Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Alun-Alun Suryakencana Gede Pangrango Terbakar Gegara Kompor Pendaki
Alun-alun Suryakencana kebakaran (IDN Times/dok warga)
  • Kebakaran melanda Alun-Alun Surya Kencana, TNGGP, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, diduga dipicu kebocoran kompor portable pendaki yang menimbulkan letupan di vegetasi kering.
  • Sekitar 60 personel volunteer dan warga memadamkan api dengan kain basah serta air dari sekitar lokasi; api terkendali pukul 18.00 WIB dan padam total pukul 19.00 WIB.
  • Kebakaran terjadi di Surya Kencana barat dekat mata air kaki Gunung Gemuruh. Pendaki diarahkan turun, sementara petugas mengingatkan kewaspadaan memasak dan menjaga alam selama musim kemarau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Alun-alun Surya Kencana di Gunung Gede Pangrango sempat terbakar pada Kamis. Api diduga dari kompor pendaki yang gasnya bocor saat memasak. Rumput dan tanaman kering membuat api cepat jalan. Pemandu, warga, dan 60 orang membantu memadamkan api. Api sudah padam malam hari, dan pendaki diminta turun dengan aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kondisi kemarau yang membuat vegetasi mudah terbakar, respons kolektif di Surya Kencana memperlihatkan kesiapsiagaan yang berarti. Pemandu, penjaga warung, relawan, dan warga setempat memulai serta memperkuat pemadaman hingga api terkendali dan dinyatakan padam pada malam hari, sementara pendaki yang tersisa diarahkan turun demi keselamatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cianjur, IDN Times - Kawasan Alun-alun Surya Kencana di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) sempat dilanda kebakaran pada Kamis (6/8/2026). Insiden tersebut diduga kuat akibat kelalaian pendaki yang mengalami kebocoran gas kompor portable saat berada di area kamping.

Volunteer Gede Pangrango Operation, M. Dudan Darmawan, mengonfirmasi bahwa pemicu awal api berasal dari kompor milik pendaki yang bocor hingga akhirnya terlempar dan memicu letupan di kawasan vegetasi.

1. Kronologi kejadian: Berawal dari kebocoran gas kompor portable

Kebakaran di alun-alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango (IDN Times/dok warga)

Dudan menjelaskan, dugaan awal munculnya api disebabkan oleh kelalaian pendaki saat beraktivitas memasak di atas.

"Indikasi penyebabnya akibat kelalaian pendaki yang mengalami kebocoran gas Hi-Cook atau kompor, yang pada akhirnya terlempar dan masuk ke kawasan. Terjadilah pemicu kebakarannya dari letupan-letupan kompor tersebut," ujar Dudan, Jumat (7/8/2026).

Peristiwa ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Api dengan cepat merambat karena kondisi cuaca musim kemarau yang membuat vegetasi di sekitar lokasi relatif kering.

2. Padam total malam usai diterjunkan 60 personel gabungan

Surya Kencana, Gunung Gede (dok.pribadi)

Proses pemadaman awal sempat dilakukan secara swadaya oleh guide (pemandu) dan para penjaga warung yang berada di area Surya Kencana. Tak lama setelahnya, tim gabungan yang terdiri dari sekitar 60 personel volunteer dan masyarakat setempat langsung dikerahkan ke lokasi.

Kondisi api berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.00 WIB (Magrib), namun area lokasi kejadian baru secara resmi dinyatakan padam total pada pukul 19.00 WIB setelah penanganan intensif.

"Untuk proses pemadamannya menggunakan alat sederhana dari masyarakat, baik itu kain basah maupun memanfaatkan air yang ada di Surya Kencana barat," jelas Dudan.

3. Lokasi kebakaran berada di dekat mata air kaki Gunung Gemuruh

potret Gunung Gede dan Pangrango (commons.wikimedia.org/Afrogindahood)

Titik pasti kebakaran berada di area Surya Kencana bagian barat, tepatnya di bawah kaki Gunung Gemuruh dekat dengan sumber mata air. Secara administratif, area tersebut masuk ke dalam wilayah pengawasan Resort Gunung Putri.

Dalam proses pemadaman, petugas membeberkan beberapa kendala utama di lapangan, salah satunya adalah keterbatasan akses air serta musim kemarau yang membuat vegetasi rawan terbakar.

"Kesulitannya karena sedang musim kemarau, jadi area kebakaran mudah merambat. Selain itu, akses air hanya ada di mata air, jadi petugas harus bolak-balik mengambil air," tambahnya.

4. Pendaki diimbau lebih berhati-hati dan jaga kelestarian alam

Hutan pohon Damar (Agathis dammara) di Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. (dok. CIFOR dan tropical.theferns.info)

Saat peristiwa terjadi, sebagian pendaki yang berada di lokasi diketahui sedang dalam perjalanan turun, sementara pendaki lainnya yang tersisa langsung diarahkan oleh petugas untuk segera mengosongkan area dan turun gunung demi keselamatan.

Menyikapi kejadian ini, pihak volunteer mengingatkan para pendaki untuk selalu ekstra waspada, terutama saat melakukan pendakian di tengah musim kemarau dengan cuaca ekstrem.

"Pesan kami sederhana, terkait musim kemarau ini pendaki harus lebih berhati-hati saat beraktivitas di alam karena rentan hipotermia akibat suhu dingin. Kedua, tekankan kembali kepedulian terhadap alam. Jangan sampai ada kecerobohan yang menimbulkan kerusakan alam apalagi membahayakan nyawa," tutup Dudan.

Editorial Team

Related Article