Bandung, IDN Times - Menunda pemeriksaan kesehatan masih menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia. Berbagai faktor, mulai dari keterbatasan biaya, kurangnya informasi, hingga prioritas keluarga, dapat membuat seseorang mengabaikan keluhan kesehatan dan menunda mendapatkan penanganan medis.
Studi Suara Pasien Indonesia yang dilakukan Prudential plc bersama Economist Impact menunjukkan, sembilan dari sepuluh responden pernah menunda perawatan kesehatan. Hampir setengah dari mereka bahkan mengaku berulang kali menunda pemeriksaan atau pengobatan.
Temuan tersebut menggambarkan tantangan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Di satu sisi, kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan dini perlu ditingkatkan. Di sisi lain, faktor ekonomi dan kebutuhan keluarga turut memengaruhi keputusan seseorang untuk mencari pertolongan medis.
Padahal, keterlambatan diagnosis dapat berdampak pada penanganan penyakit. Pada kasus tuberkulosis (TBC), misalnya, keterlambatan diagnosis dapat menghambat pengobatan sekaligus memperpanjang risiko penularan. Sementara itu, lebih dari 80 persen pasien kanker disebut baru terdiagnosis pada stadium tiga atau empat, berdasarkan data yang dicantumkan dalam materi sumber.
