Bandung, IDN Times – Memasuki dunia perkuliahan membuat mahasiswa mulai menghadapi berbagai bentuk kemandirian, termasuk dalam mengelola keuangan dan menggunakan layanan digital. Kondisi tersebut membuat pemahaman mengenai literasi keuangan dan keamanan transaksi menjadi bekal yang semakin penting bagi generasi muda.
Momentum tersebut dimanfaatkan OVO bersama Bank Indonesia melalui Fintech Academy dan MoneyFestasi untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (Unpad). Kegiatan bertajuk "Literasi Digital untuk Generasi Muda, Bijak di Media Sosial dan Bertransaksi di Era Digital" itu menjadi bagian dari rangkaian Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (PRABU UNPAD 2026).
Edukasi yang berlangsung di Lapangan Jati Universitas Padjadjaran, Selasa (11/8/2026), diikuti sekitar 10.000 mahasiswa baru. Program tersebut dikemas dalam talk show interaktif dengan menghadirkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Junanto Herdiawan, Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, serta Financial Planner Rista Zwestika.
Kegiatan ini hadir di tengah masih adanya kesenjangan antara pemanfaatan layanan keuangan dan pemahaman masyarakat terhadap produk tersebut. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis OJK bersama BPS, terdapat selisih 14,05 poin persentase antara tingkat inklusi dan literasi keuangan. Di sisi lain, lebih dari 572.000 laporan rekening penipuan tercatat melalui layanan cekrekening.id sepanjang 2017-2024.
