Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lapak Pedagang di Stasiun Cicaheum kini Rata dengan Tanah
Lapak Pedagang di Stasiun Cicaheum kini Rata dengan Tanah. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Puluhan lapak pedagang di Terminal Cicaheum dibongkar untuk proyek Depo BRT Bandung Raya, sementara beberapa kios tersisa menunggu giliran pengosongan.
  • Pedagang sebelumnya menolak alih fungsi terminal, namun menerima kompensasi berbeda-beda untuk menyewa lapak baru dan berharap tetap disediakan ruang berjualan.
  • Operasional bus AKAP dan AKDP dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang; bus masih melintas Cicaheum untuk mengangkut penumpang yang belum mengetahui perubahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak lapak pedagang di Terminal Cicaheum Bandung dibongkar untuk tempat bus BRT. Nur, penjual makanan Padang, sedang beres-beres untuk pindah. Ia sudah jualan sejak 1994. Pedagang mendapat uang bantuan, tapi sedih karena lapaknya hilang. Sekarang bus pindah ke Terminal Leuwipanjang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah perubahan di Terminal Cicaheum, proses penataan menunjukkan adanya upaya transisi bagi warga terdampak. Pedagang menerima kompensasi dengan nilai berbeda untuk membantu menyewa lapak baru, sementara penumpang terus memperoleh informasi rutin mengenai pemindahan layanan bus ke Terminal Leuwipanjang. Pendampingan operasional ini menjaga layanan tetap tersedia selama peralihan berlangsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Puluhan lapak pedagang yang sebelumnya memenuhi kawasan Terminal Cicaheum, Kota Bandung, telah dibongkar demi proyek Bandung Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Hingga hari ini, Selasa (25/8/2026) hanya tersisa beberapa lapak yang masih berdiri, menanti giliran untuk dirobohkan.

Di salah satu lapak, Nur tengah merapihkan barang-barang dagangannya. Lapak yang bersebelahan dengannya telah kosong dan beberapa yang lainnya telah rata dengan tanah.

Nur sehari-hari menjual masakan khas Padang di lapak yang berukuran sekitar 2x4 meter persegi. Lapak dagangannya begitu sederhana, tak ada pendingin ruangan maupun kipas angin. Hanya ada etalase, meja kayu, kursi, dan peralatan untuk menyajikan makanan. Terasa gerah bila terik matahari sedang panas-panasnya.

Wanita 61 tahun itu mengaku mengetahui akan adanya pembongkaran kios-kios di Terminal Cicaheum. Dia sudah empat kali menerima imbauan agar segera mengosongkan lapak. Namun baginya, bukan hal mudah untuk mengosongkan lapaknya.

Lapak tersebut telah menjadi tempat untuk mencari rezeki sejak tahun 1994. Dia dikenal oleh sesama pedagang dan sopir bus dengan panggilan Uni karena merupakan orang asli Sumatera.

"Nanti (dibongkar) belum sekarang, ini dulu beres-beres. Sekitar jam 16.00 WIB mau pindahan," kata Nur.

1. Para pedagang sudah lakukan penolakan

Lapak Pedagang di Stasiun Cicaheum kini Rata dengan Tanah. IDN Times/Debbie Sutrisno

Beberapa bulan lalu, para pedagang di Terminal Cicaheum menolak tempat tersebut dijadikan Depo BRT Bandung. Petisi penolakan dari para pedagang sempat dibuat. Nur adalah salah satunya. Akan tetapi, upaya tersebut tak membuahkan hasil. Mereka gagal mempertahankan lapak yang menjadi tempat mencari rezeki.

"Pemerintah nggak bisa nolak, kita. Pemerintah lebih keras dari kita. Kita kan cuman ini rakyat, Dek, nggak bisa kita apa-apain. Itu kan pemerintah, nggak bisa," papar Nur.

Meski di sisi lain para pedagang mendapatkan uang kompensasi dari pemerintah dengan nominal yang berbeda-beda. Nur mengaku uang tersebut digunakan untuk menyewa lapak di pasar.

"Ada yang Rp7 juta, ada yang Rp11 juta, ada yang Rp20 juta, ada Rp30 juta, macem-macem," sebutnya.

2. Minta lapak dagangan kembali diberi

Bus AKAP-AKDP di Terminal Cicaheum Mulai Pindah ke Leuwipanjang. IDN Times/Debbie Sutrisno

Di balik kesedihannya, Nur berharap para pedagang disediakan tempat untuk berjualan di Terminal Cicaheum meski pemerintah telah memastikan tidak akan membuatnya.

Untuk diketahui, Terminal Cicaheum akan dialihfungsikan menjadi depo BRT Bandung Raya. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Bandung, terdapat 115 kios yang berdiri di sana.

:ayanan bus AKAP dan AKDP nantinya dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang. Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi dalam pemberitaan sebelumnya menyebut bahwa rencana peralihan ini ditargetkan mulai berjalan pada akhir 2025 atau awal 2026.

Kendati demikian, hingga kini pihak terminal belum menerima jadwal pasti karena belum adanya sosialisasi resmi dari pemerintah.

3. Imbau penumpang bus manfaatkan Leuwipanjang

Lapak Pedagang di Stasiun Cicaheum kini Rata dengan Tanah. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sebelumnya, Kepala Terminal Cicaheum Asep Supriyadi mengatakan, pengosongan bus ini sudah dilakukan sejak kemarin, Senin (25/5/2026). Meski demikian masih ada penumpang yang datang untuk bisa bepergiaan baik ke luar provinsi maupun daerah dalam provinsi Jawa Barat.

"Sesuai instruksi per tanggal kemarin ini dalam suratnya ini per 25 Mei ini harus kosong," kata Asep saat dihubungi. beberapa waktu lalu

Asep mengatakan, saat ini memang masih ada bus yang masuk ke Terminal Cicaheum hanya untuk mengangkut penumpang. Pool bus seluruhnya ada di Terminal Leuwipanjang kemudian tetap melintas ke daerah ini untuk membawa penumpang yang tidak tahu atau kesulitan ketika harus ke Leuwipanjang.

"Banyak penumpang yang selama ini beli masih beli offline jadi mereka langsung datang ke terminal Cicaheum, tidak tahu kalau bus sebenarnya ini sudah di Leuwipanjang semua," kata Asep.

Menurutnya, Dishub Bandung telah memberikan imbauan kepada masyarakat dan penumpang yang membeli tiket secara langsung di terminal. Imbauan diinfokan setiap jam sehingga ke depan diharap tidak ada lagi masyarakat yang berada di kawasan Terminal Cicaheum, tapi bisa langsung ke Terminal Leuwipanjang saat akan bepergian menggunakan bus ke berbagai daerah.

"Kita rutin beri imbauan pemberitahuan kalau semua operasional bus dipindah ke Leuwipanjang. Makanya sebagian layanan juga sudah tutup bus, tapi ada tetap yang melayani karena memang tugas kita," papar Asep.

Jika nantinya semua penumpang tidak ada yang menunggu bus di dalam Terminal Cicaheum maka lebih enak dalam penutupan yang kemudian bakal dipakai oleh BRT.

Editorial Team

Related Article