Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemprov Jabar Berencana Ambil Alih Pengelolaan Tanah PTPN-Perhutani
Ilustrasi perkebunan teh/Dok. PTPN IV PalmCo
  • Pemprov Jabar berencana mengambil alih pengelolaan lahan PTPN dan Perhutani, terutama di Gunung Wayang, Kabupaten Bandung, untuk ditanami tanaman khas kawasan.

  • Gubernur Dedi Mulyadi menargetkan penanaman 1.000 hektare dengan petani bergaji Rp2,5 juta per bulan, sebagai strategi mengatasi kemiskinan buruh perkebunan sayur.

  • Penanaman direncanakan dimulai Desember dengan 4.000 petani dan anggaran Rp120 miliar per tahun, demi pemulihan lahan Citarum serta perlindungan aktivitas industri hilir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
26 September 2026

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Pemprov Jabar berencana mengambil alih pengelolaan tanah PTPN dan Perhutani, terutama di Gunung Wayang. Lahan akan ditanami tanaman khas kawasan dengan petani bergaji.

Desember tahun ini

KDM menargetkan penanaman dimulai dengan menyiapkan 4.000 petani penanam pohon. Pemprov Jabar akan menggaji mereka Rp2,5 juta per bulan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov Jawa Barat berencana mengambil alih hak pengelolaan lahan PTPN dan Perhutani untuk ditanami tanaman khas kawasan serta dirawat oleh petani bergaji.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pemprov Jabar, PTPN, Perhutani, dan petani penanam pohon terlibat dalam rencana ini.
  • Where?
    Rencana difokuskan pada lahan di Jawa Barat, khususnya kawasan Gunung Wayang di Kabupaten Bandung, termasuk wilayah sekitar hulu Citarum.
  • When?
    Penanaman ditargetkan mulai Desember tahun ini. Dedi Mulyadi menyampaikan rencana tersebut di Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Sabtu, 26 September 2026.
  • Why?
    Langkah ini ditujukan untuk mengatasi kemiskinan buruh perkebunan, memulihkan lahan, menjaga kawasan hulu Citarum, dan mengurangi dampak kerusakan lingkungan serta banjir.
  • How?
    Pemprov Jabar menargetkan pengelolaan 1.000 hektare dan menyiapkan 4.000 petani penanam pohon bergaji Rp2,5 juta per bulan, dengan kebutuhan dana sekitar Rp10 miliar per bulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Jawa Barat mau mengelola tanah PTPN dan Perhutani di Gunung Wayang, Bandung. Pak Dedi Mulyadi ingin petani menanam pohon khas di sana. Petani akan dibayar Rp2,5 juta tiap bulan. Penanaman rencananya mulai Desember. Ini dilakukan supaya warga tidak miskin dan hutan serta Sungai Citarum tetap terjaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rencana Pemprov Jawa Barat menempatkan petani sebagai bagian penting pemulihan lahan: mereka tidak hanya dilibatkan menanam dan merawat hutan, tetapi juga direncanakan menerima penghasilan bulanan yang lebih layak. Pendekatan ini menunjukkan upaya mengaitkan kesejahteraan warga perkebunan dengan perlindungan kawasan Gunung Wayang dan keberlanjutan fungsi Citarum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengambil alih hak pengelolaan tanah-tanah milik PTPN maupun Perhutani yang ada di Jabar, khususnya yang berada di kawasan Gunung Wayang di Kabupaten Bandung.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menyatakan, pengambilalihan hak pengelolaan dilakukan untuk selanjutnya ditanami dengan tanaman-tanaman khas kawasan tersebut.

"Saya targetkan seribu hektar lahan biar selesai. Petaninya yang nanamnya saya gaji Rp2,5 juta perbulan. Satu orang 2 hektare, sehingga diperlukan 500 orang," ucap KDM di Situ Cisanti Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026).

1. Diyakini bisa bantu kurangi kemiskinan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

KDM menegaskan bahwa langkah ini dilakukan sebagai salah satu strategi untuk menyelesaikan kemiskinan yang dialami banyak warga di daerah perkebunan sayur. Mulai dari Cianjur Selatan, Garut Selatan kemudian Bandung Selatan.

Menurutnya, kemiskinan terjadi di wilayah-wilayah tersebut karena upah buruh sangat murah, yaitu Rp30.000, Rp25.000 dan terkadang ada yang masih Rp20.000.

"Dan strategi ini dibiarkan miskin untuk apa? Agar mereka patuh. Saya termasuk pemimpin yang tidak mau kepatuhan disebabkan oleh kemiskinan, saya ingin kepatuhan disebabkan oleh kesejahteraan," kata KDM.

2. Masyarakat sekitar akan diberdayakan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

KDM berencana agar penanaman akan dimulai pada bulan Desember tahun ini, dengan jumlah petani penanam pohon yang disiapkan sebanyak 4.000 orang. Petani penanam pohon akan digaji tiap bulan Rp2,5 juta sehingga Pemprov Jabar menyediakan sekitar Rp10 miliar per bulan atau Rp120 miliar per tahun.

Dana tersebut, menurut KDM, tidak ada artinya dibandingkan banjir luapan Citarum yang disebabkan oleh kerusakan lahan sekitar sungai tersebut.

Citarum yang memiliki sedimentasi harus dikeruk dengan biaya pengerukan dalam setiap tahun lebih dari Rp1 triliun. Ditambah lagi biaya yang harus dikeluarkan karena banjir dan perbaikan lingkungan serta infrastruktur.

3. Citarum harus tetap terjaga

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Selain itu menurut KDM, dengan adanya Citarum, akan menghasilkan pendapatan negara berapa yang besar. Dengan adanya pembangkit di Cirata, Saguling dan Jatiluhur, dipastikannya menghasilkan hingga triliunan rupiah.

"Setelah itu lahir kawasan industri di Purwakarta, Kerawang, Bekasi, perpuratan uangnya puluhan triliun dalam setiap bulan. Kalau Citarum mengering, Cisanti mengering, gunung wayangnya mengering, maka industri di situ akan mati," katanya.

KDM menuturkan, pengeluaran Pemprov Jabar tidak melulu hanya untuk proyek, tetapi juga perlu untuk kesejahteraan rakyat, seperti menggaji petani untuk menanam pohon dan merawat hutan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article