Bandung, IDN Times - Pengelolaan sampah di wilayah Jawa Barat masih terfokus pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyatakan hal tersebut terbukti tidak berjalan efektif menyelesaikan persoalan sampah.
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Fikri Hudi Oktiarwan menyampaikan, permasalahan sampah di Jabar telah mencapai taraf sangat kompleks seiring dengan laju pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan pergeseran pola konsumsi masyarakat.
Akumulasi volume sampah yang tidak terkendali, dinilainya tidak sebanding dengan kapasitas pengelolaan yang tersedia telah menimbulkan degradasi kualitas lingkungan, gangguan kesehatan, hingga penurunan kualitas hidup.
"Sayangnya selama ini, pendekatan pengelolaan sampah cenderung bersifat terpusat (end-of-pipe) yang menitikberatkan pada pembuangan akhir. Metode ini terbukti tidak efektif karena memiliki keterbatasan inheren terkait kapasitas TPA," ujar Fikri, Rabu (7/10/2026).
