Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Sistem Keamanan OKX yang Didukung Teknologi AI
Ilustrasi Artificial Intelligence atau AI (Freepik/Rawpixel)
  • OKX melaporkan cadangan aset utama senilai US$27,4 miliar; delapan aset, termasuk BTC dan ETH, memiliki rasio cadangan minimal 100 persen pada verifikasi 8 September 2026.
  • OKX Protect menggabungkan AI, machine learning, pengawasan manusia 24 jam, serta evaluasi Hacken, CertiK, dan SlowMist untuk mendeteksi penipuan, deepfake, aktivitas mencurigakan, dan risiko on-chain.
  • Selama Januari–Agustus 2026, sistem perlindungan OKX membantu melindungi 690.099 pengguna dan aset US$1,36 miliar, serta mencegah potensi kerugian penipuan US$36,5 juta bagi 55.570 pengguna.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Platform perdagangan aset kripto OKX memperkuat komitmen terhadap keamanan dan transparansi melalui laporan Proof of Reserves (PoR) bulanan serta pengembangan OKX Protect. Kerangka perlindungan ini menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI), pengawasan manusia sepanjang waktu, dan evaluasi dari pakar keamanan independen.

Dalam laporan PoR ke-47, OKX mencatat aset utama senilai USD27,4 miliar. Berdasarkan verifikasi per 8 September 2026 pukul 00.00 UTC+8, delapan aset utama yang dilaporkan, yakni BTC, ETH, USDT, USDC, XRP, DOGE, SOL, dan OKB, memiliki rasio cadangan sebesar 100 persen atau lebih.

Publikasi laporan selama 47 bulan berturut-turut menjadi bagian dari upaya OKX menjadikan transparansi sebagai praktik berkelanjutan. Melalui mekanisme PoR, pengguna dapat memeriksa apakah aset pelanggan didukung oleh cadangan yang tersedia.

“Kepercayaan tidak cukup dibangun melalui janji. Kepercayaan perlu didukung oleh transparansi yang dapat diverifikasi dan perlindungan yang terus berkembang,” kata Ferry, Growth Manager OKX Wallet. Ia menambahkan, laporan PoR bulanan dan OKX Protect ditujukan untuk memberikan visibilitas lebih jelas kepada pengguna sekaligus memperkuat keamanan dalam menghadapi ancaman baru.

1. OKX Protect mengandalkan teknologi AI untuk mendeteksi ancaman

Mengenal Sistem Keamanan OKX yang Didukung Teknologi AI (Dok. OKX)

OKX Protect dirancang sebagai sistem perlindungan berlapis yang mencakup keamanan akun, aset dan self-custody, keamanan platform, layanan dukungan 24 jam, unit pertahanan siber, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Sistem ini memanfaatkan AI dan machine learning untuk membantu mengidentifikasi penipuan, perilaku mencurigakan, alamat berisiko, hingga upaya penyamaran identitas.

Teknologi yang digunakan mencakup Eagle-Eye untuk mendeteksi deepfake dan mendukung verifikasi identitas, TARDIS untuk menganalisis perilaku pengguna serta rangkaian transaksi, dan SkyNet untuk menelaah data blockchain guna mengidentifikasi alamat maupun aktivitas on-chain yang berpotensi berbahaya.

Penggunaan teknologi tersebut dilengkapi pengawasan manusia sepanjang waktu. Produk dan sistem keamanan OKX juga menjalani evaluasi independen oleh perusahaan keamanan dan spesialis on-chain, termasuk Hacken, CertiK, dan SlowMist. Kombinasi teknologi, pengawasan, dan evaluasi ini menjadi bagian dari pendekatan perlindungan yang diterapkan perusahaan.

2. Sistem perlindungan menjangkau ratusan ribu pengguna

Ilustrasi AI. (pexels.com/cottonbro studio)

Berdasarkan data internal OKX untuk periode Januari hingga Agustus 2026, sistem perlindungan perusahaan membantu melindungi 690.099 pengguna dan aset senilai USD1,36 miliar. Pada periode yang sama, upaya perlindungan terhadap penipuan menjangkau 55.570 pengguna dan membantu mencegah potensi kerugian sebesar USD36,5 juta.

Data tersebut menjadi gambaran capaian sistem perlindungan OKX selama delapan bulan pertama 2026. Perusahaan menggabungkan pemantauan berbasis AI dengan pengawasan manusia untuk mengidentifikasi potensi ancaman, termasuk aktivitas mencurigakan dan transaksi yang berisiko.

“Dengan laporan Proof of Reserves bulanan dan OKX Protect, kami ingin memberikan pengguna visibilitas yang lebih jelas sekaligus membangun lapisan keamanan yang siap menghadapi ancaman baru,” ujar Ferry. Pendekatan ini menempatkan transparansi cadangan dan perlindungan pengguna sebagai dua aspek yang saling melengkapi dalam layanan OKX.

3. Laporan cadangan dipublikasikan secara berkala

ilustrasi investasi kripto (pexels.com/ Alesia Kozik)

Program Proof of Reserves OKX diluncurkan untuk memberikan kepercayaan kepada pengguna melalui verifikasi independen atas aset mereka. OKX menyebut diri sebagai salah satu pelopor di industri kripto yang secara rutin menerbitkan laporan PoR bulanan dan menyediakan mekanisme verifikasi publik menggunakan teknologi Merkle Tree.

Laporan PoR ke-47 mencatat aset utama senilai USD27,4 miliar dengan rasio cadangan minimal 100 persen untuk delapan aset yang ditampilkan. Informasi tersebut memungkinkan pengguna memeriksa dukungan cadangan atas aset pelanggan melalui mekanisme verifikasi yang disediakan perusahaan.

Melalui publikasi berkala, teknologi keamanan, pengawasan manusia, serta evaluasi independen, OKX menyatakan terus memperkuat fondasi perlindungan bagi pengguna secara global. Laporan Proof of Reserves ke-47 dapat diakses melalui website mereka.

Curated For You

Editorial Team

Related Article