Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Di Tengah Seruan Harmoni HJKB, Erwin Mengaku Tak Pernah Diajak Bicara Farhan
Walkot bandung Erwin
  • Pada HJKB ke-216, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengusung tema Solidarity in Harmony dan mengajak warga menjaga solidaritas, toleransi, serta keterbukaan dalam membangun kota.
  • Wakil Wali Kota Erwin mengaku sejak awal masa jabatan jarang dilibatkan dalam kegiatan Pemkot Bandung dan tidak pernah diajak berbicara oleh Farhan terkait pekerjaan pemerintahan.
  • Erwin kini banyak memenuhi undangan warga untuk menangani masalah lapangan, sementara istrinya disebut tidak lagi masuk PKK dan Dekranasda; ia tetap mendorong penguatan UMKM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Wali Kota Bandung Farhan mengajak semua orang rukun saat ulang tahun Kota Bandung. Tapi Wakil Wali Kota Erwin bilang ia jarang diajak ikut kegiatan pemerintah dan tidak pernah bicara dengan Farhan. Erwin lebih sering datang saat warga punya masalah air, sampah, atau kebakaran. Ia bilang tetap siap membantu Bandung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah dinamika internal pemerintahan, Erwin tetap menunjukkan keterlibatan langsung dengan memenuhi undangan masyarakat dan menindaklanjuti persoalan sehari-hari, dari air hingga sampah. Kesediaannya untuk kembali bekerja bersama juga mencerminkan ruang bagi semangat pelayanan publik, sementara dorongan pelatihan UMKM menempatkan peluang ekonomi warga sebagai perhatian nyata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 yang digelar di Balai Kota Bandung pada Selasa (23/9/2026) diwarnai pesan kuat tentang kebersamaan. Mengusung tema Solidarity in Harmony, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak seluruh elemen kota untuk menjaga solidaritas, memperkuat toleransi, dan bergerak bersama dalam membangun Bandung.

Namun, tak lama setelah rangkaian acara resmi berlangsung, muncul pernyataan berbeda dari Wakil Wali Kota Bandung Erwin. Di hadapan wartawan, Erwin mengaku dirinya tidak lagi dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintahan. Bahkan, ia menyebut tidak pernah berkomunikasi dengan Farhan.

Kontras dua pernyataan itu langsung menarik perhatian. Di satu sisi, wali kota mengajak untuk menggelorakan semangat harmoni dan sinkronisasi. Di sisi lain, wakil wali kota justru mengaku tidak menjadi bagian dari proses pemerintahan yang sedang berjalan.

Dalam sambutannya, Farhan mengatakan tema Solidarity in Harmony dipilih bukan sekadar menjadi slogan perayaan tahunan. Tema tersebut, kata dia, menjadi pengingat terhadap sejarah Bandung sebagai kota yang pernah menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika 1955, sebuah momentum yang memperlihatkan solidaritas negara-negara Asia dan Afrika di panggung internasional.

Menurut Farhan, semangat itu harus terus hidup dalam kehidupan masyarakat Bandung saat ini. Ia menilai Bandung harus tetap menjadi kota yang terbuka, inklusif, dan mampu merangkul berbagai perbedaan.

"Ini bukan hanya sekadar slogan, tapi juga sebuah upaya dan niat dari warga Kota Bandung untuk menjadi warga yang selalu terbuka, penuh toleransi, dan juga penuh dengan solidaritas, tetapi selalu berada dalam sebuah keharmonisan," ujar Farhan.

Sementara, Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengaku sudah lama tidak dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintahan daerah (pemda) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Ia menyebut kondisi tersebut terjadi sejak awal dirinya dilantik sebagai Wakil Wali Kota Bandung.

Erwin mengatakan, saat ini aktivitasnya lebih banyak berasal dari undangan masyarakat. Ia turun langsung ketika mendapat laporan mengenai berbagai persoalan, mulai dari masalah air, gorong-gorong, kebakaran, hingga persoalan sampah.

“Kalau untuk kegiatan di pemerintahan, saya sudah tidak dilibatkan,” ujar Erwin saat ditemui usai apel Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216, Jumat (25/9/2026).

1. Lebih banyak memenuhi undangan masyarakat

Wakil Wali Kota Bandung Erwin melakukan penyegelan bangunan tidak sesuai izin di Kota Bandung. Dokumentasi Humas Pemkot Bandung

Erwin mengatakan, dirinya tetap menjalankan tugas sebagai Wakil Wali Kota Bandung, khususnya dalam fungsi pengawasan. Namun, ia mengaku tidak lagi mendapatkan banyak undangan dari organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengikuti kegiatan pemerintahan.

Menurutnya, dalam sehari ia bisa menghadiri sekitar 11 hingga 12 kegiatan. Namun, sebagian besar kegiatan tersebut merupakan undangan dari masyarakat.

“Saya sekarang kegiatan saya adalah undangan dari masyarakat aja. Ada masalah di lapangan, saya turun. Terkait masalah air, masalah gorong-gorong, masalah kebakaran, masalah yang lain-lain,” katanya.

Erwin menyebut, hanya ada beberapa kegiatan pemerintahan yang masih mengundangnya. Salah satunya kegiatan dari Dinas Pendidikan yang berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan.

“Paling hanya dua kali ada undangan dari Dinas Pendidikan, untuk terkait diklat negara kalau tidak salah. Ya, hanya itu-itu aja sih,” ujarnya.

2. Jarang sekali diajak bicara

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin. Dok Istimewa

Erwin mengaku tidak mengetahui alasan dirinya tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan pemerintahan. Ketika ditanya mengenai penyebabnya, ia meminta persoalan tersebut ditanyakan langsung kepada Wali Kota Bandung.

“Nggak tahu. Tanya aja sama Wali Kota, kenapa saya nggak dilibatkan,” katanya.

Ia menegaskan, kondisi tersebut bukan baru terjadi belakangan. Menurut Erwin, sejak awal masa jabatannya sebagai Wakil Wali Kota Bandung, dirinya hanya dilibatkan dalam kegiatan pada masa-masa awal.

“Sebenarnya kalau tidak dilibatkan, semenjak saya dilantik itu memang sudah tidak dilibatkan. Awal-awal saja dilibatkan, ke sini sudah tidak,” ujar Erwin.

Erwin juga mengaku komunikasi dengan Wali Kota Bandung terkait pekerjaan pemerintahan saat ini tidak berjalan seperti sebelumnya.

“Nggak pernah, nggak pernah ngobrol, nggak pernah diajak bicara saya,” katanya.

Meski demikian, Erwin mengatakan dirinya tetap siap apabila kembali dilibatkan dalam pekerjaan pemerintahan Kota Bandung.

“Ah, saya mah sudah bicara bahwa saya siap. Karena bagaimanapun, kita maju bareng ya, berjuang bareng, berdarah-darah bareng,” ujarnya.

3. Sang istri tak lagi masuk PKK dan Dekranasda

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin. IDN Times/Debbie Sutrisno

Selain dirinya, Erwin juga menyinggung posisi istrinya yang menurut dia kini tidak lagi dilibatkan dalam berbagai kegiatan organisasi perempuan di lingkungan Pemkot Bandung. Ia menyebut, istrinya tidak hadir dalam sejumlah kegiatan karena sudah tidak lagi masuk dalam struktur kegiatan tersebut.

“Termasuk juga ya, mungkin istri saya juga tidak hadir, karena memang tidak diundang,” katanya.

Erwin kemudian menyebut istrinya telah dicoret dari PKK dan Dekranasda. Ia mengaku tidak mengetahui alasan di balik keputusan tersebut.

“Ya, karena dicoret dari PKK-nya,” ujar Erwin.

Menurut Erwin, istrinya juga tidak lagi masuk dalam kegiatan Dekranasda dan berbagai kegiatan perempuan lainnya di lingkungan Pemkot Bandung.

“Sebetulnya secara undang-undang seharusnya istri itu jadi otomatis wakil ketua, tapi nggak tahu sama Wali Kotanya dicoret,” katanya.

Ia menambahkan, ketidakhadiran istrinya dalam kegiatan bukan karena enggan datang, melainkan karena tidak menerima undangan.

“Kalau nggak diundang nggak mungkin datanglah. Kalau diundang pasti datang. Cuman posisi tidak masuk di Dekranas, di semua lah. Di semua kegiatan perempuan sudah tidak pernah hadir karena memang sudah di-PKK dicoret, di Dekranas juga dicoret, semua,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, Erwin mengatakan dirinya tetap berupaya menjalankan fungsi sebagai Wakil Wali Kota dengan turun langsung menemui masyarakat. Ia menilai salah satu persoalan yang masih perlu mendapat perhatian di Kota Bandung adalah pengangguran. Menurutnya, penguatan UMKM dapat menjadi salah satu upaya membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Bagaimana Kota Bandung ini bisa memberikan bukti nyata kepada masyarakat. Makanya kita lagi genjot UMKM. Bagaimana UMKM ini bisa kita latih, masyarakat yang baru pemula ini bisa menjadi pengusaha ataupun menjadi entrepreneur yang profesional,” katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article