Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tangani Sampah Kota Bandung, Insinerator Bakal Dipasang di Setiap TPS
IDN Times/Humas Kota Bandung

Bandung, IDN Times - Sampah di Kota Bandung masih menjadi masalah yang belum juga menemui titik solusi konkret. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih berupaya mengotak-atik sistem pengelolaan sampah yang lebih solutif.

Meski penanganan sampah sudah digulirkan melalui program Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan (Kang Pisman), Pemkot Bandung masih berupaya melakukan pengolahan sampah menggunakan teknologi seperti dengan metode insinerator.

Pengolahan sampah menggunakan metode insinerator ini terinspirasi oleh pengolahan sampah yang dilakukan Kota Baru Parahyangan. Mereka berhasil mengolah sampah dengan metode yang terbilang efektif.

1. Satu insinerator bisa musnahkan sampah 5 ton per hari

IDN Times/Humas Kota Bandung

Pelaksana Tugas Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, Pemkot Bandung berkomitmen dalam melakukan penanganan sampah. Metode insinerator ini dipilih untuk pengolahan sampah agar penanganan sampah di Kota Bandung bisa lebih cepat.

Namun, Yana sadar betul bahwa pengolahan sampah menggunakan insinerator memerlukan kapasitas yang cukup besar.

"Metode pengolahan sampah insinerator di sini kapasitas cukup besar, 5 ton per hari. Kita terus mencari metode, memang bagaimana pun sampah menjadi masalah bagi Kota Bandung," ujar Yana di Kota Baru Parahyangan, Selasa (28/12/2021).

2. Menghemat biaya angkut ke TPA

IDN Times/Humas Kota Bandung

Penggunaan metode insinerator ini dinilai bisa menghemat biaya APBD dengan metode pemusnahan sampah di setiap tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Teknologi ini menurutnya, memungkinkan jika dipasang di beberapa TPS di Kota Bandung.

"Kemungkinan bisa ditempatkan berbagai mesin dengan berbagai metode di TPS, sehingga tidak ada lagi sampah dari TPS ke TPA," kata Yana.

3. Sehari bisa musnahkan 5 ton sampah

IDN Times/Humas Kota Bandung

Sementara itu, Pengelola Insinetator, Ruby A. Rijanto menyampaikan, Kota Baru Parahyangan bisa mengolah sampah dengan jumlah sampai 5 ton per hari. Dengan demikian, sampah domestik yang dihasilkan oleh Kota Baru Parahyangan tidak terbuang dan menjadi beban di TPA.

"Sampah ini berasal dari warga sekitar cluster wilayah Kota Baru Parahyangan," tutur Yana.

4. Satu mesin bisa beroperasi 12 jam

IDN Times / Larasati Rey

Teknologi insinerator di Kota Baru Parahyangan bisa beroperasi selama 12 jam. Selama itu, sampah sebanyak 5 ton dalam sehari bisa dimusnahkan.

"Ini mampu beroperasi 12 jam, seperti dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. Bisa terus beroperasi mengolah sampah," katanya.

Editorial Team

Related Article