Comscore Tracker

Kunjungi 9 Wisata Religi Majalengka yang Unik Ini

Selain liburan, kamu juga bisa bertafakur

Tidak puas rasanya berkunjung ke luar kota atau bahkan luar negeri, jika objek wisata dalam kota sendiri saja belum habis ditelusuri. Ya, memang tidak pernah ada habisnya jika bicara tentang potensi wisata yang ada di Kabupaten Majalengka.

Dalam artikel kali ini, IDN Times akan mengajak kalian sejenak berkeliling, melihat-lihat destinasi wisata bernuansa religi yang layak kamu kunjungi. Mana saja sih tempatnya? Yuk, langsung simak beberapa wisata religi di Majalengka berikut ini.

1. Hutan Lindung Patilasan Prabu Siliwangi

Kunjungi 9 Wisata Religi Majalengka yang Unik  Iniwww.jejakpiknik.com

Hutan Lindung Patilasan Prabu Siliwangi berada di Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh dengan luas mencapai kurang lebih 3 Ha yang dibangun pada tahun 2000/2001. Jarak dari pusat Kota Majalengka menuju lokasi objek wisata   sekitar 21km.

Patilasan Prabu Siliwangi pada zaman dahulu merupakan suatu tempat peristirahatan Prabu Siliwangi dan konon katanya menurut masyarakat sekitar merupakan tempat menghilangnya Prabu Siliwangi. Dalam kawasan wisata ini terdapat dua talaga (Talaga Emas dan Talaga Pancuran) yang dianggap airnya suci oleh masyarakat sekitar dan pengunjung, sehingga sebelum melakukan ritual di patilasan tersebut pengunjung diharuskan mandi bersih di dua talaga tersebut.

Selain talaga dan patilasan Prabu Siliwangi, dikawasan wisata ini juga terdapat pohon bambu peninggalan soekarno yang dari tahun ke tahun berjumlah 5 buah (tumbuh 1, mati 1) serta adanya kolam pemandian bagi pengunjung. Selain keindahan alam, pengunjung dapat menyaksikan kera-kera liar di sekitar kawasan ini dan berbagai jenis ikan langka yang terdapat di balong Cikahuripan. Selain itu di kawasan ini terdapat arena outbond (camping), kolam renang dan situ cipadung yang berbatasan langsung dengan Desa Indrakila Kecamatan Sindang.

2. Makam Buyut Kyai Arsitem

Kunjungi 9 Wisata Religi Majalengka yang Unik  Inigoogle

Terletak di Desa Sumber Wetan Kecamatan Jatitujuh dengan jarak tempuh  sekitar 37 Km dari pusat Kota Majalengka. Areal makam yang memiliki luas  450 meter persegi. Objek wisata ini merupakan wisata budaya (ziarah) yang merupakan makam Buyut Kyai Arsitem dipercaya oleh masyarakat akan mendapat berkah setelah berziarah ke makam tersebut.

Makam ini ada hubungannya dengan sumur sindu yang tidak jauh dari komplek pemakaman tersebut, setiap pengunjung yang datang harus mandi di sumur sindu untuk membersihkan atau mensucikan diri kemudian berziarah ke Makam Buyut Kyai Arsitem.

Akses menuju lokasi tersebut  belum adanya angkutan umum yang menuju lokasi tersebut. Pengunjung yang datang ke tempat ini tidak hanya dari Kabupaten Majalengka melainkan dari kabupaten-kabupaten di sekitarnya seperti dari Kabupaten Indramayu. Pada bulan Mulud, biasanya pengunjung sedang padat-padatnya.

3. Makam Eyang Natakusuma

Kunjungi 9 Wisata Religi Majalengka yang Unik  Inigoogle

Eyang Natakhusuma merupakan tokoh sejarah kebudayaan pada masa kerajaan Talaga Manggung. Makam Eyang Natakhusuma Terletak di Desa Talaga Wetan Kecamatan Talaga dengan jarak tempuh 26 Km dari pusat Kota Majalengka yang memiliki luas 2 Ha.

Akses menuju lokasi Makam Eyang Natkhusuma kurang baik dimana kondisi jalannya berupa jalan tanah. Fasilitas yang ada di lokasi tersebut  masih kurang memadai seperti lahan parkir dan fasilitas lainnya.

Pengunjung yang datang untuk berziarah ke lokasi tersebut bukan hanya dari Kabupaten Majalengka saja melainkan dari luar Kabupaten Majalengka seperti dari Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu.

4. Makam Buyut Israh

Kunjungi 9 Wisata Religi Majalengka yang Unik  IniDisparbud Prov Jawa Barat

Terletak di Desa Sukasari Kidul Kecamatan Argapura dengan jarak tempuh 15 Km dari pusat Kota Majalengka yang memiliki luas 2 Ha.

Akses menuju lokasi Makam Buyut Israh kurang baik dan belum adanya angkutan umum yang menuju lokasi tersebut, melainkan hanya ada ojek.

Pengunjung yang datang ke Makam Buyut Israh pada hari biasa hanya beberapa orang saja, namun pada bulan tertentu seperti bulan rayagung pengunjung yang datang ke lokasi terebut bisa mencapai 500 orang/hari, dan adanya sebuah hajat yang disuguhkan oleh pengelola makam Buyut Israh tersebut.

Fasilitas dilokasi tersebut hanya terbatas seperti hanya ada toilet, dan musola. Pada umumnya pengunjung yang datang hanya untuk berziarah dan meminta keberkahan.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Peninggalan Sejarah di Majalengka yang Instagramable

5. Sumur Sindu

Kunjungi 9 Wisata Religi Majalengka yang Unik  Iniyayasan nurussyahid/blogger.com

Seperti makam kiyai Arsitem, tempat ini juga terletak di Desa Sumber Wetan Kecamatan Jatitujuh dengan jarak tempuh 37 Km dari pusat Kota Majalengka yang memiliki luas 150 meter persegi.

Objek wisata ini merupakan peninggalan budaya yang merupakan sebuah sumur keramat yang airnya dipercaya oleh masyarakat sekitar untuk membersihkan atau mensucikan diri.

Untuk pengunjung yang datang ke lokasi wisata budaya tersebut relatif banyak, untuk hari malam jumat kliwon mencapai 10-50 orang, sedangkan untuk hari besar seperti muludan mencapai 100 orang per hari bahkan lebih, pengunjung yang datang dan dari pihak pengelola atau kuncen menyuguhkan wayang kulit sebagai hiburan pengunjung. Tiket untuk masuk ke lokasi tersebut tidak di target melainkan hanya sebatas infak.

6. Sumur Dalem

Kunjungi 9 Wisata Religi Majalengka yang Unik  Inigoogle

Masih di kecamatan Jatitujuh, Sumur Dalem terletak di Desa Pilangsari Kecamatan Jatitujuh dengan jarak tempuh 33 Km dari pusat Kota Majalengka yang memiliki luas 100 meter persegi.  

Objek wisata ini merupakan objek wisata budaya yang merupakan sebuah sumur keramat yang airnya dipercaya oleh masyarakat sekitar untuk memintah berkah dan awet muda.

Akses menuju lokasi tersebut kurang baik seperti jalan yang rusak dan belum adanya angkutan umum yang menuju lokasi tersebut, selain itu lokasi yang berada di tengah hutan dan jauh dari pemukiman warga sekitar.

Namun pengunjung yang datang ke tempat lokasi wisata budaya tersebut masih ada, setiap pengunjung yang datang ke tempat wisata tersebut di antar oleh juru kunci (kuncen).

7. Makam Pangeran Muhammad

Kunjungi 9 Wisata Religi Majalengka yang Unik  IniTribunnews.com

Makam Pangeran Muhamad yang menempati area seluas sekitar 4.150 meter persegi terletak di kelurahan Cicurug – Kabupaten Majalengka. Di tengah area persawahan di daerah perbukitan yang berjarak sekitar 3 km dari pusat Kota Majalengka.

Pangeran Muhammad merupakan utusan Sunan Gunung Djati dalam menyebarkan agama Islam di daerah Majalengka. Area pemakamannya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu halaman parkir, halaman yang berisi makam-makam juru kunci, dan makam Pangeran Muhamad.

Makam Pangeran Muhamad terletak di bagian paling belakang atau paling utara. Di sini Anda akan mendapatkan satu bangunan cungkup permanen berukuran 5 x 6 m, berlantai keramik putih, dan beratap genting. Makamnya ditandai dengan adanya jirat dan dua nisan yang terletak di bagian utara dan selatan jirat.

Jirat tersebut merupakan bangunan berdenah segi empat berteras tiga. Jirat dibuat dari bahan permanen dengan permukaan dilapisi keramik. Nisan dibuat dari batu pipih dengan bentuk dasar segi empat dan pada bagian atas berbentuk undakan yang diakhiri bentuk rata pada bagian atasnya. Uniknya, makam ditutup dengan kelambu berwarna putih yang disangga empat tiang besi.

8. Situ Sangiang

Kunjungi 9 Wisata Religi Majalengka yang Unik  Inigoogle

Situ Sangiang menjadi salah satu destinasi wisata di Majalengka yang banyak dikunjungi sat liburan tiba. Ada kisah mistis di balik Situ Sangiang yang asri dengan berbagai pepohonan di sekitarnya. Situ Sangiang ini erat sekali sejarahnya dengan legenda Prabu Talaga Manggung dan kedua anaknya. Talaga Manggung ini sendiri merupakan kerajaan di Majalengka yang diperkirakan ada pada abad ke-15.

Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat, ikan-ikan yang terdapat di Situ Sangiang merupakan jelmaan dari para prajurit Talaga Manggung. Karena kepercayaan itulah, ikan-ikan di daerah tersebut tidak boleh diambil dan jika mati akan dikebumikan layaknya manusia.

Situ Sangiang adalah legenda, Situ yang diyakini sebagai tempat hilangnya atau tilemnya Sunan Talaga manggung dan Keratonnya ketika dikhianati menantunya Patih Palembang Gunung kira – kira abad ke 15. Keberadaan ikan lele yang sekarang sudah mulai langka, menurut kepercayaan adalah merupakan jelmaan para prajurit dan pengawal kerajaan. Keberadaan ikan tanpa daging yang hidup beberapa tahun kebelakang masih sering kita dengar, sebagai sebuah keajaiban.

Pemandangan disini indah, sejuk terlebih spesies ikan di Telaga Sangiang yaitu Ikan Lele, Ikan Mas, dan Ikan Nila. Ikan disini tidak boleh dimakan apalagi ikan lelenya karena itu bukan ikan biasa melainkan ikan jelmaan para prajurit Kerajaan.

Menurut kuncen disana, telaga itu berbentuk Kuali, pada tahu dong bentuk kwali kaya gimana?? Pernah ada orang yang meneliti tentang kedalaman talaga ini tapi tidak pernah diketahui kedalamannya. Impossible. Tapi itulah faktanya, itu adalah kebesaran Allah SWT. Dan fakta yang lebih menarik lagi air di talaga ini kalau musim hujan airnya akan surut sedangkan di musim kemarau kebalikannya pasti airnya akan melimpah.

Beberapa kejadian tersebut sering dijadikan “tetendon” atau siloka yang bakal terjadi, baik yang mempunyai dampak scope lokal ataupun nasional, misalnya tentang ketinggian air.

“Debit air di Situ Sangiang suka dijadikan “tanda” datangnya dua musim yang berbeda, yaitu musim kemarau dan musim penghujan, biasanya menjelang musim kemarau tiba, ketinggian air akan bertambah bahkan sampai masuk menjangkau bangunan tembok, anjungan yang berada di tepi Situ, sementara pada musim penghujan tiba, volume air justru berkurang alias surut.  Walau secara ilmiah belum  dibuktikan kebenarannya. Begitupun “rumput ilat” yang menutup hampir sebagian Situ, dan sering dijadikan tanda terjadinya sebuah peristiwa” kata abah Mustofa.

Ada satu hal yang tak boleh dilewatkan tentang pemandangan yang begitu menakjubkan yaitu dimana disana terdapat 5 pohon tetapi pucuknya menyatu.
Banyak yang abah Mustofa ceritakan, mulai dari tata cara mandi di Situ Sangiang seperti memakai kain putih, batas mandi dalamnya hanya sepinggang, dan pelaksanaan kebersihan oleh tujuh kuncen setiap satu minggu sekali pada hari Senin yang disebut “nyapu”.

Semua kuncen melaksanakan tugasnya mulai masuk jalan keramat sampai dipertigaan tiga orang melaksanakan kebersihan ke Makam Keramat berikut didalam keramatnya, sedangkan yang empat orang melaksanakan kebersihan jalan yang menuju Situ Sangiang.

“Barangkali adik ingin mandi dan berziarah mangga, tapi harus memakai kain putih dan ritual serta izin pak kuncen dulu” pak Mustofa memberi penjelasan. 

9. Makam Sunan Parung

Kunjungi 9 Wisata Religi Majalengka yang Unik  Inigoogle

Sunan Parung dipercaya adalah salah satu raja dari Kerajaan Talaga Manggung. Makam Sunan Parung sering diziarahi oleh para penziarah bukan hanya dari wilayah Majalengaka tetapi juga berasal dari luar daerah. Makam Sunan Parung dijaga oleh kuncen.

Makam sunan parung merupakan bagian dari kawasan Situ Sangiang. Situ sangiang ini didiami oleh berbagai jenis ikan dan tidak ada satupun pengunjung yang berani menangkapnya. Karena menurut kepercayaan masyarakat setempat ikan-ikan itu merupakan penjelemaan prajurit Kerajaaan Talaga Manggung.

Ya Situ Sangiang memang erat kaitannya dengan Legenda Prabu Talaga Manggung dan kedua Anakannya Raden Panglurah dan Ratu Simbarkecana. Ikan-ikan yang ada di dalam situ bisa diberi makan oleh pengunjung dan uniknya para penduduk sekitar, berjualan dan menyediakan roti untuk pakan ikan tersebut.

Itulah beberapa tempat wisata religi di Majalengka yang bisa kamu jadikan sebagai wisata alternatif untuk mengisi liburan. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Cikadongdong River Tubing, Wisata Asik Saat Liburan di Majalengka

Topic:

  • Yogi Pasha
  • Septi Riyani

Just For You