Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sukabumi-Garut Sumbang Kasus Kematian Bayi dan Ibu Hamil Terbanyak
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin (IDN Times/Siti Fatimah)
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin menyoroti sekitar 30 ribu kematian bayi dan 4 ribu kematian ibu hamil per tahun di Indonesia, yang dinilainya sangat tinggi.
  • Garut, Bogor, dan Sukabumi menjadi tiga kabupaten di Jawa Barat dengan kasus kematian bayi tertinggi; RSUP Hasan Sadikin dan RS Harapan Kita diminta mendampingi layanan daerah.
  • Untuk menangani 11.750 kasus stunting di Sukabumi, pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp50 miliar per tahun bagi gizi ibu hamil, terutama protein hewani dan pemantauan kesehatan rutin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak bayi dan ibu hamil meninggal setiap tahun di Indonesia. Pak Menteri Budi sedih melihatnya. Garut, Bogor, dan Sukabumi punya angka kematian bayi yang tinggi. Rumah sakit di Bandung dan Jakarta diminta membantu. Pemerintah juga memberi uang untuk makanan sehat bagi ibu hamil, seperti telur, ikan, dan ayam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tingginya angka kematian ibu dan bayi, perhatian langsung dari Menteri Kesehatan menghadirkan langkah penanganan yang lebih terarah. Pendampingan rumah sakit rujukan, penyetaraan standar layanan, serta alokasi lebih dari Rp50 miliar untuk gizi ibu hamil menunjukkan dukungan konkret bagi Sukabumi dalam memperkuat pencegahan sejak masa kehamilan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukabumi, IDN Times – Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyoroti tingginya angka kematian bayi dan ibu di fasilitas kesehatan daerah. Kabupaten Sukabumi bahkan masuk dalam jajaran wilayah penyumbang angka kematian bayi tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, tercatat sekitar 30 ribu bayi dan 4 ribu ibu hamil meninggal dunia setiap tahunnya. Budi tak mampu menyembunyikan keprihatinannya atas kondisi tersebut.

1. Angka kematian bayi dan ibu di Indonesia masih sangat tinggi

ilustrasi bayi terlelap (pexels.com/Laurie Ludes)

Menkes menilai angka fatalitas ibu dan bayi di Indonesia berada pada level yang sangat mengkhawatirkan. Duka mendalam yang dirasakan oleh para keluarga menjadi alasan utama penanganan masalah ini harus segera dituntaskan.

"Kematian bayi setiap tahun 30.000-an. Kematian ibu setiap tahun 4.000-an. Tinggi sekali. Untuk negara seperti Indonesia, tinggi. Saya sedih kan, karena saya bisa membayangkan gimana hatinya seorang ayah dan ibu kalau bayinya meninggal," ujar Budi saat ditemui di RSUD Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi, Rabu (12/8/2026).

2. Tiga daerah di Jawa Barat jadi penyumbang kasus terbanyak

Menkes Budi Gunadi Sadikin (IDN Times/Siti Fatimah)

Secara pemetaan wilayah, kasus kematian bayi paling dominan ditemukan di wilayah Jawa Barat dan Nusa Tenggara. Khusus di Jawa Barat, terdapat tiga kabupaten yang mencatatkan angka tertinggi, yaitu Garut, Bogor, dan Sukabumi.

"Memang ada tiga kabupaten yang tinggi tuh. Jadi yang tinggi tuh Jawa Barat dan di daerah Nusa Tenggara. Nah, di Jawa Barat itu Garut, Bogor, Sukabumi," sebutnya.

3. Rumah sakit provinsi diminta turun tangan

Suasana IGD RSHS Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Guna menekan angka kematian tersebut, Menkes mendorong peningkatan kualitas pelayanan di rumah sakit daerah. Ia menginstruksikan RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RS Harapan Kita untuk melakukan pendampingan penuh agar standar pelayanan di daerah setara dengan rumah sakit rujukan utama.

"Nanti saya minta Harapan Kita tuh turun, nanti turun dengan Hasan Sadikin. Itu tanggung jawab Hasan Sadikin juga. Rumah sakit Jawa Barat harus bagus. Kalau enggak bagus, saya marahnya bukan ke dirut bukan ke bupati, saya marahnya ke Hasan Sadikin. Artinya Hasan Sadikin ilmunya enggak dibagi-bagi sama yang lain. Ya harus bikin semua rumah sakit itu standar layanannya sama dengan Hasan Sadikin," paparnya.

4. Intervensi gizi ibu hamil kunci cegah stunting sejak dini

Ibu hamil di Sumba menerima manfaat Makan Bergizi Gratis selama 9 hari terakhir. (dok. Tim Komunikasi Prabowo)

Mengenai penanganan stunting yang di Kabupaten Sukabumi tercatat mencapai 11.750 kasus, Budi menekankan pentingnya pencegahan sejak masa kehamilan. Menjaga kecukupan gizi ibu hamil dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah bayi lahir.

"Jadi sebenarnya intervensi yang harus diutamakan adalah ke ibu hamil. Karena kalau dia udah lahir, udah stunting, kita ngurusnya kan biasanya ini dikasih makan, itu cuma 8 persenan. 12 persenan begitu lahir udah stunting, karena berat badan kurang," paparnya.

5. Optimalkan anggaran Rp50 miliar untuk kecukupan protein hewani

ilustrasi makanan protein hewani (pixabay.com/stevepb)

Untuk mendukung penanganan stunting, pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan khusus lebih dari Rp50 miliar per tahun untuk Kabupaten Sukabumi. Pemda dan Puskesmas diminta merealisasikan dana tersebut untuk penyediaan makanan bergizi, khususnya protein hewani, serta pemantauan rutin kesehatan ibu hamil.

"Pemerintah kasih dananya. Kalau enggak salah dapatnya Rp50 miliaran setahun. Itu bisa dipakai untuk membeli makanan tambahan terutama protein hewani itu. Paling gampang murah telur, kalau enggak ikan, kalau enggak ayam. Sehingga dengan demikian berat si ibu itu minimal naiknya 0,5 kg per minggu. Kalau itu udah naik, nah itu beres tuh. Asal dijaga aja gizinya ibu-ibu hamil ini, jangan sampai dia melahirkan bayi di bawah 2,5 kg," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article