Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
Dengan mekanisme tersebut, masyarakat dapat melihat perdebatan mengenai dampak proyek secara lebih terbuka, termasuk ketika terdapat perbedaan pandangan antara satu pakar dengan pakar lainnya.
KDM juga mempertanyakan proses penyusunan AMDAL proyek BDx yang hingga kini masih berlangsung. Dalam sidak tersebut dijelaskan bahwa dokumen AMDAL masih dalam proses perbaikan dan belum diterbitkan.
Kajian awal dilakukan oleh konsultan dari Jakarta. Sementara DLH Kabupaten Purwakarta disebut melibatkan pakar pembanding untuk memberikan perspektif lain terhadap kajian tersebut. Dia meminta keberadaan para pakar tersebut juga dibuka kepada publik.
"Karena dalam diri kita enggak ada kepentingan apa pun. Apalagi duit segala macam, enggak ada," kata dia.
Menurut KDM, keterbukaan tersebut juga diperlukan untuk menjawab berbagai kekhawatiran masyarakat terkait proyek, termasuk soal penggunaan air dan kebisingan.
Seperti diketahui, dengan nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun, proyek AI Campus 2 (CGK4) BDx menjadi salah satu proyek pusat data berskala besar di Jawa Barat. Proyek tersebut dibangun di atas lahan sekitar 8.000 meter persegi yang menjadi bagian dari kawasan pengembangan seluas 11 hektare.
Kawasan tersebut direncanakan terdiri atas enam gedung dengan kapasitas pengembangan hingga 640 MW. Gedung pertama akan menyediakan kapasitas IT sebesar 120 MW secara bertahap. Fase pertama yang telah dikontrak ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027.