Comscore Tracker

Orbitkan Musisi Dunia, Spinnin’ Records Incar Produser di Indonesia

Hadiahnya rekaman bawah label Spinnin' Records

Bandung, IDN Times – Pandemik COVID-19 tak selamanya mematikan industri kreatif, salah satunya musik. Buktinya, ajang kontestasi produser musik elektronik Indonesia atau Electronic Music Producer Contest (EMPC) dipastikan akan digelar kembali tahun ini.

Diselenggarakan sejak 2019 lalu, EMPC sejauh ini telah menjadi medium untuk mengorbitkan produser musik elektronik Tanah Air. Untuk edisi ketiganya kali ini, Iceperience.id, promotor EMPC, bakal bekerja sama dengan Spinnin’ Records yang merupakan label rekaman kenamaan Belanda.

Ya, Spinnin’ Records tidaklah asing di dunia musik elektronik karena ikut mendorong karier Martin Garrix, Calvin Harris, Marshmello, DJ Snake, Diplo, dan musisi-musisi kenamaan lainnya. Tentu bakal menjadi sebuah kebanggaan jika ada musisi Indonesia yang ikut mejeng dengan nama-nama mentereng di atas.

Lantas, apa yang sudah dipersiapkan EMPC 2021?

1. Jangan telat, pendaftaran dibuka 14 Juni 2021

Orbitkan Musisi Dunia, Spinnin’ Records Incar Produser di IndonesiaEMPC 2021 (IDN Times/Istimewa)

Penyelenggara EMPC 2021 optimistis bahwa gelarannya dapat mengumpulkan hingga 1.000 track, atau sekitar dua kali lipat dari submission track EMPC 2020. Pendaftaran akan dibuka bagi para musisi dan produser musik lokal pada 14 Juni – 16 Juli 2021, dengan mengunggah hasil karya orisinil di platform Soundcloud dan mencantumkan link-nya ke kolom registrasi.

Selanjutnya, tahap penjurian akan dilakukan pada Juli 2021, untuk mendapatkan 20 finalis terpilih hingga 3 besar dan juara favorit.

Perwakilan Iceperience.id, Diopsaputra mengatakan, penyelenggaraan EMPC 2021 masih konsisten menyuarakan local movement terhadap kemajuan industri musik elektronik di Tanah Air. Dalam tiap tahapan dan prosesnya, EMPC memberikan berbagai edukasi, inspirasi, serta motivasi agar para produser musik elektronik lokal bisa menghasilkan karya yang mampu menjadi sebuah legacy.

“Semangat dari local movement melalui EMPC ini adalah kami ingin mengedukasi para talenta muda Indonesia dalam menghasilkan karya musik yang berkualitas dunia sehingga dapat memperkuat ekosistem musik elektronik di Indonesia," ujar Diopsaputra, dalam rilis yang diterima IDN Times, Senin (14/6/2021).

"Dengan harapan nantinya para musisi dan produser musik elektronik kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu berkiprah di level internasional."

2. Bagaimana karya yang disukai judges?

Orbitkan Musisi Dunia, Spinnin’ Records Incar Produser di IndonesiaInstagram.com/winkywiryawan912

Dari sisi musik, track yang di-submit harus originalfreshand song potential. Original yang dimaksud adalah ­track tersebut bukan remake atau remix dari karya musik yang sudah ada. Kemudian kreativitas, harus sesuatu yang fresh dan terkini. Dari sisi teknik, judges juga bakal menimbang karya yang benar-benar mumpuni.

Sementara menyoal song potential, karya tidak hanya punya beat yang enak tapi juga nendang di sepanjang lagu. Terakhir dari sisi aransemen, karya juga harus punya multiple parts dengan rekaman, mixing, maupun mastering yang berkualitas.

Selain proses seleksi dan kurasi, 20 finalis EMPC 2021 juga bakal mendapatkan banyak mentoring di fase Producer Camp Online dan proses kreatif di fase Revamp Track.

3. Hadiah utama: kolaborasi dengan musisi lokal di bawah naungan label Spinnin’ Records

Juara pertama EMPC 2021 akan memperoleh kesempatan untuk berkolaborasi dengan musisi lokal Indonesia dibawah naungan label Spinnin’ Records. Proses scouting dan tahapan penjurian EMPC 2021 juga melibatkan sejumlah nama-nama tenar di skena musik elektronik Indonesia di antaranya Winky Wiryawan dan Jevin Julian.

Tak hanya itu, ada pula Christian Rijanto yang dikenal bertangan dingin dan sarat pengalaman dalam mengembangkan industri musik & hiburan di Tanah Air.

Kolaborasi dengan label internasional Spinnin’ Records menjadi benang merah penyelenggaraan EMPC setelah pada dua edisi sebelumnya, mereka menggandeng label kelas dunia 88rising dan Barong Family.

4. Bukan hanya kompetisi, tapi juga tempat belajar

Orbitkan Musisi Dunia, Spinnin’ Records Incar Produser di IndonesiaEMPC 2021 (IDN Times/Istimewa)

Jevin Julian, yang terlibat sebagai salah satu judges EMPC 2021, optimistis EMPC bakal kembali menjadi momentum untuk melahirkan penggiat musik elektronik Indonesia dengan talenta-talenta berbakat yang ada. 

“EMPC bukan sekadar kompetisi bagi para produser musik elektronik, tapi juga sebagai wadah belajar bersama. Para judges dan peserta bisa memperoleh berbagai experience baru sekaligus menjadi sarana belajar bersama-sama tentang musik elektronik,” kata Jevin.

Yang tak kalah menarik, EMPC 2021 juga mendapat dukungan dari SAE Institute. Lembaga yang didirikan pada tahun 1976 ini merupakan institusi pendidikan media kreatif terbesar dan berskala global, yang diharapkan dapat memperkuat kualitas karya dan promosi para produser musik yang terpilih.

Sebelumnya, EMPC 2019 telah sukses melahirkan Doci sebagai pemenang yang kemudian berkolaborasi dengan Sean Miyashiro & Devinta Trista merilis “Say La Vie” di bawah bendera 88rising.

Sementara di EMPC 2020 giliran Tebedayeng menyabet juara utama dengan karyanya “Let You Go”, hasil kolaborasi dengan Rayray, DJ dan produser dari Taiwan di bawah naungan record label Barong Family.

Baca Juga: Ingin Kuliah Musik? Berikut 6 Kampus Jurusan Musik di Thailand Buatmu

Baca Juga: Lama Tak Terlihat, 10 Potret Kece Winky Wiryawan yang Bikin Pangling

Baca Juga: 7 Musisi Hollywood yang Rilis Album di Tahun 2021, Keren Semua

Topic:

  • Galih Persiana

Berita Terkini Lainnya