Bandung, IDN Times - Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 yang digelar di Balai Kota Bandung pada Selasa (23/9/2026) diwarnai pesan kuat tentang kebersamaan. Mengusung tema Solidarity in Harmony, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak seluruh elemen kota untuk menjaga solidaritas, memperkuat toleransi, dan bergerak bersama dalam membangun Bandung.
Namun, tak lama setelah rangkaian acara resmi berlangsung, muncul pernyataan berbeda dari Wakil Wali Kota Bandung Erwin. Di hadapan wartawan, Erwin mengaku dirinya tidak lagi dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintahan. Bahkan, ia menyebut tidak pernah berkomunikasi dengan Farhan.
Kontras dua pernyataan itu langsung menarik perhatian. Di satu sisi, wali kota mengajak untuk menggelorakan semangat harmoni dan sinkronisasi. Di sisi lain, wakil wali kota justru mengaku tidak menjadi bagian dari proses pemerintahan yang sedang berjalan.
Dalam sambutannya, Farhan mengatakan tema Solidarity in Harmony dipilih bukan sekadar menjadi slogan perayaan tahunan. Tema tersebut, kata dia, menjadi pengingat terhadap sejarah Bandung sebagai kota yang pernah menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika 1955, sebuah momentum yang memperlihatkan solidaritas negara-negara Asia dan Afrika di panggung internasional.
Menurut Farhan, semangat itu harus terus hidup dalam kehidupan masyarakat Bandung saat ini. Ia menilai Bandung harus tetap menjadi kota yang terbuka, inklusif, dan mampu merangkul berbagai perbedaan.
"Ini bukan hanya sekadar slogan, tapi juga sebuah upaya dan niat dari warga Kota Bandung untuk menjadi warga yang selalu terbuka, penuh toleransi, dan juga penuh dengan solidaritas, tetapi selalu berada dalam sebuah keharmonisan," ujar Farhan.
Sementara, Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengaku sudah lama tidak dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintahan daerah (pemda) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Ia menyebut kondisi tersebut terjadi sejak awal dirinya dilantik sebagai Wakil Wali Kota Bandung.
Erwin mengatakan, saat ini aktivitasnya lebih banyak berasal dari undangan masyarakat. Ia turun langsung ketika mendapat laporan mengenai berbagai persoalan, mulai dari masalah air, gorong-gorong, kebakaran, hingga persoalan sampah.
“Kalau untuk kegiatan di pemerintahan, saya sudah tidak dilibatkan,” ujar Erwin saat ditemui usai apel Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216, Jumat (25/9/2026).
