Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Farhan Cek 3 Titik Rawan Banjir di Cibiru, Drainase Jadi Masalah Utama
Farhan Cek 3 Titik Rawan Banjir di Cibiru, Persoalan Drainase Jadi Masalah Utama. Dok Diskominfo Bandung
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau tiga titik rawan banjir di Cibiru setelah aspirasi warga, dengan masalah utama berupa drainase dan saluran air.
  • Di Cipadung, banjir yang dilaporkan sejak 2016 dikaji melalui pemeriksaan saluran, elevasi lahan, serta konstruksi bangunan untuk menentukan solusi sodetan yang tidak berdampak ke wilayah lain.
  • Normalisasi drainase Pasir Biru disiapkan melalui penganggaran tahun depan, sementara Palasari memerlukan kajian lanjutan dan penataan pangkalan ojek; jadwal serta anggaran belum dirinci.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melihat tiga tempat yang sering banjir di Cibiru. Ia melihat saluran air di Cipadung, Pasir Biru, dan Palasari. Warga bilang banjir di Cipadung sudah ada sejak 2016. Sekarang pemerintah masih memeriksa jalan air dan menyiapkan uang untuk memperbaiki saluran tahun depan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Peninjauan langsung di tiga titik rawan banjir Cibiru menunjukkan perhatian terhadap aspirasi warga dan perbedaan kebutuhan tiap wilayah. Pemeriksaan saluran, elevasi lahan, serta dampak terhadap bangunan memberi dasar yang lebih cermat bagi pilihan teknis. Rencana normalisasi bertahap dan penataan kawasan Palasari juga mencerminkan upaya menggabungkan penanganan drainase dengan kenyamanan lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau tiga titik rawan banjir di Kecamatan Cibiru, Jumat (16/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk mengidentifikasi persoalan drainase sekaligus menyiapkan langkah penanganan sesuai kondisi di setiap wilayah.

Tiga lokasi yang dikunjungi meliputi kawasan pangkalan ojek di Jalan A.H. Nasution dan Jalan Cilengkrang II, Kelurahan Palasari; sodetan banjir di Jalan A.H. Nasution RW 02, Kelurahan Cipadung; serta saluran drainase di RW 02 dan RW 03, Kelurahan Pasir Biru.

Peninjauan tersebut menindaklanjuti aspirasi warga yang disampaikan dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana pada 14–15 Oktober 2026. Pemkot Bandung mengidentifikasi kebutuhan penanganan yang berbeda, mulai dari kajian teknis aliran air hingga normalisasi drainase yang direncanakan secara bertahap.

1. Banjir di Cipadung disebut terjadi sejak 2016

Farhan Cek 3 Titik Rawan Banjir di Cibiru, Persoalan Drainase Jadi Masalah Utama. Dok Diskominfo Bandung

Salah satu titik yang ditinjau Farhan berada di Jalan A.H. Nasution RW 02, Kelurahan Cipadung. Warga menyampaikan bahwa banjir di kawasan tersebut telah terjadi sejak 2016.

Mereka mengusulkan agar sodetan banjir yang mengarah ke wilayah Panyileukan ditindaklanjuti untuk membantu mengatasi persoalan genangan. Saat meninjau lokasi, Farhan bersama jajaran terkait memeriksa kondisi saluran, elevasi atau ketinggian lahan, serta posisi fondasi dan konstruksi bangunan di sekitar jalur aliran air.

Faktor-faktor tersebut perlu diperhitungkan untuk menentukan arah aliran dan kemungkinan rekayasa saluran. Pembangunan saluran baru tidak bisa dilakukan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap wilayah lain.Hasil pemeriksaan lapangan akan menjadi bahan kajian untuk menentukan solusi teknis yang memungkinkan, termasuk kebutuhan konstruksi pendukung.

2. Normalisasi drainase Pasir Biru disiapkan untuk tahun depan

Farhan Cek 3 Titik Rawan Banjir di Cibiru, Persoalan Drainase Jadi Masalah Utama. Dok Diskominfo Bandung

Di Kelurahan Pasir Biru, persoalan yang disoroti adalah saluran drainase di RW 02 dan RW 03 yang tidak berfungsi optimal. Normalisasi diperlukan agar aliran air kembali berjalan dengan baik.

Namun, pekerjaan tersebut diperkirakan membutuhkan penggalian di sejumlah titik, termasuk area yang berdekatan dengan bangunan warga. Karena itu, pelaksanaannya perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat.

“Ini bakal banyak galian. Ini bakal kena bangunan juga. Ini bakal digali dulu sambil saya menyusun anggaran tahun depan untuk normalisasi,” ujar Farhan saat meninjau lokasi.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penanganan drainase di Pasir Biru masih membutuhkan persiapan, termasuk penganggaran. Pekerjaan akan disesuaikan dengan kebutuhan teknis dan ketersediaan anggaran.

3. Kawasan pangkalan ojek Palasari juga akan ditata

Ilustrasi banjir di Kota Bandung. Dok Diskominfo

Selain Cipadung dan Pasir Biru, Farhan meninjau kawasan pangkalan ojek di Jalan A.H. Nasution dan Jalan Cilengkrang II, Kelurahan Palasari, yang menjadi salah satu titik rawan banjir.

Menurut hasil peninjauan, penanganan banjir di lokasi tersebut masih membutuhkan kajian lebih lanjut bersama bidang yang menangani daya rusak air. Langkah ini diperlukan agar solusi yang dipilih sesuai dengan kondisi di lapangan.

Farhan juga meminta agar kawasan pangkalan ojek ditata dan diperbaiki sehingga lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.

Ketiga lokasi di Cibiru tersebut memiliki persoalan berbeda. Karena itu, penanganannya tidak dapat disamakan, melainkan perlu mempertimbangkan kondisi saluran, lingkungan sekitar, serta kebutuhan anggaran.

Pemkot Bandung menjadikan hasil peninjauan sebagai bahan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya. Namun, jadwal pelaksanaan dan kepastian anggaran untuk setiap lokasi belum dirinci.

Curated For You

Editorial Team

Related Article