Luhut Binsar Usul Pelatih Atletik Diberi Gaji Layak Plus Bonus

Bandung, IDN Times - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan Pusat Pelatihan Atletik Nasional yang terletak di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Kamis (10/10/2024).
Pusat Pelatihan Atletik Nasional yang baru saja diresmikan ini sudah memiliki beberapa fasilitas penunjang atlet untuk berlatih. Selanjutnya, kata Luhut, tinggal diperbanyak pelatihan-pelatihan untuk para atlet.
"PB PASI itu punya anggaran cukup lumayan dari hasil sumbangan-sumbangan. Sekarang kami akan bikin pertandingan-pertandingan di mana yang bisa menyelenggarakan pertandingan, kami biayai," kata Luhut.
1. Lomba tidak harus mengandalkan biaya Pemda

Gelaran pertandingan-pertandingan ini tidak harus mengandalkan biaya dari pemerintah daerah. Menurutnya, ada banyak cara agar pertandingan atletik bisa terlaksana, salah satunya dari sumbangan pihak lain.
"Jadi, pemda-pemda itu kalau gak bisa ya gak perlu ada. Jadi, siapa saja yang bikin pertandingan, banyak-banyak nama, gak jalan tuh," sambung dia.
2. Gaji pelatih harus maksimal

Selain itu, kata Luhut, pusat pelatihan ini perlu dibarengi dengan pelatih-pelatih yang juga berkualitas. Pelatih harus diupah tinggi, dan atlet yang berprestasi wajib diberikan bonus.
"Saya ada bicara sama Menpora, kami harus kasih gaji yang layak. Gajinya sekarang ini lumayan berapa belas juta tadi. Kami kasih bonus saja, kalau bisa prestasi, kalau gak ya gak dapat," katanya.
3. Ingin melahirkan Zohri lainnya

Dengan fasilitas latihan yang mempuni, Luhut berharap, setahun ke depan akan lahir atlet-atlet lari berprestasi seperti Lalu Muhammad Zohri, yang bisa mengharumkan nama Indonesia di kelas dunia.
"Saya kira setalah setahun di sini, kami mesti berharap selama setahun ini akan diukur. Nanti kami lihat mana saja, kami masih berharap Zohri bisa pecahkan di bawah 10 detik. Tapi jangan hanya Zohri saja, mesti ada Zohri-Zohri yang lain," kata dia.


















