Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bekas Tambang di Cirebon Berubah Tenang Jadi Ruang Senang

Bekas Tambang di Cirebon Berubah Tenang Jadi Ruang Senang
Aktivitas pemancing di Situ Pajaten, Cirebon. Transformasi bekas galian batu menjadi objek wisata dinilai turut menggerakkan aktivitas ekonomi warga sekaligus menambah pilihan destinasi rekreasi berbasis alam.
Intinya Sih
  • Bekas galian batu di Desa Cikalahang berubah menjadi Situ Pajaten setelah ditemukan sumber mata air besar yang mengisi cekungan hingga membentuk danau alami di kaki Gunung Ciremai.
  • Situ Pajaten kini jadi destinasi favorit warga untuk memancing dan menikmati suasana tenang, menawarkan udara sejuk serta pemandangan alam yang menenangkan jauh dari hiruk pikuk kota.
  • Transformasi Situ Pajaten membuka peluang ekonomi baru bagi warga, menarik ratusan pengunjung tiap bulan dan mendorong pengembangan wisata tambahan seperti bumi perkemahan, agroeduwisata, serta jeep adventure.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Cirebon, IDN Times - Air Situ Pajaten tampak tenang pada suatu pagi di Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Di bawah bayang-bayang Gunung Ciremai, sejumlah pemancing duduk berjejer di tepi danau sambil menunggu pelampung mereka bergerak.

Sulit membayangkan kalau hamparan air itu kini menjadi tempat rekreasi warga itu dulunya merupakan bekas cekungan galian batu yang menyisakan luka pada bentang alam desa.

Kini, kawasan yang dahulu identik dengan aktivitas pengerukan material itu perlahan berubah menjadi ruang wisata, tempat warga mencari ketenangan sekaligus sumber penghidupan baru.

1. Dari cekungan galian menjadi situ

Pemandangan udara Situ Pajaten di Cirebon dengan area hijau lebat di sekelilingnya dan aktivitas pemancing di tepi danau.
Aktivitas pemancing di Situ Pajaten, Cirebon. Transformasi bekas galian batu menjadi objek wisata dinilai turut menggerakkan aktivitas ekonomi warga sekaligus menambah pilihan destinasi rekreasi berbasis alam.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cikalahang, Endo Suwanda, menuturkan bahwa kawasan Situ Pajaten bermula dari aktivitas penggalian batu yang berlangsung pada awal 1990.

Saat proses penggalian berlangsung, warga menemukan sumber mata air besar yang terus mengalir dari dasar cekungan. Air tersebut tidak pernah surut dan perlahan memenuhi area bekas galian hingga membentuk genangan yang semakin luas.

“Alhamdulillah ternyata di sini ada sumburan mata air yang cukup besar,” kata Endo, Selasa (16/6/2026).

Keberadaan mata air itu kemudian mengubah pandangan masyarakat terhadap lokasi tersebut. Alih-alih membiarkannya menjadi lahan terbengkalai, warga mempertahankan genangan air yang terbentuk secara alami.

Seiring waktu, cekungan bekas tambang itu berkembang menjadi danau kecil yang dikenal sebagai Situ Pajaten.

Nama Pajaten sendiri memiliki akar cerita yang panjang. Menurut Endo, nama tersebut berkaitan dengan kisah yang hidup dalam tradisi masyarakat setempat dan dikaitkan dengan legenda masa Kerajaan Galuh Pakuan serta Prabu Siliwangi.

Meski cerita itu hidup sebagai bagian dari folklore masyarakat, keberadaan situ kini lebih dikenal sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan suasana tenang di kaki Gunung Ciremai.

2. Oase baru di Kaki Ciremai

Seorang pemancing beraktivitas di tepi Situ Pajaten, Cirebon, dengan latar pepohonan hijau yang rindang di sekitar danau.
Aktivitas pemancing di Situ Pajaten, Cirebon. Transformasi bekas galian batu menjadi objek wisata dinilai turut menggerakkan aktivitas ekonomi warga sekaligus menambah pilihan destinasi rekreasi berbasis alam.

Pagi hari menjadi waktu favorit bagi para pengunjung. Udara sejuk pegunungan, hembusan angin yang menyapu permukaan air, serta rimbunnya pepohonan menciptakan suasana yang sulit ditemukan di kawasan perkotaan.

Di tepi situ, para pemancing menikmati waktu mereka tanpa tergesa-gesa. Sebagian datang sendiri, sebagian lainnya bersama keluarga atau rekan sesama penghobi.

Salah seorang pengunjung, Udin, mengaku hampir setiap hari datang ke Situ Pajaten. Warga Desa Cikalahang itu telah menekuni hobi memancing selama sekitar 40 tahun.

“Dari dulu saya memang hobi mancing. Sekarang lebih sering ke sini karena dekat dan biayanya terjangkau,” ujarnya.

Bagi Udin, hasil tangkapan bukan tujuan utama. Ada kepuasan tersendiri saat menikmati suasana tenang di tepi air. Menurut dia, keberadaan wisata pemancingan memberi ruang bagi masyarakat untuk melepas kepenatan setelah menjalani rutinitas sehari-hari.

“Yang dicari itu suasananya. Bisa lebih tenang,” katanya.

3. Menggerakkan kehidupan desa

ilustrasi uang dan kalkulator (unsplash.com/@jakubzerdzicki)
ilustrasi uang dan kalkulator (unsplash.com/@jakubzerdzicki)

Perubahan Situ Pajaten tidak hanya menghadirkan ruang rekreasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kepala Desa Cikalahang, Kusnan, mengatakan jumlah kunjungan ke Situ Pajaten terus menunjukkan perkembangan. Dalam sebulan, kawasan tersebut dapat menerima sekitar 300 pengunjung.

“Sekarang setiap bulan lumayan ramai. Hampir 300 pengunjung datang ke Situ,” ujarnya.

Kehadiran wisatawan memberi manfaat bagi pedagang makanan, penyedia jasa, hingga pengelola wisata yang terlibat dalam aktivitas di sekitar kawasan tersebut.

Pada akhir pekan, jumlah pengunjung biasanya meningkat. Event memancing yang rutin digelar juga menjadi daya tarik bagi peserta dari berbagai daerah di sekitar Cirebon dan wilayah Jawa Barat lainnya.

Bagi pemerintah desa, keberhasilan Situ Pajaten menunjukkan lahan yang semula dianggap tidak produktif dapat diubah menjadi aset yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Pemerintah Desa Cikalahang tidak berhenti pada pengembangan wisata pemancingan. Berbagai konsep wisata lain mulai disiapkan untuk memperluas daya tarik kawasan.

Kusnan menjelaskan, desa tengah mengembangkan sejumlah program wisata seperti bumi perkemahan tematik, agroeduwisata, hingga jeep adventure yang memanfaatkan lanskap sekitar Gunung Ciremai dan area eks galian.

“Jadi wisata keluarga ada, wisata hobi ada, wisata petualangan juga ada,” katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest Travel Jawa Barat

See More