (SOP) dalam pekerjaan mereka juga harus diberikan penanaman kepribadian yang baik
"Kekuatan agama dan komitmennya harus ditingkatkan," ungkap Dandan dalam debat pertama Pilwalkot Bandung, Rabu (30/10/2024).
Menurutnya selama ini banyak aturan-aturan baru yang kadang tidak diketahui oleh ASN. Alhasil mereka kerap menjadi korban dalam kasus korupsi padahal tidak tahu menahu urusan tersebut.
"ASN ini sering jadi korban karena keteladaan pemimpinnya," ungkap Dandan.
Untuk itu, jika Dandan dan Arif terpilih mereka ingin mempersiapkan perlindungan untuk seluruh ASN. Sehingga ke depannya para pekerja ini tidak mendapatkan kriminalisiasi atau jadi korban atas kasus yang tidak dilakukannya.
"Kami harap ada advokasi untuk ASN yang mendapatkan kriminalisasi tersebut," paparnya.
Sementara itu, calon wakil wali kota Arif menyebut bahwa ASN melakukan korupsi karena mereka tidak mendapatkan upah layak sehingga mencari tambahan dari berbagai proyek. Untuk itu, pasangan ini pun ingin agar para ASN Bandung ke depannya bisa mendapatkan kembali intesif yang hilang atau dikurangi.
