TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

PSBB Dicabut, Tujuh Kasus Baru Positif COVID-19 Muncul di Kota Cirebon

Lima di antaranya punya hubungan satu keluarga

Petugas rapid test Kota Cirebon. (istimewa)

Cirebon, IDN Times - Setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional dihentikan, tren pasien positif COVID-19 di Kota Cirebon meningkat signifikan. Data terbaru per Kamis (2/7) ini, jumlah pasien positif bertambah sebanyak tujuh kasus baru. Sementara itu, saat ini memang pemerintah daerah Kota Cirebon sudah memberlakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB) alias new normal.

Dari ketujuh orang positif kasus baru tersebut, 5 di antaranya merupakan satu keluarga. Kondisi demikian membuat tim gugus tugas penanganan COVID-19 bergegas melakukan penanganan dengan merujuk pasien untuk mendapat perawatan di ruang isolasi di salah satu rumah sakit rujukan.

1. Lima di antaranya adalah satu keluarga

Pemeriksaan cek kesehatan warga berstatus ODP di Kota Cirebon. (istimewa)

Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Cirebon, Sutisna membenarkan bahwa ada penambahan kasus baru yang tersebar di tiga kelurahan. Tercatat, lima orang positif dialami oleh satu keluarga, dan masing-masing kasus lainnya berada di kelurahan berbeda.

“Konfirmasi hari ini ada penambahan tujuh kasus positif baru COVID-19 di Kota Cirebon. Lima orang itu merupakan satu keluarga. Mereka tertular oleh satu orang yang masih remaja," ujar Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Cirebon, Sutisna, Kamis (2/7).

2. Total keseluruhan 28 kasus positif

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis, jajaran pejabat daerah mengumumkan pasien positif virus corona atau COVID-19. (IDN Times/Wildan Ibnu)

Sutisna menjelaskan, dengan adanya penambahan tujuh kasus baru tersebut, jumlah keseluruhan positif di Kota Cirebon mencapai 23 kasus. Secara rinci, delapan orang sembuh, 13 masih proses pemantauan, dan dua orang meninggal dunia.

Pasca-temuan baru itu, pemerintah daerah Kota Cirebon berencana untuk menerapkan PSBB mikro atau PSBB proporsional. Dengan skema memberlakukan isolasi mandiri bagi keluarga yang berkontak langsung dengan pasien positif.

"Rencananya setelah kejadian ini akan menerapkan isolasi mandiri. Jadi, jangan sampai mereka (yang positif) dibenci oleh lingkungan sekitarnya. Aktivitas ekonomi pun masih berjalan," katanya.

3. Menentukan skenario PSBB mikro

IDN Times / Haikal

Sutisna menjelaskan, Tim Gugus Tugas pada Jumat (3/7) akan melangsungkan rapat untuk menyikapi masalah adanya penambahan tujuh kasus baru ini. Rapat akan dihadiri wali kota dan para lurah dan RT/RW setempat untuk menentukan teknis skenario PSBB mikro.

"Kalau pun isolasi, tidak mengganggu aktivitas warga yang lain. Fokus lebih ke keluarga atau rumah warga yang positif. Kalau pasien kan sudah di rumah sakit, pasti lebih aman," terangnya.

Berita Terkini Lainnya