Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Curhat Pengemudi Becak Listrik: Becaknya Bagus, Penumpangnya Dikit
Becak listrik di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Pemerintah melalui Kodim 0618 menyalurkan 200 becak listrik gratis bagi tukang becak Bandung berusia di atas 55 tahun untuk meringankan pekerjaan mereka.
  • Pengemudi di Kiaracondong menilai becak listrik lebih nyaman dan hemat tenaga, tetapi penumpang hanya sekitar satu hingga tiga kali tarikan per hari karena warga beralih ke transportasi daring.
  • Pemkot Bandung akan mengatur titik operasi becak listrik secara konvensional di area datar, seperti pasar atau wisata, serta membahas akses permukiman dan lokasi pengisian daya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah memberi 200 becak listrik kepada tukang becak tua di Bandung. Ardi dan Mahmat senang karena tidak perlu capek mengayuh. Tapi penumpangnya sedikit, kadang cuma satu sampai tiga orang sehari. Becaknya juga jadi jarang dicas. Becak ini harus dirawat, tidak boleh dijual, dan akan dipakai di tempat yang ditentukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bantuan becak listrik memberi ruang kerja yang lebih ringan bagi pengemudi lanjut usia seperti Ardi dan Mahmat, tanpa biaya pengadaan awal. Perbaikan yang dilakukan pengemudi serta desain becak yang lebih lebar juga menghadirkan kenyamanan bagi penumpang, sementara rencana penempatan di kawasan datar, pasar, atau wisata menunjukkan perhatian pada penggunaan yang sesuai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pemerintah melalui Kodim 0618 telah memberikan bantuan 200 becak listrik kepada penarik yang selama ini menggunakan becak manual. Alat transportasi tersebut diharap mempermudah penarik becak khususnya mereka yang berumur di atas 55 tahun.

IDN Times mendatangi kawasan Pasar Kiaracondong di mana menjadi salah satu titik becak listrik di Bandung beroperasi. Setidaknya lebih dari lima penarik becak berada di kawasan tersebut.

Salah satunya adalah Ardi (60), penarik becak yang mendapatkan bantuan ini. Dia menuturkan, becak listrik tersebut didapat secara cuma-cuma. Ketika sedang menarik becak dia dicegat oleh anggota koramil setempat yang menawarkan hadiah penggantian becak manualnya.

"Di tengah jalan saya dihentikan, terus ditanya mau becak listrik atau enggak. Pas bilang mau langsung diminta KTP buat data," kata dia, Selasa (22/9/2026).

Setelah mendapatkan becak ini, Ardi yang kerap menarik penumpang di sekitar Stasiun Kiaracondong melakukan perbaikan becaknya agar lebih nyaman untuk penumpang. Walaupun sekarang penarik becak sangat minim penumpang.

"Paling sehari satu atau dua penumpang. Orang udah jarang pake becak kecuali yang bawa barang banyak dari pasar atau dari toko," kata Ardi.

Kondisi ini membuat baterai becak listrik ini tidak harus sering di isi daya. Dalam pengisian penuh dia bisa memakai becak listrik dua hingga tiga saking minimnya penumpang becak.

1. Harap lebih banyak yang pakai

Becak listrik di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Keluhan serupa disampaikan oleh Mahmat (62) penarik becak listrik. Menurutnya, becak ini memang lebih nyaman untuk dia karena tidak harus mengeluarkan tenaga banyak ketika menarik penumpang.

Sayangnya, penumpang becak pun sekarang semakin sedikit. Masyasrakat lebih banyak memanfaatkan transportasi daring karena sekarang pun bisa untuk bawa barang besar.

"Sehari paling tiga kali tarikan sekarang, udah sedikit banget," papar Mamat.

Karena minimnya penumpang becak listrik ini tidak banyak menghabiskan data baterai. Dia bisa mengisi ulang daya dalam dua hari sekali tergantung jarak membawa penumpang.

Sementara itu, Yayah, salah satu penumpang becak listrik merasa lebih nyaman menggunakan kendaraan ini ketimbang yang manual. Desainnya lebih lebar dan lebih nyaman untuk pijakan kaki sehingga tidak takut jatuh ke bagain depan becak.

"Kalau ini nyaman, kalau yang dulu itu suka takut jatuh ke depan," ungkapnya.

Untuk harga sekali jalan, Yayah enggan menyebut karena dia sudah menjadi langganan sehingga ongkosnya pun menyesuaikan dengan biasanya.

2. Becak harus dirawat, jangan dijual

Becak listrik di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sebelumnya, sebanyak 200 unit becak listrik bantuan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diserahkan kepada para tukang becak lanjut usia di Kota Bandung. Penyerahan bantuan ini dilangsungkan di Makodim 0618/Kota Bandung, Jalan Bangka, Kota Bandung, pada Jumat (18/9/2026).

​Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, memberikan apresiasi atas perhatian Presiden kepada masyarakat dan veteran. ​Kosasih pun berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.

"Kepada para penerima bantuan, saya berpesan agar bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dirawat dan digunakan secara bertanggung jawab, sehingga memberikan manfaat nyata dalam mendukung aktivitas dan meningkatkan kesejahteraan," katanya.

​Sementara itu, Dandim 0618/Kota Bandung, Letkol (Inf) Albert Frantesca, memaparkan bahwa ada kriteria khusus bagi para penerima manfaat becak listrik ini. "Syarat utamanya adalah mereka yang usianya 55 tahun ke atas, berdomisili di Bandung, dan memang berprofesi sebagai tukang becak," ujarnya di sela-sela kegiatan.

3. Tidak bisa asal beroperasi di jalan umum

Becak listrik di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan bahwa kehadiran becak listrik ini diposisikan sebagai transportasi umum penunjang, bukan untuk bersaing atau menggantikan transportasi utama. Ia juga menegaskan bahwa becak listrik ini tidak akan beroperasi layaknya angkutan daring (online).

​"Tidak, ini bukan seperti ojek online. Becak ini tetap dipesan secara konvensional. Nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk menentukan titik-titik operasinya," kata Farhan.

​Farhan menambahkan, operasional becak listrik akan diarahkan ke kawasan yang konturnya datar dan tidak banyak tanjakan agar konsumsi baterai lebih hemat.

"Akan ditempatkan di pasar induk atau dijadikan becak wisata. Untuk operasional masuk ke kompleks perumahan, itu masih akan kita diskusikan lebih lanjut dengan para camat, termasuk untuk menyiapkan lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Becak (SPKLB)," tuturnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article