Bandung, IDN Times - Program Light Up the Dream (LUTD) PLN UID Jawa Barat dinilai memiliki potensi lebih besar dari sekadar menghadirkan sambungan listrik bagi masyarakat. Program tersebut dinilai bisa dikembangkan menjadi pintu masuk untuk mendorong produktivitas, penguatan UMKM, hingga peningkatan pendapatan keluarga penerima manfaat.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad), Bonti Wiradinata, mengatakan ketersediaan listrik merupakan tahap awal yang perlu dilanjutkan dengan berbagai program pemberdayaan agar manfaatnya bisa berdampak terhadap perekonomian masyarakat.
“Stabilitas listrik adalah sebuah output, pintu awal untuk mendorong initial outcome dan ultimate outcome,” kata Bonti melalui siaran pers dikutip IDN Times, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, keberadaan listrik memungkinkan masyarakat menjalankan berbagai aktivitas yang sebelumnya terbatas. Selain kebutuhan sehari-hari, energi listrik dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif di tingkat keluarga.
Mulai dari menggunakan peralatan produksi, menyimpan bahan makanan, menjalankan usaha rumahan, hingga memanfaatkan perangkat digital bisa dilakukan setelah masyarakat memiliki akses listrik yang stabil. Karena itu, keberhasilan LUTD menurutnya tidak cukup hanya diukur dari jumlah rumah tangga yang mendapatkan sambungan listrik.
Dampak lanjutan seperti peningkatan produktivitas, pendapatan, dan kemandirian ekonomi keluarga juga perlu menjadi perhatian. “Ketika listrik hadir di suatu daerah, harus ada program lanjutan untuk membangun ekosistem yang integratif,” ujarnya.
Bonti menilai ekosistem tersebut penting agar masyarakat tidak berhenti sebagai konsumen energi, tetapi dapat menjadikan listrik sebagai salah satu modal untuk menghasilkan pendapatan.
