Zona Perluasan TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat. (Rizki/IDN Times)
Program itu, menurut Herman, menjadi salah satu strategi Pemprov Jabar untuk mengubah pola penanganan sampah dari yang selama ini berorientasi pada pembuangan menjadi pengurangan sejak dari sumbernya.
Herman mengatakan target pengurangan 20 persen bukan tanpa dasar. Pemprov Jabar telah melakukan uji coba di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Dalam uji coba tersebut, volume sampah berhasil ditekan hingga 20 persen.
Di saat yang sama, aktivitas pemilahan sampah di masyarakat juga meningkat. Hasil tersebut kemudian menjadi salah satu dasar bagi Pemprov Jabar untuk memperluas pendekatan serupa ke wilayah Bandung Raya.
"Nah Januari, kami akan mulai bangun namanya gravity wall. Ada dua gravity wall di sebelah selatan dan sebelah timur, akan dibangun gravity wall sehingga kita bisa memitigasi ancaman longsor," ujar Herman.
Pemprov Jabar berharap Sarimukti masih mampu bertahan hingga akhir 2029. Artinya, pemerintah memiliki waktu sekitar tiga tahun untuk menjaga agar Sarimukti tidak kolaps sembari menunggu sistem pengelolaan sampah baru beroperasi.
"Jangan hanya mengandalkan teknologi, sehebat apa pun teknologi, jauh yang lebih hebat adalah partisipasi masyarakat. Kalau dua-duanya dihajar, partisipasi masyarakat sejak dari rumah tangga dengan mengurangi sampah, memanfaatkan sampah, dan mendaur ulang sampah, adu manis dengan teknologi, keren," katanya.