Bandung, IDN Times - Puluhan lapak pedagang yang sebelumnya memenuhi kawasan Terminal Cicaheum, Kota Bandung, telah dibongkar demi proyek Bandung Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Hingga hari ini, Selasa (25/8/2026) hanya tersisa beberapa lapak yang masih berdiri, menanti giliran untuk dirobohkan.
Di salah satu lapak, Nur tengah merapihkan barang-barang dagangannya. Lapak yang bersebelahan dengannya telah kosong dan beberapa yang lainnya telah rata dengan tanah.
Nur sehari-hari menjual masakan khas Padang di lapak yang berukuran sekitar 2x4 meter persegi. Lapak dagangannya begitu sederhana, tak ada pendingin ruangan maupun kipas angin. Hanya ada etalase, meja kayu, kursi, dan peralatan untuk menyajikan makanan. Terasa gerah bila terik matahari sedang panas-panasnya.
Wanita 61 tahun itu mengaku mengetahui akan adanya pembongkaran kios-kios di Terminal Cicaheum. Dia sudah empat kali menerima imbauan agar segera mengosongkan lapak. Namun baginya, bukan hal mudah untuk mengosongkan lapaknya.
Lapak tersebut telah menjadi tempat untuk mencari rezeki sejak tahun 1994. Dia dikenal oleh sesama pedagang dan sopir bus dengan panggilan Uni karena merupakan orang asli Sumatera.
"Nanti (dibongkar) belum sekarang, ini dulu beres-beres. Sekitar jam 16.00 WIB mau pindahan," kata Nur.
