Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
1,2 Ton Sampah Kemasan Disulap Jadi Fasilitas Sekolah
1,2 Ton Sampah Kemasan Disulap Jadi Fasilitas Sekolah. (Dok.Istimewa)
  • Program Bijak Jajan Cinta Bumi 2026 diluncurkan di SDN Tegalkalong, Sumedang, mengedukasi siswa tentang jajanan sehat, PHBS, dan pengelolaan sampah kemasan.
  • Sebanyak 30 Dropbox Sampah Kemasan dari daur ulang MLP disalurkan ke sekolah di Sumedang dan Bandung, memanfaatkan lebih dari 1,2 ton sampah plastik.
  • Program yang diperluas dari Surakarta ini menargetkan sekitar 23 ribu siswa SD hingga SMA/SMK melalui permainan, diskusi, simulasi, serta kompetisi bertema daur ulang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di SDN Tegalkalong, anak-anak belajar memilih jajan sehat dan menjaga bumi. Garudafood membuat 30 tempat sampah dari 1,2 ton sampah kemasan plastik. Tempat itu akan dibagikan ke sekolah di Sumedang dan Bandung. Sekitar 23 ribu murid akan belajar lewat permainan, poster, dan membuat barang daur ulang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Program Bijak Jajan Cinta Bumi menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan keseharian siswa: memilih jajanan bergizi, menjaga kebersihan, dan mengelola kemasan secara bertanggung jawab. Pemanfaatan lebih dari 1,2 ton plastik menjadi 30 fasilitas sekolah memberi contoh nyata ekonomi sirkular, sementara permainan dan kompetisi membuat kepedulian lingkungan terasa lebih mudah dipahami dan menyenangkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sumedang, IDN Times – Upaya menanamkan kebiasaan hidup sehat dan peduli lingkungan kini mulai diperkenalkan sejak bangku sekolah. Salah satunya melalui program edukasi yang menggabungkan pembelajaran tentang jajanan sehat dengan pengelolaan sampah kemasan secara bertanggung jawab.

Program "Bijak Jajan Cinta Bumi 2026" resmi diluncurkan di SDN Tegalkalong, Kabupaten Sumedang, Jumat (25/9/2026). Menariknya, program ini tidak hanya mengedukasi siswa mengenai pola konsumsi yang sehat, tetapi juga menghadirkan praktik ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah plastik menjadi fasilitas pengelolaan sampah di sekolah.

Sebanyak 30 Dropbox Sampah Kemasan (DSK) akan ditempatkan di sekolah-sekolah di Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung. Fasilitas tersebut dibuat dari material Multilayer Plastic (MLP) hasil daur ulang sampah kemasan pascakonsumsi.

Setiap unit DSK menggunakan sekitar 42 kilogram sampah MLP. Dengan total 30 unit yang disalurkan, lebih dari 1,2 ton sampah plastik berhasil dimanfaatkan kembali menjadi sarana edukasi lingkungan bagi para pelajar.

Peluncuran program di SDN Tegalkalong melibatkan sekitar 670 siswa. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Eka Ganjar Kurniawan, Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood Dian Astriana, serta Head of Business Unit Garudafood Sumedang Doni Sukarno.

1. Sasar 23 ribu siswa di Bandung dan Sumedang

1,2 Ton Sampah Kemasan Disulap Jadi Fasilitas Sekolah. (Dok.Istimewa)

Program yang sebelumnya telah dijalankan di wilayah Surakarta, Jawa Tengah, kini diperluas ke Bandung dan Sumedang dengan target menjangkau sekitar 23 ribu siswa dari jenjang SD hingga SMA/SMK.

Materi yang diberikan berfokus pada tiga aspek utama, yakni pentingnya memilih jajanan yang aman dan bergizi, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pengelolaan sampah kemasan secara bertanggung jawab.

Seluruh materi disampaikan melalui permainan, diskusi, dan simulasi agar lebih mudah dipahami serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood, Dian Astriana, mengatakan kebiasaan yang dibangun sejak usia sekolah memiliki peran penting dalam membentuk perilaku generasi muda di masa depan.

"Bijak Jajan Cinta Bumi merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan diri generasi muda dan kelestarian lingkungan. Kami percaya, kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini di bangku sekolah akan tumbuh menjadi budaya yang mengakar kuat di masa depan. Perluasan program ke Bandung dan Sumedang ini menunjukkan komitmen kami untuk terus memperluas manfaat gerakan ini kepada anak Indonesia," ujar Dian.

Menurut dia, pendidikan mengenai konsumsi sehat dan kepedulian lingkungan perlu berjalan beriringan agar anak-anak tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan diri, tetapi juga memahami dampak kebiasaan sehari-hari terhadap lingkungan sekitar.

2. Pemkab Sumedang nilai edukasi lingkungan perlu dimulai sejak dini

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai pendidikan mengenai jajanan sehat dan pengelolaan sampah merupakan bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis untuk menanamkan kebiasaan baik yang nantinya dapat diterapkan hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

"Kami mengapresiasi inisiatif Garudafood yang menghadirkan program edukasi seperti ini di Sumedang. Pendidikan mengenai jajanan sehat dan pengelolaan sampah adalah bagian penting dari upaya kami membentuk generasi muda Sumedang yang tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha seperti ini dapat terus diperluas ke sekolah-sekolah lain di Sumedang," kata Dony.

Ia berharap semakin banyak sekolah yang terlibat dalam kegiatan serupa sehingga kesadaran mengenai kesehatan dan lingkungan dapat tumbuh lebih luas di kalangan pelajar.

3. Sampah plastik diubah menjadi sarana edukasi ekonomi sirkular

1,2 Ton Sampah Kemasan Disulap Jadi Fasilitas Sekolah. (Dok.Istimewa)

Selain menjadi tempat pengumpulan sampah kertas dan plastik, DSK yang ditempatkan di sekolah juga menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkular di lingkungan pendidikan.

Sampah kemasan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah diolah kembali menjadi produk yang memiliki fungsi baru. Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan dapat memahami bahwa sampah tidak selalu berakhir di tempat pembuangan, tetapi dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang yang tepat.

Dalam pelaksanaannya, pengelolaan sampah yang terkumpul akan melibatkan mitra pengolah limbah guna memastikan proses pengangkutan dan pengolahan berjalan secara bertanggung jawab hingga tahap akhir.

Kepala SDN Tegalkalong, Siti Masitoh, mengatakan program tersebut memberikan pendekatan yang mudah dipahami siswa untuk mengenal pentingnya hidup sehat dan menjaga lingkungan.

"Kami menyambut sangat baik gerakan Bijak Jajan Cinta Bumi ini. Program ini membantu kami menanamkan kebiasaan jajan sehat dan cinta lingkungan kepada siswa dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Kami berharap semangat ini terus dibawa anak-anak hingga ke rumah dan lingkungan sekitar mereka," ujar Siti.

Selain kegiatan edukasi, siswa juga diajak terlibat dalam Lomba Poster Mini dan Kompetisi Kreasi Daur Ulang yang bertujuan menumbuhkan kreativitas sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui program ini, ribuan siswa di Bandung dan Sumedang diharapkan tidak hanya memahami pentingnya memilih jajanan yang sehat, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang lebih sadar terhadap persoalan sampah dan kelestarian lingkungan sejak usia dini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article